Bisnis

Manajemen Laba adalah: Faktor, Pola, dan Tujuan Penerapan

Pretty Angelia Wuisan-

30 Nov 2021

Manajemen Laba adalah: Faktor, Pola, dan Tujuan Penerapan

Manajemen laba adalah strategi bisnis yang sering digunakan para manajer keuangan untuk tujuan tertentu demi perusahaan atau tujuan lainnya. Sesuai dengan namanya, hal ini berhubungan dengan perolehan laba perusahaan.

Sebenarnya apa itu manajemen laba? Apa faktornya? Bagaimana pola, tujuan, dan cara menerapkannya? Yuk, disimak penjelasannya.


Baca juga: 10 Cara Pengembangan Usaha yang Efektif untuk Ekspansi


Pengertian Manajemen Laba adalah

Manajemen laba adalah earning management yang dilakukan perusahaan untuk melakukan intervensi terhadap laporan laba rugi sesuai dengan prinsip akuntansi.

Dengan kata lain, manajemen laba adalah kegiatan memanipulasi laporan keuangan terutama intervensi tingkat laba untuk tujuan tertentu. Misalnya, untuk membuat pihak stakeholder tertarik untuk berinvestasi di perusahaannya.

Tidak mengherankan banyak yang beranggapan bahwa manajemen laba adalah perbuatan curang yang seharusnya tidak dilakukan. Apalagi untuk membuat laporan keuangan itu mencirikan kinerja perusahaan juga. 

Namun, sebagian orang beranggapan tidak masalah berbuat demikian karena intervensi dilakukan orang yang ahli seperti manajer keuangan dan menggunakan metode akuntansi yang benar. 

Bukan dilakukan secara asal-asalan untuk tindakan kejahatan seperti pencucian uang. Atau untuk menjebak perusahaan jadi punya masalah besar.

Perubahan yang dilakukan biasanya adalah mengubah angka-angka transaksi sesuai prinsip akuntansi. Di bawah ini Anda akan tahu bagaimana manajemen laba yang diperbolehkan.


Faktor Manajemen Laba

Manajemen laba dilakukan karena faktor tertentu yang cukup masuk akal. Ini faktornya yang perlu Anda ketahui.

1. Manajemen akrual

Dikenal juga dengan accruals management yang merupakan wewenang para manajer perusahaan. Hal ini berkaitan dengan aliran kas dan laba yang diraih oleh perusahaan.

2. Perubahan aktiva 

Faktor lainnya adalah perubahan yang digunakan untuk mengubah pola akuntansi di antara sekian banyak pilihan dan hal itu diakui oleh badan akuntansi yang tersedia.

Dalam hal ini berkaitan dengan aktiva perusahaan. Hal itu karena ada aktiva yang masih bisa digunakan dan tidak bisa karena faktor umur.

3, Penerapan kebijaksanaan akuntansi

Penerapan ini merupakan keputusan manajer keuangan yang meminta perusahaan untuk menerapkan kebijakan akuntansi, seperti menerapkan hal itu lebih awal atau menggeser periode lebih lama sampai kebijakan akuntansi itu berlaku.


Pola Manajemen Laba

Umumnya, manajer keuangan akan membuat pola manajemen laba adalah yang sesuai kebutuhan. Ini keempat pola yang biasa digunakan.

1. Taking a bath

Pola ini yang cukup sering dilakukan oleh manajer keuangan. Caranya adalah dengan menghapus beberapa aktiva atau aset yang dimiliki perusahaan. Ditambah memperkirakan  biaya yang akan datang.

Taking a bath adalah tindakan yang dilakukan dengan menghilang bukti atau istilahnya adalah clear the desk. Tujuannya adalah untuk meningkatkan laba selanjutnya.

2. Income minimization

Pola manajemen laba ini biasanya dilakukan saat perusahaan sedang memperoleh laba tinggi. Tujuan penerapannya adalah supaya tidak menarik perhatian dan dimanfaatkan secara politis.

Caranya adalah dengan menghapus aktiva tidak berwujud seperti biaya promosi, biaya untuk riset dan pengembangan, dan lainnya.

3. Income maximization

Cara ini biasa diterapkan ketika laba perusahaan menurun. Cara ini dilakukan untuk melindungi perusahaan saat terkena masalah perjanjian kredit.

Biasanya dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya yang paling umum adalah mengubah data akuntansi di laporan keuangan.

4. Income smoothing

Cara ini juga cukup sering dipraktikkan, yaitu meratakan laba yang dilaporkan pada calon investor. Alasannya karena laba yang polanya tampak stabil lebih disukai oleh investor.


Tujuan Manajemen Laba

Manajemen laba adalah tindakan untuk membuat estimasi akuntansi pada angka tertentu yang punya tujuan khusus. Ini penjelasannya.

1. Tujuan bonus

Para manajer perusahaan biasanya akan meraih bonus dari pemegang saham dengan besaran persentase tertentu. Bonus ini juga diberikan secara rutin, selama perusahaan meraih laba yang diinginkan.

Perolehan laba, menunjukkan bahwa performa para manajer juga bagus, sehingga layak untuk meraih bonus. 

Mereka bisa saja melakukan perubahan data untuk bisa meraih bonus yang cukup menggiurkan itu.

2. Tujuan utang

Manajemen laba adalah kegiatan yang dilakukan supaya perusahaan bisa mendapatkan pinjaman yang dibutuhkannya. Terutama untuk perusahaan yang ingin meminjam pada suatu perbankan.

