Finansial

Analisis Teknikal dalam Trading Saham, Trader Wajib Paham!

Pretty Angelia Wuisan-

23 Nov 2021

Analisis Teknikal dalam Trading Saham, Trader Wajib Paham!

Analisis teknikal adalah hal yang tidak boleh Anda abaikan ketika memutuskan untuk trading saham. Strategi ini akan membantu Anda dalam mengambil keputusan terkait dengan trading saham.

Untuk lebih mengenalnya, di sini akan dijelaskan analisis teknikal dan perbedaannya dengan analisis fundamental.


Baca juga: Memahami Apa itu ETF dan Perbedaannya dengan Reksa Dana


Apa itu Analisis Teknikal dalam Saham?

Analisis saham teknikal adalah strategi menganalisis pergerakan harga saham dengan mengandalkan grafik dan mempelajari pola pergerakannya supaya nanti menjadi petunjuk pengambilan keputusan dalam trading saham.

Dengan membaca grafik itu, Anda pun bisa memilih waktu yang dirasa tepat ketika akan melakukan jual-beli saham.

Lalu, dari mana Anda bisa lihat grafiknya? Biasanya platform-platform trading saham mempunyai fitur grafik harga saham.

Untuk menentukan waktu membeli atau menjual saham, Anda bisa menggunakan grafik yang diatur minimal 1 hari, seminggu, 1 bulan, dan seterusnya.  Data pasar yang digunakan cenderung pendek, oleh sebab itu pergerakan harga saham akan sangat berarti untuk Anda. 

Analisis teknikal yang digunakan oleh trader perlu menggunakan data seperti harga dan volume, pergerakan indeks saham, dan komponen lainnya. 

Di analisis teknikal Anda tidak perlu memperhatikan kondisi keuangan perusahaan, kondisi ekonomi, atau rencana ekspansi atau kebijakan perusahaan di masa nanti. Oleh sebab itu analisis saham teknikal lebih cocok untuk Anda yang mengincar keuntungan jangka pendek.


Bedanya Analisis Teknikal dan Analisis Fundamental

Untuk mengenali analisis saham teknikal dan fundamental dengan baik. Anda perlu tahu perbedaannya terlebih dulu.

1. Data yang diperlukan

Masing-masing analisis membutuhkan data yang menjadi petunjuk untuk mencari jawaban yang tepat pada keputusan berinvestasi saham.

Biasanya analisis saham teknikal datanya adalah harga saham, volume penjualan saham, fluktuasi indeks saham, dan lainnya.

Sedangkan analisis fundamental yang digunakan adalah data terkait perusahaan seperti laporan laba rugi, pertumbuhan perusahaan, perkembangan sektor yang menaungi perusahaan, dan lainnya.

2. Tujuan

Tujuan dua analisis ini sebenarnya sama-sama untuk membeli saham, demi meraih keuntungan. Namun, pada tujuan itu ada perbedaan yang cukup mendasar.

Analisis teknikal untuk memprediksi kapan sebaiknya Anda membeli saham, sedangkan analisis fundamental tujuannya adalah untuk membantu Anda membeli saham apa yang tepat.

3. Jangka waktu

Menurut jangka waktunya, analisis saham teknikal lebih pas digunakan Anda yang ingin meraih profit dalam jangka pendek.

Sedangkan, analisis fundamental lebih bagus untuk Anda yang mengincar keuntungan yang bisa diambil nanti alias jangka panjang.


Apa yang Perlu Diperhatikan di Analisis Teknikal?

Analisis saham teknikal memang membutuhkan pemahaman yang baik terkait dengan istilah-istilah saham dan praktiknya.

Ada grafik yang membantu Anda, pastinya Anda perlu mampu membaca grafik dan menyimpulkannya sesuai data. Hal itu adalah salah satu cara ampuh untuk menjaga saham Anda dari pengambilan keputusan yang salah.

Inilah yang perlu Anda perhatikan untuk analisis saham teknikal.

1. Grafik

Grafik merupakan medium yang wajib diperhatikan dalam analisis saham teknikal. Di awal mungkin Anda pusing dalam menentukan uptrend, downtrend, serta sideways yang menjadi titik penting dalam analisis ini.

Namun, grafik ini bisa dikatakan medium penting yang tidak tergantikan dengan medium lainnya. Apalagi Anda tidak perlu membuat grafik sendiri karena platform trading biasanya akan menyediakan grafik yang akurat untuk Anda.

Setiap hari, Anda perlu memperhatikan grafik saham karena perubahan harga saham akan selalu ada.

2. Support dan resistance

Ada beberapa istilah yang perlu Anda pahami di analisis saham teknikal, yaitu support dan resistance.

Support merupakan titik paling rendah yang harga saham tertentu. Biasanya ketika suatu saham sudah masuk ke titik terendah ini, harganya akan naik tidak lama kemudian.

Namun, itu juga tidak selalu karena titiknya bisa terus ke bawah hingga menjadi support baru. Ini yang perlu Anda perhatikan dengan baik.

Sementara resistance adalah titik teratas harga saham yang nanti ketika sudah mencapai titik itu, harga saham biasanya akan turun. Namun, bisa saja harga saham terus meninggi hingga membentuk resistance terbaru.


Indikator Analisis Teknikal

Indikator dapat Anda gunakan sebagai cara untuk melakukan analisis terhadap harga suatu instrumen. Dalam hal ini kita membahas mengenai saham. 

Inilah indikator yang bisa Anda pilih dalam menganalisis grafik saham.

