Gaya Hidup

10 Mindset yang Dimiliki Orang Kaya

Brigitta Winasis-

07 May 2021

10 Mindset yang Dimiliki Orang Kaya

Tahukah Anda, menjadi orang sukses maupun gagal adalah pilihan? Anda bisa menentukan sendiri seperti apa Anda ingin hidup, semua itu tergantung mindset yang Anda bentuk. Semakin kita menanamkan mindset orang kaya, semakin kita melangkah menuju kekayaan itu sendiri.

Seperti apakah orang sukses itu? Ada yang mendefinisikan kesuksesan sebagai kekayaan, kebahagiaan, kebebasan finansial, dan lain-lain. Ini tergantung pilihan Anda. Orang yang sukses dalam hidupnya tentu akan merasa bahagia karena berhasil meraih tujuan yang diidamkan.


Baca juga: 8 Mindset yang Dimiliki Pengusaha Sukses


Maka dari itu, perlu Anda tanamkan sejak muda pola pikir orang kaya dalam pikiran Anda. Apa sajakah itu? Berikut penjelasan lengkapnya.


Tidak Gampang Menyerah

Tips pertama adalah selalu tanamkan kata-kata "jangan menyerah" atau "pantang menyerah" sebelum sukses. Jika Anda gagal dalam bisnis lalu bangkrut, jangan patang semangat dulu. Mindset orang kaya adalah tidak menyerah walaupun hidupnya kini di titik terendah. Ia tetap semangat dan mampu menyemangati orang lain.

Di sisi lain, mindset orang miskin adalah cepat menyerah. Ketika mengalami kegagalan dalam bisnis, ia akan mundur dan tidak mau mencoba lagi. Ia akan terus terjebak dalam kemiskinannya dan memilih cara yang aman-aman saja. Akibatnya keadaan hidupnya tidak berkembang.


Mencoba Hal Baru

Masih berhubungan dengan tips pertama, mencoba hal baru juga penting dilakukan. Misalkan Anda berbisnis, lalu usaha tersebut gagal. Ternyata, bidang bisnis yang Anda geluti sudah ketinggalan zaman. Pantas saja jika bisnis itu kurang diminati konsumen.

Untuk mencegahnya, cobalah bisnis baru yang mungkin belum Anda tekuni tetapi sedang tren di 2021. Dengan begitu, Anda bisa mempelajari hal baru sekaligus menanamkan mindset orang kaya dalam diri Anda.


Baca juga: 5 Mindset Ini Bikin Kamu Gagal Merdeka Finansial


Anti Gila Hormat

Baik menjadi pengusaha maupun karyawan swasta yang sama-sama memiliki bawahan, ada baiknya Anda menghindari sifat gila hormat. Hal ini termasuk ciri orang kaya dengan sifat rendah hati. Orang yang selalu ingin dipuji justru kerap membuat orang lain tidak hormat. Jika ia dihormati, maka memang karena pantas dihormati.

Orang kaya akan merasa biasa-biasa saja ketika ada orang lain yang menghormatinya. Ia tidak ingin dipuji berlebihan. Jika ada orang yang ingin terus dipuji orang lain, maka ia belum memiliki mindset orang kaya.


Pendidikan Tetap Nomor Satu

Bagi anak muda, mungkin akan lebih memilih bekerja daripada melanjutkan pendidikan. Ada beberapa penyebabnya, misalnya khawatir tidak ada biaya atau ingin menghasilkan uang.

Memang pendidikan tinggi tidak menjamin kesuksesan dalam berkarier. Namun dengan memiliki pendidikan yang tinggi, Anda memiliki peluang yang lebih bagus untuk karier yang lebih baik. Dengan begitu peluang Anda sukses akan lebih besar. Anda juga akan memiliki wawasan yang lebih luas jika hendak membuat bisnis sendiri.


Hemat

Mindset hemat ini perlu Anda tanamkan jika ingin cepat kaya. Berhemat bukan berarti Anda tidak boleh makan makanan mahal atau menikmati hiburan serta jalan-jalan. Anda harus menempatkan segala pengeluaran tersebut dalam skala prioritas.

Misalkan Anda bekerja sebagai content creator yang membutuhkan konten segar, mungkin kebutuhan utama Anda adalah mencari tempat makan menarik untuk diulas. Namun jika pekerjaan Anda adalah karyawan swasta, tentu kebutuhan pengeluaran Anda akan berbeda.

Yang penting adalah jangan terjebak pada pemikiran "hidup cuma sekali". Hal ini akan membuat Anda menghambur-hamburkan uang dan tanpa sadar menjadi pribadi yang boros. Ingat selalu prioritas Anda demi kebebasan finansial di masa depan.

Sebagai saran, ada baiknya Anda memisahkan antara rekening utama dengan rekening tabungan. Rekening utama ini dapat Anda gunakan untuk pengeluaran hidup sehari-hari. Sementara itu, masukkan sejumlah uang secara rutin sebagai tabungan di rekening yang lain. Cara ini akan membantu Anda berhemat.