Tentunya perbankan hanya bersedia memberikan pinjaman di jumlah yang cukup besar pada perusahaan yang punya laporan keuangan bagus. 

Tujuannya adalah untuk memaksimal perolehan pinjaman. Namun, tentu nanti perusahaan akan tetap bersedia melakukan pembayaran pinjaman sesuai dengan ketentuan bank.

3. Tujuan pajak

Manajemen laba adalah sering digunakan untuk keperluan perusahaan yang ingin memperlihatkan bahwa laba fiskal atau laba pajak miliknya lebih rendah dari fakta.

Hal ini dilakukan dengan perhitungan yang rapi, tanpa ada unsur pelanggaran di dalamnya.

4. Tujuan untuk IPO

Manajemen laba adalah sering dipakai perusahaan yang akan melakukan penawaran saham perdananya di bursa saham. 

Banyak perusahaan yang ingin bisa melantai di BEI karena perolehan pemasukan yang jumlahnya tidak main-main. Namun, untuk bisa IPO juga dibutuhkan biaya yang banyak.

Tujuan manajemen di sini tentu untuk membuat para investor tertarik memesan saham perusahaan, sehingga diperoleh angka yang mereka targetkan. 

5. Tujuan pergantian direksi

Manajemen laba ini biasanya terjadi juga ketika pergantian direksi. Direksi diganti karena tujuan tertentu, paling umum adalah karena memang masa jabatannya akan habis.

Ketika masa jabatannya akan segera berakhir, direksi ini ada yang meminta untuk mengubah data laba agar kinerjanya terlihat bagus, sehingga meninggalkan kesan bagus untuk perusahaan.

Hal itu pun akan membuat direksi memperoleh jumlah bonus yang maksimal.

6. Tujuan politik

Manajemen laba sangat bisa dilakukan karena alasan politik. Praktik ini sering dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang mengelola sumber daya alam yang dibutuhkan masyarakat, misalnya minyak bumi, gas, dan lainnya.

Misalnya, perusahaan itu mengurangi angka laba yang diperoleh yang dilaporkan kepada pemerintah. Alasannya agar bisa memperoleh subsidi. Subsidi itu akan sangat mereka butuhkan.

Sementara itu, perusahaan dengan kinerja yang baik tentu akan dipotong jumlah subsidinya atau bahkan tidak memperolehnya sama sekali.


Cara Menerapkan Manajemen Laba

Anda pasti penasaran bagaimana cara melakukan manajemen laba. Memang yang melakukannya adalah mereka yang paham akuntansi.

Namun, Anda yang tidak paham akuntansi juga boleh untuk mengetahuinya. Anggap saja ini sebagai pengetahuan karena siapa tahu Anda butuhkan suatu saat nanti.

1. Mengubah metode akuntansi

Masing-masing perusahaan punya metode akuntansi tertentu dalam menyajikan laporan keuangan. Metode tahun ini bisa saja berbeda dengan metode sebelumnya karena ada data yang memang ingin diubah.

Misalnya, perusahaan ingin seolah-olah laba yang dimilikinya naik atau turun. Biasanya metode perhitungan yang diubah ada di depresiasi aktiva atau aset. Apalagi depresiasi ini rumus perhitungannya ada lebih dari satu, jadi bisa dipilih yang sesuai.

2. Mengatur kebijakan akuntansi

Hal yang diatur dalam hal ini adalah kebijakan perkiraan akuntansi. Atau dengan kata lain, Anda membuat estimasi akuntansi sendiri.

Caranya dengan memakai judgement yang melibatkan subjektivitas dalam menentukan estimasi piutang yang tidak tertagih, estimasi biaya garansi yang harus dikeluarkan, dan estimasi biaya untuk masalah di pengadilan.

3. Menggeser periode pendapatan atau biaya 

Hal ini berkaitan dengan keputusan operasional perusahaan. Cara yang biasanya dilakukan adalah mempercepat atau menunda pengeluaran untuk riset dan pengembangan produk perusahaan.

Lalu, mempercepat atau menunda budget untuk iklan sampai ke periode selanjutnya. Ada lagi menjual aktiva tetap yang sudah tidak digunakan perusahaan. 

Atau bisa digunakan pada saat bekerja sama dengan perusahaan lain seperti, menunda pengiriman tagihan piutang sampai periode nanti.


Baca juga: Apa itu Profit dalam Bisnis dan Cara untuk Meningkatkannya


Manajemen laba adalah hal wajar yang dilakukan perusahaan untuk tujuan tertentu. Hal ini akan sering Anda temukan. Yang bisa melakukannya pun mereka yang berpengaruh di perusahaan dan tujuannya bisa bermacam-macam.


Pelaku UMKM Bisa Menaikkan Keuntungan dengan Pinjaman Modal Rakyat

Anda yang punya bisnis UMKM biasanya terkendala pada modal untuk menaikkan keuntungan. Untuk meraih kredit modal yang mudah, Anda bisa mengandalkan Modal Rakyat.

Modal Rakyat menyediakan pinjaman di Rp500 ribu, hingga ke modal Rp2 miliar, Anda bisa menentukannya sesuai keinginan. Bunga yang akan Anda bayarkan termasuk kompetitif.

Meminjam di Modal Rakyat termasuk aman karena sudah legal dari OJK. Ajukan pinjaman mudah UMKM di Modal Rakyat.

Artikel Terkait
image image
Artikel Baru