1. Moving average

Indikator ini bisa kita singkat dengan MA. Anda bisa menggunakan indikator ini untuk menganalisis rata-rata pada harga penutupan saham. 

Caranya dengan mencatat harga penutupan, misalnya 10 hari. Kemudian Anda tambahkan 10 harga penutupan itu, kemudian dibagi menjadi 10. Hasilnya Anda tandai sebagai MA 10.

Sejatinya, MA yang perlu Anda cari untuk menilai harga saham adalah MA 10, MA 30, dan MA 200, yang artinya rata-rata dalam 10 hari, 30 hari, hingga 200 hari.

Hasil MA 10 dan MA 30, Anda gunakan untuk mengetahui fluktuasi harga sahamnya. Sedangkan untuk MA 200, Anda jadi bisa tahu apakah saham tersebut masuk ke tren bullish atau bearish.

Di sini Anda tidak perlu membaca keseluruhan grafik di hari yang sama. Anda hanya perlu memperhatikan harga penutupan di masing-masing hari.

2. Moving Average Convergence Divergence

Indikator ini hampir sama dengan MA yang sudah kita bahas sebelumnya. Bedanya, di sini Anda akan membandingkan MA untuk jangka panjang dan pendek.

Biasanya untuk menggunakan indikator ini, Anda perlu menggunakan diagram histogram. Ditambah dengan 2 garis berbeda yang Anda jadikan perbandingan, yaitu garis Signal dan garis MACD.

Anda bisa menggunakan analisis ini untuk menentukan titik overbought atau jenuh beli dan titik oversold atau jenuh jual. Anda juga bisa memprediksi momentum dan pembalikan arah tren. Periode yang dibandingkan biasanya 12-26 hari.

3. Stochastic

Indikator ini juga bisa diandalkan untuk menentukan momentum. Caranya dengan mencari harga penutupan akhir menggunakan harga tertinggi dan harga terendah untuk rentang waktu tertentu.

Indikator ini lebih kompleks dan bisa digabungkan dengan support dan resistance. Anda akan mengandalkan signal line dan trigger line sebagai rata-rata dari signal line. Ketika garis signal dan trigger bertemu atau berpotongan itu artinya bisa Anda tarik kesimpulan.

Apabila potongannya berada menuju ke atas artinya golden cross yang kesimpulannya pas untuk beli saham. Jika titiknya bertemu menuju ke bawah sudah saatnya menjual yang dinamakan death cross.  


Jenis Analisis Teknikal

Selain 3 indikator yang paling sering digunakan di atas, ada juga jenis lain dari analisis saham teknikal yang bisa diandalkan. Ini penjelasannya.

1. OBV atau On Balance Volume

Sesuai dengan namanya, analisis ini digunakan dengan membandingkan tren harga dan volume. 

Penilaiannya adalah apabila OBV naik, itu berarti volume beli jauh lebih besar dibandingkan volume jual.

Apabila OBV turun, artinya volume beli lebih kecil ketimbang volume jual. Maksudnya, lebih banyak trader yang menjual saham itu dibandingkan membelinya.

2. Accumulation or Distribution Line

Jenis analisis ini mempelajari aliran uang masuk dan yang keluar yang terekam pada suatu sekuritas. Biasanya dilihat dalam beberapa periode.

3. Average Directional Index

Analisis yang disebut juga dengan ADX ini digunakan untuk mengukur momentum tren saham. 

Apabila garis berada di bawah angka 20 berarti tren menurun. Apabila garis berada di atas angka 20 tren sedang naik.


Hal yang Memengaruhi Harga Saham

Selain membaca grafik, Anda juga harus paham apa saja yang bisa memengaruhi harga saham. Ini penjelasannya.

1. Aksi korporasi

Emiten yang melakukan buyback saham atau merger atau aksi korporasi lainnya, biasanya akan membuat harga sahamnya bergerak ke angka tertentu karena menarik perhatian investor.

2. Nilai tukar rupiah

Nilai tukar rupiah yang naik-turun juga bisa mempengaruhi harga saham yang berdampak positif atau malah sebaliknya.

3. Tingkat suku bunga

Tingkat suku bunga seperti BI 7 Day Repo Rate juga bisa berpengaruh terhadap pasar saham. Biasanya apabila suku bunga naik, investor lebih tertarik berinvestasi di instrumen yang mengandalkan bunga seperti deposito atau obligasi.


Baca juga: Memahami Cut Loss adalah pada Kegiatan Trading Saham


Itulah analisis teknikal yang perlu dipahami Anda yang ingin menjadi trader. Analisis ini tidak hanya hadir di saham, tapi juga bisa untuk instrumen forex dan cryptocurrency

Pertama melihatnya mungkin Anda mengalami kesulitan. Namun, semakin sering Anda mengulik analisis ini, Anda pun akan mahir.


Meraih Imbal Hasil dengan Mendanai Mudah di Platform Modal Rakyat

Anda ingin proses pendanaan yang mudah lewat online? Coba saja mengandalkan Modal Rakyat.

Di platform Modal Rakyat Anda bisa menjadi pendana untuk UMKM yang ingin mengembangkan usahanya. Dengan modal hanya Rp25.000, Anda sudah bisa membantu UMKM. Imbal hasilnya pun sampai 18%.

Pakai promo BLOG25 supaya Anda memperoleh bonus dana Rp25.000 ketika melakukan top up.

Artikel Terkait
image image
Artikel Baru