Finansial

Ingin Investasi Saham? Ketahui Kelebihan dan Kekurangannya

Kabrina Rian Ferdiani-

20 Nov 2020

Ingin Investasi Saham? Ketahui Kelebihan dan Kekurangannya

Saham menjadi salah satu instrumen investasi yang sering terdengar oleh masyarakat. Meskipun namanya cukup populer, nyatanya instrumen ini tidak banyak dikenal dan dipahami masyarakat luas. Ternyata banyak yang masih menganggap bahwa menanamkan modal melalui saham hanya bisa dilakukan oleh orang-orang “berduit”.

Padahal anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar karena siapapun kini dapat ikut terjun dalam instrumen pasar modal ini. Dengan cara menabung saham, Anda sudah dapat memiliki penyertaan modal dengan uang mulai Rp100.000 saja setiap bulannya. Jadi, tidak perlu khawatir jika hanya memiliki dana terbatas.

Definisi saham sendiri menurut situs Bursa Efek Indonesia adalah tanda penyertaan modal yang dimiliki individu maupun badan usaha dalam sebuah perusahaan (emiten). Dengan demikian, pihak tersebut memiliki hak atas pendapatan maupun aset perusahaan. Sebelum investasi di instrumen ini, kenali kelebihan dan kekurangannya berikut.


Baca juga: Mitos‌ ‌Tentang‌ ‌Saham‌ ‌dan‌ ‌Fakta‌ ‌yang‌ ‌Sebenarnya‌


Kelebihan dari Investasi Saham 

Setiap melakukan penanaman modal pasti ada kelebihan dan kekurangan. Sehingga hal itu dapat menjadi pertimbangan yang matang untuk Anda. Berikut ini kelebihan dari penanaman modal saham yang harus diketahui.

Dividen

Setiap instrumen penanaman modal tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, begitu juga dengan saham. Investor saham akan menerima keuntungan dengan adanya dividen. Pengertian dari dividen sendiri adalah pembagian laba perusahaan kepada para pemegang saham. Sehingga saat memiliki penyertaan modal di suatu perusahaan, Anda bisa menikmati keuntungannya.

Kenaikan Harga (Capital Gain)

Aktivitas perusahaan yang positif di bursa efek akan berdampak pada capital gain alias kenaikan harga saham. Kenaikan ini merupakan selisih harga jual dan harga beli saham sehingga menguntungkan investor. Saat harga di pasar modal melonjak dari Rp3.000 ke Rp4.000 per lembar, maka Anda memperoleh keuntungan Rp1.000 per lembar dari investasi ini.

Modal Kecil

Saham adalah instrumen investasi yang menjanjikan dengan tingkat pengembalian (return) tinggi jika dijalankan dengan tepat. Terlebih lagi penanaman modal ini bisa dilakukan dengan modal Rp100.000 saja. Tidak heran jika banyak orang semakin berminat bermain di instrumen ini. Cobalah rutin menabung saham setiap bulan agar terasa ringan.

Return Besar

Dengan modal kecil yang Anda keluarkan, ternyata saham memberikan tingkat pengembalian menggiurkan. Jika penanaman modal ini dilakukan dalam jangka waktu yang panjang, keuntungannya juga akan sangat terasa. Hal ini mengingat fluktuasi harga yang cenderung meningkat dalam periode lama. Keuntungannya bahkan ias mencapai 100 persen.

Aman dan Transparan

Investasi ini terbilang aman karena setiap investor bisa memantau aktivitas jual beli secara langsung, yakni melalui bursa efek. Artinya, setiap transaksi sifatnya sangat terbuka dan bisa diketahui secara transparan oleh semua “pemain” saham. Jadi, investor tidak harus cemas karena dana tidak berisiko dibawa kabur.

 

Kekurangan Investasi Saham

Melakukan penanaman modal memang jadi pilihan sebagian orang untuk mengatur dana yang dimiliki sebagai simpanan masa tua. Akan tetapi, Anda perlu waspada karena jika sembarangan dalam melakukannya akan menyebabkan hal di bawah ini.

