Finansial

Pemula Lebih baik Investasi Reksa Dana Saham atau Saham?

Kabrina Rian Ferdiani-

26 Jan 2021

Pemula Lebih baik Investasi Reksa Dana Saham atau Saham?

Investasi adalah sebuah kegiatan menanamkan dana pada aset atau instrumen permodalan dalam jangka waktu tertentu. Ada beberapa jenis instrumen di pasar modal yang dapat Anda lirik. Dua diantaranya yaitu reksa dana saham dan saham (pasar ekuitas). Meskipun sama-sama mengandung unsur saham, namun keduanya jelas berbeda.

Reksa dana adalah produk permodalan di mana dana dari bebara investor dikumpulkan dan dikelola oleh pihak yang dinamakan Manajer Investasi (MI). Jenisnya ada 4, salah satunya adalah reksa dana saham, di mana sebagian besar dananya ditempatkan pada saham emiten yang terdaftar di Bursa Efek. Sedangkan sebagian lainnya ditempatkan pada obligasi dan pasar uang.

Jadi, investor hanya perlu menyetorkan uang kepada MI. Selepas itu, MI akan menempatkan dana tersebut ke pasar modal. Sementara dalam investasi di pasar ekuitas, investor melakukan transaksi jual beli surat berharga tersebut secara mandiri. Jika tidak memiliki pengetahuan mumpuni tentang pasar, bisa-bisa investor menanggung risiko kerugian.

Nah, apabila Anda masih memiliki keraguan untuk memilih jenis instrumen paling tepat, sebaiknya cari tahu terlebih dahulu mana yang paling sesuai untuk tujuan finansial Anda. Berikut ini adalah ulasan tentang dua jenis instrumen pendanaan yang bisa dijadikan pilihan.


Baca juga: 5 Tips Investasi Reksa Dana bagi Para Pemula



Bagaimana Peluang Keuntungannya?

Ketika melakukan investasi, tentu setiap orang menginginkan hasil keuntungan secara optimal. Baik reksa dana saham ataupun saham sama-sama memiliki peluang keuntungan cukup menarik dengan tingkat imbal hasil bervariasi. Jika Anda memutuskan menanamkan modal di reksa dana saham, maka keuntungannya diperoleh dari kenaikan harga unit penyertaannya.

Besar perolehan keuntungan dari jenis investasi satu ini akan berbeda tergantung beberapa hal seperti kondisi perekonomian secara umum, kinerja MI, dan sebagainya. Idealnya, jenis reksa dana ini digunakan untuk permodalan jangka menengah hingga panjang. Keuntungan memilihnya adalah Anda tidak perlu kerepotan mengelola uang sendiri karena tugas tersebut diemban MI. 

Di sisi lain, keuntungan dari penanaman dana di pasar ekuitas didapatkan dari capital gain alias keuntungan modal. Misalnya Anda membeli surat berharga tanda kepemilikan sebuah emiten dengan harga Rp3.000 per lembar. Setelah satu tahun, ternyata bisnis emiten tersebut bertumbuh dengan baik sehingga harga surat berharga kepemilikannya naik menjadi Rp4.500 per lembar.

Jika Anda menjualnya dengan harga Rp4.500, maka terdapat selisih dari harga awal sejumlah Rp1.500 per lembar. Selisih itulah yang disebut capital gain. Selain capital gain, keuntungan investasi saham lainnya diperoleh dari pembagian dividen. Keuntungan bisnis perusahaan biasanya akan dibagikan kepada pemegang kepemilikan dalam bentuk dividen.

Pembagian dividen biasanya dilakukan satu atau dua kali tiap tahunnya. Namun jika perusahaan tidak mendapat keuntungan, bisa saja dividen tidak dibagikan. Dilihat dari besarnya keuntungan, saham memang menawarkan imbal hasil lebih besar ketimbang reksa dana saham. Namun Anda juga perlu mempertimbangkan aspek-aspek lainnya. 


Baca juga: Ingin Investasi Saham? Ketahui Kelebihan dan Kekurangannya


Risiko yang Harus Diwaspadai

Tidak ada suatu instrumen investasi tanpa risiko, begitu juga berlaku pada jenis reksa dana saham maupun pasar ekuitas. Membeli unit reksa dana berarti Anda siap menerima keuntungan maupun kerugian yang bisa saja terjadi. Tidak seperti tabungan maupun deposito yang mendapat jaminan oleh LSP, tidak ada jaminan kerugian pada reksa dana.

Jadi ketika reksa dana saham Anda mengalami kerugian, maka kerugian tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Besarnya return juga tidak pasti, bisa untung dan juga rugi. Ada juga risiko reksa dana dibubarkan oleh OJK karena alasan tertentu. Untuk itu, Anda harus memilih produk yang sudah teruji kinerjanya. 

Sementara itu, investasi di pasar ekuitas juga memiliki risiko yang tidak kalah besar. Misalnya adanya capital loss atau kerugian modal akibat kinerja perusahaan menurun atau kondisi perekonomian memburuk. Ada pula risiko tidak mendapat dividen akibat terjadinya kerugian bisnis sehingga tidak memperoleh laba.

Risiko terbesar pendanaan di pasar ekuitas yaitu perusahaan bangkrut sehingga investor hanya menerima likuidasi terakhir. Bahkan bisa juga uang investor hilang 100%. Oleh sebab itu, Anda harus jeli dalam memilih emiten sehingga terhindar dari risiko tersebut. Jika dilihat dari risikonya, reksa dana saham memiliki risiko lebih kecil dibanding saham. 


Baca juga: 4 Investasi Jangka Pendek Terbaik untuk Anda


Mana yang Terbaik untuk Pemula?

Jumlah investor individu di Indonesia kian meningkat khususnya dari kalangan kaum millenial. Namun menjadi seorang investor pemula tentu belum mengetahui banyak hal sehingga cenderung takut untuk menanamkan dana dalam jumlah besar. Prinsip dalam investasi adalah untuk menumbuhkan nilai aset yang kita miliki.

Namun sebelum memikirkan tentang keuntungan, investor juga perlu menyiapkan strategi agar terhindar dari kerugian. Salah satu cara terbaik agar tidak mengalami kerugian yaitu dengan memilih jenis pendanaan yang risikonya rendah. Dari kedua jenis instrumen yang telah kita bahas sebelumnya, maka instrumen dengan risiko lebih rendah adalah reksa dana saham. 

Investor pemula yang belum mengetahui bagaimana cara kerja saham di pasar modal, sebaiknya tidak langsung terjun ke instrumen investasi tersebut. Menanamkan uang di reksa dana saham lebih mudah karena Anda tidak perlu mengerti pasar modal secara mendalam dan memilih ekuitas secara mandiri.

Selain reksa dana jenis saham, ada tipe reksa dana yang risikonya lebih kecil yaitu reksa dana pasar uang dan pendapatan tetap. Keduanya bisa Anda jadikan pilihan jika menginginkan instrumen yang relatif lebih aman. Meski demikian, return keduanya memang lebih kecil. Selain itu ada pula jenis pendanaan lain yang tidak kalah menarik, yaitu P2P Lending.

Melalui P2P Lending, Anda bisa memperoleh keuntungan sekaligus membantu mendanai UMKM. Rekomendasi P2P Lending terpercaya adalah Modal Rakyat yang keuntungannya bisa mencapai 15-25% per tahun. Tidak perlu modal tinggi, Anda bisa mulai mendanai dengan Rp25.000 saja.

Artikel Terkait
image image
Artikel Baru