Finansial

Bisnis

Kenali Kriteria P2P Lending yang Aman di Indonesia

Kabrina Rian Ferdiani-

19 Feb 2021

Kenali Kriteria P2P Lending yang Aman di Indonesia

Perkembangan zaman membawa masyarakat dunia ke hadapan P2P Lending sebagai salah satu solusi permodalan beberapa sektor ekonomi. Indonesia menjadi salah satu yang menerima perkembangan zaman atas kolaborasi bidang ekonomi dan teknologi tersebut.

Bagi beberapa pebisnis yang sudah menggunakan layanan peer to peer lending pasti sudah tidak asing dengan kiprahnya. Namun, bagi yang belum barangkali sulit rasanya untuk percaya. Untuk itu, Anda membutuhkan deskripsi kriteria fintech aman.


Baca juga: Cara Kerja P2P Lending dan Manfaatnya untuk Masyarakat


Ciri-ciri P2P Lending yang Aman

Kemunculan P2P Lending di Indonesia semakin banyak, seiring dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi. Hal tersebut membawa kita untuk bersiap sekaligus paham mengenai apa saja kriteria fintech terpercaya untuk melindungi keuangan berbisnis.

Suatu peer to peer lending terbilang baik apabila memiliki beberapa hal berikut ini:

Dalam Pengawasan OJK

Terdaftar sebagai bagian dari OJK merupakan syarat mutlak apabila sebuah P2P Lending ingin dimasukan dalam kategori terpercaya. Otoritas Jasa Keuangan memiliki wewenang pengawasan terhadap beberapa fintech terdaftar yang tentunya memenuhi syarat.

Memiliki Alamat Kantor

Meskipun praktiknya dilakukan secara daring, namun tetap saja perusahaan tersebut mesti memiliki alamat fisik. Lender maupun borrower dapat mengetahui alamat fisik tersebut ketika pihak terkait mencantumkannya secara detail pada laman web mereka.

Persyaratan Masuk Akal

Persyaratan yang diberikan masuk akal, tidak memberatkan calon pemodal maupun calon pemohon pengajuan pinjaman modal. Selayaknya yang disediakan oleh Modal Rakyat, tidak membebani kedua belah pihak untuk memajukan perekonomian UMKM Indonesia.

Keamanan Data

Sebagai syarat tertentu, lender maupun borrower harus memasukan informasi atau data penting yang tentunya bersifat pribadi. P2P Lending terbaik tidak akan memberikan ketidaknyamanan bagi semua pihak terlibat, pasti harus ada pengawasan ketat.

Bunga Masuk Akal

Anda dapat mencari referensi bunga yang masuk akal melalui informasi terkini dari Otoritas Jasa Keuangan maupun AFPI. Keduanya merupakan lembaga berwenang yang menentukan perizinan operasional apakah sebuah peer to peer lending berhak beroperasi atau tidak.

Cara Penagihan Bersahabat

Sebenarnya apabila peminjam dana menepati perjanjian dan tidak mangkir dari tagihan, penagihan tidak akan menjadi soal. Namun demikian, ketika kewajiban tidak dipenuhi maka penagihan seyogyanya dilakukan tanpa aksi kasar, namun tetap memberi ketegasan.

Tersedia Pengaduan Konsumen

Layanan pengaduan konsumen pada situs P2P Lending sangat berperan penting untuk menjadi tolak ukur kepuasan klien atau tidak. Nantinya pihak terkait memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dalam segala sektor yang dianggap kurang dan mesti ditingkatkan.


Tips Sukses sebagai Investor Pemula 

Menjadi lender di P2P Lending memang memberikan masa depan cerah bagi beberapa UMKM yang ditunjuk. Namun, keputusan untuk menginvestasikan uang tanpa bertemu dengan pelaku usaha tentu merupakan keputusan besar. Untuk itu, sebelumnya Anda harus yakin.

Bagaimana membuat keyakinan tersebut? Coba kenali beberapa anjuran di bawah ini:

Diversifikasi

Diversifikasi adalah melakukan investasi sebanyak mungkin ke beberapa peminjam dana. Jumlahnya tidak perlu besar, bisa menggunakan jumlah minimal saja. Misal dengan uang Rp5.000.000 maka bisa dibagi menjadi 10 penyebaran, masing-masing Rp500.000.