Risiko Tinggi

Instrumen ini termasuk ke memiliki profil risiko tinggi. Sesuai pada prinsip penanaman modal, semakin tinggi risikonya semakin tinggi juga untuk pengembaliannya. Sehingga Anda harus berhati-hati saat memutuskan untuk bermain di area ini. Untuk itu, pelajari sedetail agar tidak terjerumus dalam kerugian di kemudian hari.

Potensi Capital Loss

Selain capital gain, terdapat risiko capital loss yang juga memiliki kemungkinan untuk terjadi. Capital loss sendiri merupakan kondisi yang menunjukkan adanya penurunan harga jual dari harga beli. Harga instrumen ini di pasar modal terbilang sangat likuid dan mudah berubah. Untuk mengatasi permasalahan ini, hindari melakukan investasi saham secara jangka pendek.

Harus Dilakukan Sendiri

Salah satu kelemahan saat bermain di instrumen ini adalah Anda harus menjalankannya sendiri. tidak ada pihak yang bekerja untuk Anda, jadi pastikan memiliki pengetahuan memadai tentang saham. Anda juga perlu mengikuti update pergerakan harga agar tidak salah langkah. Selain itu, penting pula menahan emosi supaya tidak gegabah mengambil keputusan.

Kurang Disarankan untuk Investor Pemula

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, investasi saham memiliki risiko tinggi. Jadi, instrumen ini tidak menjadi rekomendasi utama bagi investor pemula. Pasalnya, investor pemula cenderung memiliki kekhawatiran berlebih dan cepat panik saat melihat pergerakan harga di pasar modal. Sehingga rawan mengambil keputusan yang justru merugikan.


Baca juga: Ragam Risiko Investasi Saham yang Perlu Dipertimbangkan


Tips Investasi Saham dengan Aman

Anda tidak perlu ragu untuk melakukan investasi meski ada beberapa risiko yang mengintai. Hal ini bisa dihindari dengan berbagai cara demi kenyamanan dan keamanan berinvestasi, termasuk beberapa tips berikut ini.

Pilih Perusahaan Berfundamental Positif

Dalam dunia saham, terdapat istilah blue chip yang dikenal memiliki fundamental baik. Karakter perusahaan berfundamental baik antara lain memiliki nama populer dan dikenal public (misalnya BUMN), usahanya jelas, memiliki produk yang laku di pasaran, utang tidak banyak, dan sebagainya. Blue chip memiliki pergerakan yang lebih baik dan menguntungkan investor.

Diversifikasi

Diversifikasi sangat penting dalam investasi untuk mengurangi risiko kerugian akibat menempatkan dana di satu tempat saja. Sebaiknya Anda membeli beberapa jenis saham yang berbeda untuk menjaga keamanan. Apabila salah satu mengalami kerugian, Anda masih bisa bernafas lega karena masih memiliki saham di tempat lain.

Mempelajari Analisis

Jika memutuskan untuk bermain di instrumen investasi ini, mau tidak mau Anda harus melakukannya sendiri. Itu berarti Anda perlu mempelajari banyak hal termasuk melakukan analisis. Secara umum, terdapat dua jenis analisis yang sering digunakan oleh para pemain, yaitu analisis teknikal dan fundamental.

Mencoba Instrumen Lain

Apabila Anda masih ragu dengan instrumen saham, tidak ada salahnya memilih jenis lain yang lebih mudah. Salah satunya yaitu pendanaan P2P (Peer to Peer) Lending, di mana investor menempatkan dananya untuk dipakai sebagai pinjaman bagi perusahaan kecil (UMKM). P2P Lending banyak diminati karena keuntungannya juga tinggi.

Salah satu platform P2P Lending yakni Modal Rakyat memberikan keuntungan sebesar 15-25% per tahun. Investor tidak harus menyediakan modal besar, bahkan bisa memulainya dari Rp25.000 saja.


Baca juga: Tips Investasi Saham Modal Minim bagi Pemula Milenial

Artikel Terkait
image image
Artikel Baru