Finansial

Bicarakan Perencanaan Keuangan Sebelum Menikah

Kabrina Rian Ferdiani-

06 Apr 2021

Bicarakan Perencanaan Keuangan Sebelum Menikah

Membicarakan tentang perencanaan keuangan di Indonesia memang bukanlah hal yang umum dilakukan. Akan tetapi keterbukaan mengenai permasalahan ini mampu memberikan berbagai manfaat bagi calon keluarga. 

Salah satu ujian terbesar dalam membangun keluarga adalah kondisi ekonomi. Terkadang tidak semuanya berjalan lancar. Ketika belum sempat ada obrolan mengenai keuangan, tentunya sangat berpotensi terjadinya konflik dalam rumah tangga. 


Baca juga: Ingin Menikah dalam Setahun, Siapkan Biaya dengan 7 Cara Menabung Ini


Manfaat Membicarakan Masalah Uang Bersama

Uang memang menjadi pokok bahasan sensitif bagi setiap orang, karena menyangkut harga diri seseorang. Terutama di Indonesia, di mana edukasi tentang perencanaan, pengelolaan, serta obrolan mengenai hal itu di tutup rapat. 

Terkadang budaya ini terbawa sebelum menikah, bahkan ketika sudah sampai pada jenjang keluarga. Akibatnya rawan terjadi kesalahpahaman antara kedua belah pihak dan berujung pada pertengkaran. 

Membicarakan perencanaan keuangan tidak harus matang dan kompleks. Memulai dengan menceritakan kondisi ekonomi, kesulitan yang dihadapi, serta harapan ke depannya bersama bisa mengondisikan untuk terbuka pada masalah lebih besar. 

Adanya kemauan bercerita ini membuat kedua belah pihak sama – sama saling mengerti kondisinya masing – masing. Sehingga potensi – potensi munculnya kesalahpahaman bisa dikurangi semaksimal mungkin. 

Selain itu, setelah memastikan bahwa sama – sama memahami kondisinya, bisa mulai membicarakan mengenai solusi – solusi permasalahan. Bisa juga memprediksi serta menyusun rencana bagaimana menghadapi tantangan ke depannya. 

Pembicaraan seperti ini apabila senantiasa dilakukan secara rutin, saling berusaha memahami dan berempati, tentunya membuat rumah tangga menjadi lebih nyaman. Selain itu juga lebih siap terhadap guncangan ekonomi. 


Baca juga: Tips Menabung Biaya Nikah Antigagal


Tips membicarakan Perencanaan Keuangan Bersama Pasangan

Memulai memanglah sulit, terlebih apabila belum terbiasa berdiskusi permasalahan tersebut. Ada beberapa hal yang berada di benak, mulai dari khawatir, takut, malu, bangga, dan emosi lainnya. 

Namun apabila tidak segera dimulai, tidak akan pernah ada obrolan tersebut bahkan sampai setelah menikah nantinya. Tentu bebannya juga akan lebih berat lagi, sehingga sebelum terlambat harus berani mencobanya. 

Mulailah dengan Pembicaraan Ringan

Apabila sebelumnya tidak pernah mengomongkan hal ini, tentunya akan kaget ketika tiba – tiba diajak ngobrol serius. Mulailah dengan menanyakan hal ringan terkait pandangannya tentang uang. 

Pertanyaan paling sederhana adalah mengenai barang apa yang sering atau rutin dibelinya. Apakah hobinya terkadang harus membuatnya berada pada posisi kesulitan memenuhi kebutuhannya, dan berbagai pertanyaan lainnya. 

Fungsinya untuk mulai terbiasa terbuka tentang hal – hal berkaitan dengan pemasukan dan pengeluaran. Tidak harus detail dan mendesak ingin tahu, setidaknya bisa sama – sama saling mengondisikan untuk ngobrol. 

Pahami Kebiasaan Pasangan dalam Mengelola Uang

Ketika sudah mulai terbiasa menanyakan masalah tentang beberapa hal mengenai pos – pos konsumsi pasangan. Bisa mulai membicarakan hal berikutnya mengenai kebiasaannya dalam mengelola uangnya. 

Mulailah membuka diri tentang kebiasaan dalam mengelola uang, paling sederhana adalah bagaimana menyikapi pemasukan. Apakah langsung dihabiskan ataukah tidak, bagaimana alokasi untuk investasi dan perencanaan menikah, serta hal – hal lainnya. 

Mulai terbuka tentang Pemasukan dan Pengeluaran

Setelah benar – benar sudah terbiasa membicarakan masalah uangnya, saatnya lanjut ke langkah perencanaan keuangan berikutnya. Yaitu memahami bagaimana kesehatan pemasukan – pengeluaran dari pasangan. 