Menjadi Kaya Tak Harus Terlahir dari Keluarga Kaya

Memang benar kekayaan dapat diwariskan turun-temurun. Namun tahukah Anda, banyak konglomerat di dunia yang berasal dari keluarga kurang mampu? Mereka harus jatuh bangun sebelum meraih kesuksesan.

Sebagai contoh pemilik Alibaba Group, Jack Ma. Sebelum memiliki perusahaan e-commerce raksasa, ia terlahir sebagai keluarga miskin dan tak pernah mendapat pendidikan yang layak. Namun kini ia dinobatkan sebagai salah satu dari 50 Pemimpin Terhebat di Dunia.


Manfaatkan Utang

Mungkin Anda bingung apa maksudnya dengan memanfaatkan utang. Selama ini orang berpikir utang lekat dengan konotasi yang buruk. Memang demikian, jika uang dari utang itu hanya dihambur-hamburkan untuk kebutuhan tersier seperti HP baru, jalan-jalan demi pamer postingan Instagram, membeli barang-barang bermerk, dan lain-lain.

Namun tahukah Anda, utang juga bisa membuat Anda berkembang? Hal ini disebut dengan utang produktif. Artinya utang berpotensi membuat Anda punya penghasilan sampingan. Misalnya Anda berutang untuk mencicil properti yang setiap tahun harganya akan naik. Properti ini lalu Anda sewakan ke orang lain, sehingga menjadi keuntungan bagi Anda.

Sebagai catatan, ingat agar utang yang Anda bayarkan tidak lebih besar daripada 30 persen penghasilan per bulan agar tidak mempengaruhi pos keuangan lainnya.


Menabung Sedikit Demi Sedikit

Pernahkah Anda mendengar istilah, sedikit demi sedikit akan jadi bukit? Istilah ini tepat disematkan dalam hal menabung.

Mungkin Anda merasa menabung Rp500 ribu dalam sebulan tidak akan membuat Anda cepat kaya. Namun jika dihitung, menyisihkan uang dengan jumlah tersebut dalam kurun waktu 10 tahun bisa membuat Anda memiliki Rp60 juta. Belum lagi ditambah bunganya.

Faktanya, lebih baik menyisihkan sedikit dalam jangka waktu panjang daripada langsung menabung banyak tetapi jarang-jarang.

Menabung juga membantu Anda dalam mengatur keuangan. Pengeluaran Anda akan lebih terkontrol. Selain itu, Anda jadi punya jaminan di masa depan. Lebih baik lagi jika Anda menginvestasikan uang Anda untuk mendapatkan hasil yang lebih banyak lagi di kemudian hari.


Uang Bisa Membeli Kebahagiaan

Pepatah mengatakan uang tidak dapat membeli kebahagiaan. Namun hal ini salah besar. Bayangkan jika Anda ingin jalan-jalan ke tempat yang indah, tentu Anda akan merasa bahagia, bukan? Tidak bisa dipungkiri, hal tersebut membutuhkan uang.

Contoh lain bagi Anda yang gemar berbelanja, Anda mungkin merasa bahagia saat memiliki barang baru. Atau bagi Anda yang memiliki hobi fotografi, tentu dengan senang hati akan membeli kamera model terbaru yang Anda idamkan jika memang memiliki dana untuk itu.

Hal ini merupakan contoh lain bahwa uang dapat "membeli kebahagiaan". Semua itu tergantung bagaimana Anda memanfaatkan uang Anda.

Meskipun terkesan sepele, mindset ini perlu Anda tanamkan. Tidak hanya soal kebahagiaan, memiliki banyak uang juga menjadi jaminan hidup lebih nyaman di masa depan.


Uang Bukan Tujuan

Tips terakhir adalah posisikan mindset Anda bahwa uang bukan tujuan dari segalanya. Memang benar dalam tips di atas uang dapat digunakan untuk "membeli" kebahagiaan, tetapi Anda tidak perlu terlalu fokus pada nominal yang besar.

Kebanyakan orang bekerja keras untuk mendapat uang. Namun dengan mindset semacam ini, Anda hanya akan terfokus pada berapa banyak uang yang bisa Anda hasilkan. Anda akan lupa berpikir bagaimana caranya meningkatkan kualitas pekerjaan Anda, baik sebagai pebisnis maupun karyawan.

Ubah pemikiran menjadi "uang sebagai alat". Uang memang penting, tetapi bukan ini tujuan utama Anda. Uang adalah alat untuk meraih kekayaan dan kesuksesan dalam hidup. Dengan begitu usaha yang Anda lakukan menjadi maksimal. Jika Anda berusaha dengan optimal, uang yang Anda hasilkan juga meningkat.


Demikian penjelasan tentang apa saja mindset orang kaya yang perlu Anda tanamkan sejak muda, baik sebagai pebisnis maupun sebagai karyawan. Mindset lain yang tak kalah penting adalah orang kaya selalu menginvestasikan waktu dan uangnya untuk hal-hal bermanfaat. Misalnya dengan menjadi pendana bagi UMKM di P2P lending Modal Rakyat. Selain membantu pendanaan usaha milik orang lain, uang yang Anda tanamkan juga akan berkembang dan membantu Anda meraih impian menjadi orang kaya.

Artikel Terkait
image image
Artikel Baru