Finansial

Payback Period adalah: Kelebihan dan Cara Perhitungannya

Pretty Angelia Wuisan-

02 Dec 2021

Payback Period adalah: Kelebihan dan Cara Perhitungannya

Payback period adalah istilah yang perlu dipahami oleh para investor. Saat memutuskan berinvestasi, investor harus membuat target kapan modal itu akan kembali padanya. Payback period akan membantu Anda mengetahui kurun waktu pengembalian modal.

Rumus payback period akan membuat Anda jadi tidak menunggu dalam kepastian. Di sini akan dijelaskan segala sesuatu tentang payback period.


Baca juga: Cara Mempersiapkan Investasi yang Menguntungkan


Pengertian Payback Period adalah

Saat berinvestasi, Anda pasti ingin modal yang Anda investasikan itu kembali pada Anda dengan jumlah yang sudah bisa diperhitungkan dengan baik.

Selain itu, waktu pengembalian juga menjadi unsur yang tidak kalah penting. Anda bisa menentukan waktu pengembalian itu lama atau malah sebentar. Semuanya tergantung dari pilihan Anda.

Di sinilah rumus payback period akan dibutuhkan. Payback period merupakan jumlah tahun atau waktu yang harus dilalui oleh investor untuk mengembalikan dana yang disetorkan pada suatu proyek.

Istilah ini dapat diartikan periode pengembalian modal. Biasanya rumusnya dihitung ketika Anda akan terlibat sebuah proyek bisnis.

Tentunya proyek itu diharapkan menghasilkan keuntungan yang akan menjadi profit juga untuk para investor. Biasanya untuk proyek ini, investor lebih menyukai waktu pengembalian yang sebentar. Keputusan investasi juga dipengaruhi oleh waktu.

Apabila jumlah investasi laba yang dijanjikan besar, tapi waktu pengembalian tidak jelas, investor tentu akan memilih mundur karena mereka hanya menyukai investasi yang jelas.


Kelebihan Payback Period

Payback period adalah rumus yang mempunyai keuntungan bagi mereka yang menggunakannya. Ini penjelasannya.

1. Mengetahui secara pasti waktu untuk tahu kapan modal kembali

Investasi awal yang Anda tanamkan tidak hanya dihitung dari modal, tapi berapa waktu yang diperlukan agar modal kembali pada Anda, yang nanti bisa ditambah dengan keuntungan.

Waktu yang dapat diperhitungkan ini tentunya tidak akan membuat Anda menunggu dalam kecemasan.

Anda juga akan tahu apakah suatu aktivitas modal membutuhkan pengembalian dalam waktu panjang atau waktu pendek. Perhitungannya akan mempengaruhi keputusan Anda terhadap investasi tersebut.

2. Memilih proyek yang tepat

Investor memberikan pinjaman modal pada suatu proyek karena mengharapkan imbal hasil memuaskan. Salah satu hal yang akan berpengaruh di sini adalah tidak salah dalam memilih proyek.

Untuk bisa memilih proyek yang tepat, besaran laba yang dijanjikan bukan hanya menjadi indikator, tapi juga waktu modal kembali yang dijanjikan pada Anda.

Biasanya pemilik proyek menjanjikan akan mengembalikan modal dalam waktu sekian. Anda boleh menjadikan hal itu sebagai patokan, tapi Anda juga perlu membuktikan apakah proyek itu benar-benar bisa selesai sesuai target. Payback period adalah perhitungan dapat diandalkan pada kasus ini.

3. Mudah untuk diterapkan

Rumus payback period adalah sederhana, sehingga cara menghitungnya pun terbilang mudah.

Rumus yang umumnya dipakai adalah membagi nilai investasi dengan investasi untuk per tahunnya. Untuk lebih jelasnya, rumus ini akan dibahas di bawah.

4. Mengetahui gambaran risiko

Setiap proyek memiliki waktu pengerjaan dan risikonya masing-masing. Anda pasti pernah melihat suatu proyek bangunan terlantar karena beberapa masalah, salah satunya adalah dana yang dibutuhkan ternyata lebih dari perkiraan, sehingga butuh waktu lebih lama selesai.

Untuk terhindar dari kasus ini, Anda perlu menghitung payback period. Dengan begitu, waktu pengerjaan proyek juga bisa Anda dapatkan. 

Proyek yang dapat diselesaikan secara cepat, biasanya yang punya risiko paling rendah.


Kekurangan Payback Period

Selain kelebihan, payback period adalah perhitungan yang mempunyai kekurangan juga. Ini penjelasannya.

1. Tidak memperhitungkan laba

Rumus payback period bisa dikatakan mudah, tapi itu hanya diperuntukkan menghitung periode saja. Anda tidak akan mendapatkan gambaran jumlah laba yang bisa diraih.