Di sini tidak berusaha untuk mengkritik, tetapi saling memahami kondisi keuangannya. Dengan demikian akan terpetakan kondisi aslinya. Tidak perlu takut, malu, atau marah apabila menjumpai hal yang kurang sesuai dengan pribadi Anda. 

Memahami Harapan Finansial Setelah Berkeluarga

Tahapan ini cukup penting, karena melaluinya bisa sama – sama saling menyatukan visi mengenai harapan kondisi ekonominya. Tidak harus sesuatu yang kongkrit dan rumit, bisa dimulai dengan hal – hal sederhana namun diungkapkan secara jujur. 

Di posisi ini, Anda dan pasangan bisa membicarakan mengenai unek – unek ketika mengetahui kebiasaan pasangan sebelumnya. Tujuannya bukan menyalahkan, tetapi menunjukkan bahwa kebiasaan tersebut menghambat impiannya. 

Melihat Potensi Hambatan Finansial

Setelah menyepakati bersama tentang harapan finansial selama berkeluarga, bisa memulai membicarakan tentang potensi hambatannya. Mulai dari pengeluaran tertentu, kurangnya pemasukan, dan potensi lainnya. 

Benturkan juga dengan kebiasaan Anda dan pasangan, sehingga antar keduanya akan sama – sama berkomitmen untuk mau mengubah atau menyesuaikan kebiasaannya. 

Menyusun Rencana Pemenuhan Kebutuhan

Terakhir dalam perencanaan keuangan bersama pasangan adalah merumuskan sebuah langkah menghadapi potensi masalah tersebut. Di sini diperlukan peran aktif kedua belah pihak untuk merealisasikannya. 

Bentuknya bisa beragam, apakah sudah cukup salah satu berkarier, apakah ibu juga harus bekerja, siapa yang membelanjakan uang bulanan. Dan berbagai penyesuaian serta perencanaan kompleks lainnya, seperti pendidikan dan kesehatan. 


Baca juga: 6 Tips Memiliki Pernikahan yang Bahagia secara Finansial


Kunci Keberhasilan dalam Membicarakan Keuangan Bersama

Kami memahami bahwa memulai serta mencoba kebiasaan baru seperti bercerita tentang masalah uang ke orang lain bukanlah hal mudah. Hambatan emosional, harga diri, serta kebiasaan lama sangat berat sekali. 

Namun bukan berarti hal ini harus dihindari. Setiap ada permasalahan, tentunya ada langkah penyelesaiannya serta pendukungnya. Termasuk dalam membicarakan masalah uang bersama pasangan. 

Kunci pertama adalah mau terbuka kepada pasangannya, dari hal kecil seperti membeli rokok atau hal besar seperti membeli figure anime kesayangan. Harus disampaikan secara jujur, baik sebelum membelanjakan maupun setelah membelanjakannya. 

Kunci kedua adalah saling memahami. Terkadang apa yang dilakukan pasangan belum tentu sesuai dengan harapan diri sendiri. 

Wajarilah, karena lingkungan tumbuhnya berbeda, membutuhkan waktu untuk berubah. 

Kunci ketiga adalah mau untuk berubah apabila melakukan kesalahan finansial. Kebiasaan Anda bisa salah maupun bisa benar, tetapi bentuk tanggung jawab salah satunya adalah berani untuk berubah. 

Menikah dan memiliki sebuah keluarga kecil bahagia adalah harapan setiap orang. Untuk mewujudkannya perlu berbagai persiapan, salah satunya adalah perencanaan keuangan bersama pasangan secara terbuka.


Kembangkan Aset Bersama Modal Rakyat

Modal Rakyat adalah platform P2P Lending yang mempertemukan antara pelaku UMKM yang membutuhkan pinjaman modal usaha (borrower) dan juga lender atau pemberi pinjaman. Kami sudah berdiri sejak 2018 dan berhasil menyalurkan pinjaman sebesar 1 triliun Rupiah. Modal Rakyat juga sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK.

Sebagai lender, Anda bisa mendanai mulai dari Rp25.000 saja. Anda juga akan mendapatkan keuntungan hingga 25% per tahun. Yuk, mendanai UMKM sekarang! Daftarkan diri Anda di sini dan gunakan kode promo BLOG25 untuk mendapatkan saldo gratis Rp25.000.

Bergabung juga dengan akun telegram Modal Rakyat untuk mendapatkan informasi peluang pendanaan paling update.

Artikel Terkait
image image
Artikel Baru