Memahami Resiko Pendanaan

Setiap langkah dalam berbisnis, termasuk melibatkan diri pada P2P Lending pastinya sarat dengan resiko. Untuk meminimalisirnya, Anda harus jeli membaca portofolio calon penerima dana guna memastikan alokasi uang tidak jatuh secara sia-sia begitu saja.

Investasi Credit Scoring dan Suku Bunga

Untuk yang satu ini Anda tidak perlu riset sendiri karena fintech akan menampilkan level scoring terbaik dengan A1 berikut bunga sebesar 0,75%. Sementara paling tidak direkomendasikan adalah peringkat E5 dengan suku bunga mencapai 4%.

Melakukan Riset Mendalam

Untuk leveling scor tidak membutuhkan riset lagi, namun untuk berbagai pertimbangan lainnya tetap dibutuhkan riset. Setiap apa saja langkah Anda selaku investor untuk mengeluarkan uang mesti ada pertimbangan matang melalui riset mendalam.

Mengotomasi Pendanaan

Fitur ini barangkali baru tersedia di beberapa P2P Lending, namun peranannya cukup membantu investor pemula. Caranya seolah melakukan filter terhadap beberapa kriteria penerima UMKM untuk kemudian dana disalurkan secara otomatis dan menyebar.

Investasikan Keuntungan

Mendapatkan keuntungan tentu membuat hati berbangga diri, merasa mampu mengatasi segala tantangan. Namun, Anda harus sadar bahwa potensi tersebut dapat lebih dikembangkan melalui pengembangan sayap dan jam terbang pada bisnis terpercaya lain.


Baca juga: Peran P2P Lending untuk Perekonomian di Indonesia


Berpikir Ulang Sebelum Investasi di P2P Lending

Adakah yang bertanya-tanya kenapa untuk investasi di P2P Lending membutuhkan pertimbangan rumit? jawabannya sederhana, demi melindungi keuangan dan mendapatkan masa depan cerah dalam dunia investasi. Tentu harapan ini menjadi milik para investor.

Sebuah fintech yang menjamin keamanan tidak akan membiarkan data-data pribadi klien dapat diakses oleh sembarang pihak hingga tindakan tersebut merugikan klien dan merusak kredibilitas perusahaan. Karena selain keuntungan, kepercayaan adalah modal penting.

Setiap tahunnya daftar P2P Lending yang masuk ke OJK bertambah karena semakin banyak pelaksana bisnis sadar akan pengawasan serta perlindungan yang diberikan. Hal ini sangat bagus, mengingat klien tidak akan sembarangan berinvestasi pada lembaga non OJK.

Sebagai investor atau calon, Anda memang tidak harus bertatap muka dengan calon penerima pinjaman modal. Namun, untuk mengenal dengan berbagai cara tentu suatu keharusan. Lakukan riset sedetail mungkin demi melindungi aliran dana yang Anda keluarkan.

Zaman modern membawa manusia untuk bersahabat dengan teknologi, termasuk mengikuti perkembangan zaman. Jika menutup diri, bukan hanya tertinggal dalam segi pergaulan, namun juga tidak mampu mengikuti ritme ekonomi yang sangat fatal akibatnya. P2P Lending adalah salah satu gejala modernisasi di Indonesia dan dunia.


Lakukan Pendanaan UMKM sembari Mengembangkan Dana bersama Modal Rakyat

Ayo bantu pemilik usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mendapatkan modal usaha dan raih keuntungan.

Dengan modal mulai Rp25.000 saja Anda sudah bisa memberikan akses pinjaman modal bisnis untuk UMKM di Indonesia melalui Modal Rakyat. Selain itu, Anda bisa mendapatkan imbal hasil hingga 25% per tahun.

Gunakan kode promo BLOG25 dan mendapatkan saldo gratis Rp25.000 untuk mulai mendanai. Hubungi customer service kami melalui email di cs@modalrakyat.id untuk mengetahui syaratnya lebih lanjut. Follow Instagram Modal Rakyat di @modalrakyatid untuk mendapatkan update terbaru dari kami.

Artikel Terkait
image image
Artikel Baru