Untuk menghitung perkiraan laba, Anda butuh rumus tambahan yang dikhususkan untuk menghitung perkiraan laba.

2. Tidak memperhitungkan biaya investasi

Ketika mengeluarkan modal untuk sebuah proyek, ada biaya-biaya tambahan yang perlu Anda keluarkan juga. Biaya tersebut disebut sebagai biaya investasi.

Dengan hanya mengandalkan payback period, Anda jadi tidak akan memperhitungkan biaya investasi. Padahal biaya ini juga perlu dihitung supaya Anda bisa menghitung laba bersih.


Indikator Payback Period

Untuk menghitung payback period adalah Anda membutuhkan berbagai indikator yang akan dijabarkan di sini. Tujuannya adalah memilih investasi yang tepat untuk diberikan modal.

Ini dia indikator yang akan membantu Anda dalam menerapkan payback period.

  • Ketika membandingkan beberapa proyek dengan payback period, pilih yang hasilnya lebih cepat.
  • Apabila hasil hitung payback period lebih cepat ketimbang waktu selesainya proyek, proyek itu layak untuk Anda pilih.
  • Apabila hasil hitung payback period lebih lama ketimbang waktu selesainya proyek, proyek itu sebaiknya Anda tidak pilih.


Cara Perhitungan Payback Period

Cara menghitung payback period adalah ada berbagai macam jalan. Umumnya rumus payback period adalah:

Payback Period atau PP  = Nilai investasi awal / aliran kas bersih

Rumus ini bisa digunakan dengan catatan arus kas per tahun nilainya sama.

Ada lagi rumus payback period untuk aliran kas bersih yang per tahunnya berbeda adalah:

Payback Period = n + (a : b) x 1 tahun

Keterangan:

n adalah syarat yang berlaku untuk periode kembalinya investasi.

a adalah besaran kumulatif arus kas untuk tahun yang terakhir (n).

b adalah arus kas setelah arus kas tahun ini berjalan (rumusnya adalah n + 1)


Contoh Kasus Payback Period

Supaya lebih memahami payback period, di sini akan diberikan dua contoh perhitungan.

1. Payback period cash flow sama

Perusahaan CBA ingin membeli alat pabrik baru untuk menunjang operasionalnya. Untuk mempunyai alat itu perusahaan CBA mengeluarkan dana Rp100 juta. Setelah dihitung, alat tersebut mampu membuat perusahaan punya arus kas bersih Rp50 juta untuk per tahunnya. 

Berapa payback period yang dimilikinya?

PP  = Nilai investasi awal / aliran kas bersih

PP = 100 juta / 50 juta

PP = 2 tahun

Jadi, pengembalian dana akan diraih setelah 2 tahun.

2. Payback period cash flow berbeda

Sebuah perusahaan menawarkan proyek investasi sebesar Rp500 juta dengan umur 5 tahun. Periode pengembalian yang dijanjikan adalah 3 tahun.

Arus kas untuk per tahunnya adalah sebagai berikut:

  • Tahun 1 = Rp250 juta
  • Tahun 2 = Rp200 juta
  • Tahun 3 = Rp150 juta
  • Tahun 4 = Rp100 juta
  • Tahun  5 = Rp50 juta

Berapa payback period-nya?

Anda perlu hitung arus kas terlebih dulu

  • Tahun 1 = Rp250 juta
  • Tahun 2 = Rp450 juta
  • Tahun 3 = Rp600 juta
  • Tahun 4 = Rp700 juta
  • Tahun 5 = Rp750 juta

 Payback Period = n + (a : b) x 1 tahun

PP = 3 + ((500 juta - 450 juta) : (600 juta - 450 juta)) x 1 tahun

PP = 3 + (50 juta : 150 juta) x 1 tahun

PP = 3 + 0,3

PP = 3 tahun 3 bulan

Ppengembalian modal akan terjadi 3 tahun 3 bulan. 


Baca juga: Memilih Bisnis Investasi Online Terpercaya


Payback period bisa Anda manfaatkan untuk mengetahui kapan pengembalian dana. Namun, jangan lupa untuk memperhitungkan laba dan biaya investasi yang akan ikut mempengaruhi besaran laba yang lebih tepat. 


Kembangkan Modal dengan Imbal Hasil Menggiurkan Lewat Modal Rakyat

Anda punya dana dan ingin membuat jumlahnya bertambah di masa depan? Mendanai UMKM bisa jadi pilihan yang tepat. 

Mendanai di Modal Rakyat aman dan mudah karena sudah berizin legal OJK.

Pendanaan pertama Anda bisa dimulai dari Rp25.000. Imbal hasil yang ditawarkan pada pendana mencapai 18% dalam per tahunnya. 

Dapatkan Rp25.000 gratis di pendanaan pertama Anda dengan input kode BLOG25 untuk top up dana.

Artikel Terkait
image image
Artikel Baru