Finansial

4 Langkah Penting untuk Persiapan Pensiun

Kabrina Rian Ferdiani-

13 May 2022

4 Langkah Penting untuk Persiapan Pensiun

Setiap pekerja akan mencapai batas usia tertentu sehingga dikategorikan tidak lagi produktif atau pensiun. Dengan status pensiun atau tidak lagi menerima gaji bulanan, persiapan pensiun harus dilakukan sejak dini untuk membiayai hidup di masa pensiun. 


Apa itu Masa Persiapan Pensiun?

Dalam dunia ketenagakerjaan, Masa Persiapan Pensiun atau MPP adalah rentang waktu yang diberikan kepada pegawai swasta maupun sipil untuk digunakan sebagai persiapan menjelang pensiun. Rentang MPP ini lazimnya adalah 1 tahun sebelum usia pensiun. Dalam masa tersebut, seorang pekerja akan secara berkala dibebastugaskan dari pekerjaan rutinitasnya walaupun masih dalam berstatus pegawai.

Masa Persiapan Pensiun atau MPP dapat diartikan sebagai masa peralihan untuk pekerja yang melepaskan pekerjaannya. Namun, hal ini tidak berhubungan dengan persiapan pembiayaan hidup di masa pensiun. Oleh karena itu, persiapan pensiun karyawan swasta harus dilakukan secara mandiri sejak dini. 


Baca Juga: Pensiun Dini dengan Investasi Jangka Panjang? Bisa Dong!


Apa yang Harus Dipersiapkan Sebelum Pensiun?

Mempersiapkan masa pensiun bukan berarti harus menjalani hidup yang berat di masa produktif kerja. Dengan perencanaan dan langkah yang tepat, Anda dapat melakukan persiapan masa pensiun dengan lebih ideal. Berikut ini adalah beberapa tips persiapan pensiun

  • Menghitung Masa Produktif yang Tersisa
  • Menyusun Rencana Keuangan dengan Bijaksana 
  • Lakukan Investasi Jangka Panjang 
  • Kontrol Kesehatan Financial 

1. Menghitung Masa Produktif yang Tersisa

Menyadari posisi di mana Anda berada sangatlah penting untuk persiapan pensiun. Posisi yang dimaksud bisa berupa posisi finansial,  jabatan kerja, dan lainnya yang dibandingkan dengan usia. 

Apabila Anda berusia 26 tahun dan akan pensiun di usia 58 tahun, maka tersisa 32 tahun masa produktif. Selama 32 tahun tersebut Anda harus merencanakan apa saja yang harus dicapai dan secara realistis melepaskan hal yang tidak dapat dicapai. Kesadaran ini penting agar Anda dapat melakukan keputusan yang efektif. 

2. Menyusun Rencana Keuangan dengan Bijaksana 

Ketika membuat rencana keuangan, ada beberapa faktor yang harus Anda pertimbangkan. Faktor tersebut adalah usia rencana pensiun, asumsi usia harapan hidup, kalkulasi kebutuhan hidup setelah pensiun, dan waktu untuk mempersiapkan dana pensiun. 

Sederhananya, jika usia harapan hidup yang Anda gambarkan adalah 75 tahun sementara akan pensiun pada usia 60 tahun, maka ada 15 tahun masa pensiun yang harus dipikirkan pembiayaannya. Apabila direncanakan Anda menghabiskan biaya hidup sebesar Rp 5 juta per bulan, maka keuangan yang harus dicapai untuk 15 tahun masa pensiun adalah Rp900 juta. Dana tersebut harus Anda peroleh selama masa produktif bekerja. 

Perlu Anda ketahui bahwa persiapan dana pensiun tersebut sebaiknya dibedakan dengan dana darurat. Dana darurat adalah anggaran berbeda yang harus juga dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan tidak terduga, terutama untuk kesehatan.  

3. Lakukan Investasi Jangka Panjang 

Banyak orang yang merasa kesulitan dalam menabung dana untuk masa pensiun. Dengan alokasi gaji untuk berbagai kebutuhan, dana pensiun digambarkan tidak akan tercapai. Oleh karena itu, investasi adalah langkah yang harus dipilih. Bahkan, keberhasilan investasi dapat membuat Anda pensiun dini. 

Alih-alih hanya mengumpulkan uang dan menyimpannya sebagai tabungan, mengembangkan dana melalui berbagai instrumen investasi adalah langkah yang lebih menguntungkan. Sederhananya, jika Anda menanam modal sebesar 10 juta hari ini maka akan berkembang menjadi 12 juta beberapa tahun ke depan. 

Ada berbagai instrumen investasi yang dapat dipilih untuk mempersiapkan masa pensiun, misalnya adalah emas, obligasi, dan reksa dana. Beberapa instrumen tersebut dipilih karena relatif aman dan tidak memerlukan langkah yang aktif dari investor.  

Selain itu, pengelolaan uang yang dapat dilakukan sejak dini adalah dengan menjadi pendana di platform fintech lending. Salah satu platform yang aman dan mendapatkan pengawasan OJK Indonesia adalah Modal Rakyat. 

Modal Rakyat merupakan mediator yang membantu pelaku usaha kelas UMKM untuk mendapatkan bantuan modal dari pemilik dana. Nantinya, pemiliknya dana akan mendapatkan imbal untung dari bisnis yang terbantu modal hingga 18% per tahun. Oleh karena itu, sebagai pengembang dana, Anda dapat bertindak sebagai pendana di Modal Rakyat.

4. Kontrol Kesehatan Financial 

Apabila Anda sudah menyusun rencana keuangan dan melakukan investasi secara berkala, hal yang selanjutnya harus dilakukan adalah terus mengontrol kondisi finansial sejak dini. Langkah ini penting karena kesalahan gaya hidup di masa muda akan mempengaruhi kondisi finansial di masa pensiun. Dua fokus yang harus diperhatikan dalam mengontrol kesehatan finansial adalah:

  • Kurangi Utang Konsumtif 
  • Jangan Kurangi Dana Darurat

1. Kurangi Utang Konsumtif 

Untuk persiapan pensiun, kurangi atau bahkan hindari sama sekali utang konsumtif. Meskipun begitu, Anda tetap dapat mempertimbangkan utang dengan rasio yang sehat. Sebagai ukuran, besar cicilan yang maksimal dapat ditanggung adalah sebesar 30% dari gaji bulanan. Segera kurangi apabila jumlahnya melebihi persentase tersebut.

2. Jangan Kurangi Dana Darurat 

Semakin lama akan ada kecenderungan untuk mengurangi dana darurat. Hal itu biasanya didasari pada kondisi kesehatan atau risiko jiwa yang aman. Namun, langkah tersebut kurang tepat untuk dilakukan. 

Nilai dana darurat tidak boleh kurang dari 6 kali pengeluaran bulanan. Dana tersebut dapat dicapai secara ideal dengan menyisihkan 10% dari gaji bulanan. Anda dapat mengalihkan dana 10% tersebut sebagai tabungan pensiun apabila dana darurat telah tercapai, tetapi jumlah dasarnya tetap harus dijaga. 


Baca Juga: 5 Instrumen Investasi yang Tepat untuk Dana Pensiun


Pensiun Karyawan Swasta Umur Berapa?

Usia pensiun pekerja saat ini ditetapkan pada usia 58 tahun, walaupun usia pensiun setiap karyawan dapat ditentukan sendiri oleh masing-masing perusahaan. Hal tersebut dapat dipengaruhi oleh faktor jenis atau bidang pekerjaan yang dilakukan. Namun, secara resmi di Indonesia, usia pensiun seorang tenaga kerja ditentukan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. 

Usia pensiun pekerja di Indonesia mengalami perubahan beberapa kali. Tahun 2015, batas usia pensiun karyawan swasta ditetapkan pada usia 56 tahun. Pada tahun 2019, batas tersebut meningkat menjadi usia 57 Tahun. Sementara yang terbaru, yaitu pada tahun 2022, usia pensiun seorang tenaga kerja adalah pada usia 58 tahun. 

Usia pensiun pekerja di Indonesia akan bertambah 1 tahun setiap 3 tahun sekali hingga maksimal 65 tahun. Hal tersebut didasari dari usia harapan hidup yang bertambah. Bagi masyarakat Indonesia, usia harapan hidup laki-laki adalah 70 tahun dan bagi perempuan adalah 72 tahun.  



Artikel Terkait
image image
Artikel Baru