Finansial

Apa itu Obligasi? Ini Keuntungan Memilikinya

Brigitta Winasis-

29 Sep 2021

Apa itu Obligasi? Ini Keuntungan Memilikinya

Apa itu obligasi? Jenis investasi yang satu ini mulai dilirik banyak orang. Obligasi, seperti halnya jenis investasi lainnya, membantu Anda meraih tujuan finansial jangka panjang.

Sebelum memutuskan berinvestasi obligasi, ada baiknya Anda memahami lebih mendalam kelebihan dan risikonya. Berikut penjelasannya.


Baca juga: Obligasi dan Saham, Contoh Investasi Pensiun Suze Orman


Apa itu Obligasi?

Obligasi yaitu surat yang menyatakan bahwa pihak yang menerbitkannya memiliki utang terhadap pemegang obligasi. Penerbit adalah pihak yang berutang dan pemegang adalah pihak yang berpiutang.

Keberadaan Obligasi Ritel Indonesia (ORI) menunjukkan terjadi pertambahan pembelian oleh investor. ORI diketahui pertama kali terbit pada 2006. Saat itu yang membeli ORI hanya 16.561 investor. Jumlahnya bertambah setiap tahunnya.

Pada 2020 ORI membukukan rekor diterbitkannya surat berharga negara (SBN). Rekor tersebut merupakan ritel tertinggi sejak obligasi dijual secara daring mulai 2018, yakni meraih angka Rp18,33 triliun.

Penjualan dilakukan terhadap lebih dari 42 ribu investor, dengan jumlah investor baru meraih angka 23 ribu lebih atau 56 persen dari totalnya. Penambahan ini menunjukkan minat tingginya minat terhadap investasi obligasi.

Dalam obligasi, tercantum jatuh tempo pembayaran utang berikut bunga atau kupon. Hal ini merupakan kewajiban penerbit terhadap pemegang obligasi. Kurun waktu obligasi yang berlaku di Indonesia biasanya 1 sampai 10 tahun.

Mengapa obligasi diterbitkan? Tujuannya adalah mengumpulkan dana dari masyarakat sebagai sumber pendanaan. Obligasi menjadi cara memperoleh dana segar agar bisnis dapat berjalan. Bagi negara, obligasi juga menjadi sumber pendanaan untuk membiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Kurang lebih sama dengan saham, obligasi dapat diperdagangkan. Namun berbeda dengan saham, transaksi obligasi tidak dilakukan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Artinya transaksi obligasi dilakukan melalui kesepakatan antara penjual dengan pembeli.

Walaupun semakin banyak yang berinvestasi di obligasi, tetap saja masih kalah pamor dengan saham. Contohnya pemerintah menerbitkan obligasi, pembeli melakukan pembelian di agen penjual.

Mekanisme tersebut ditentukan langsung oleh pemerintah. Biasanya pemerintah menentukan bank atau lembaga penyedia layanan investasi tertentu untuk menjadi agen penjual.


Kelebihan Berinvestasi di Obligasi

Ada banyak keuntungan yang bisa diperoleh jika Anda memilih instrumen investasi ini. Berikut penjelasannya.

Keuntungan Didapat dari Kupon (Bunga)

Ada dua jenis kupon, yakni kupon tetap dan kupon mengambang. Ada pula jenis obligasi yang tidak menggunakan sistem kupon.

Imbal baliknya (yield) diperoleh dari lamanya obligasi. Semakin lama jangka waktunya, perolehan keuntungan semakin besar.

Keuntungan Didapat dari Selisih Harga (Persentase)

Keuntungan diperoleh dari selisih harga obligasi sesudah diperjualbelikan. Contohnya harga awal obligasi 100 persen. Saat dijual, harganya menjadi 110 persen. Jika Anda menjualnya, Anda memperoleh keuntungan (capital gain) 10 persen.

Aman

Pembayaran kupon dan pokok dijamin dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2002 / Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2008.

Bunga Lebih Tinggi daripada Bunga Deposito

Jika dibandingkan, bunga yang diperoleh dari obligasi lebih tinggi daripada bunga deposito.

Mudah Diperjualbelikan di Pasar Sekunder

Hal ini diatur oleh BEI langsung atau transaksi di luar bursa.

Dapat Dijadikan sebagai Agunan

Kepemilikan obligasi dapat dijadikan jaminan atau agunan, misalnya obligasi negara.


Baca juga: Mengenal Surat Utang Negara Jenis Obligasi di Indonesia


Risiko Berinvestasi di Obligasi

Walaupun memiliki sejumlah keuntungan, Anda juga perlu memperhatikan risikonya. Hal ini penting agar Anda tidak merugi.

Risiko Gagal Bayar

Penerbit obligasi memiliki risiko gagal membayar utangnya. Akibatnya, investor tidak akan memperoleh untung. Bahkan pokok utang pun tidak akan dikembalikan.

Namun kekurangan ini tidak ada pada obligasi negara, karena dilindungi undang-undang.

Rentan Perubahan

Obligasi cenderung tidak stabil saat menghadapi tingkat bunga, situasi perekonomian, dan situasi politik. Perubahan tersebut berakibat besar kepada pasar keuangan.

Penjualan Sebelum Jatuh Tempo Berakibat Kerugian

Jika investor menjual obligasinya sebelum tenggat waktu pembayaran di pasar sekunder, investor akan merugi besar karena harga jual lebih murah daripada harga beli.


Jenis-Jenis Obligasi

Ada berbagai jenis obligasi, tergantung pada tolok ukurnya. Berikut berbagai macam obligasi secara umum yang perlu diketahui.

Berdasarkan Nominal

Obligasi Konvensional

Surat utang dengan nominal tinggi, yakni Rp1 miliar.

Obligasi Ritel

Surat utang yang memiliki nominal sedikit, contohnya Rp2 juta.

Berdasarkan Penerbitnya

Corporate Bonds

Jenis obligasi dengan masa tenggat waktu minimal satu tahun. Obligasi ini bisa diterbitkan pemerintah (BUMN) atau swasta.

Government Bonds

Jenis obligasi ini secara khusus dikeluarkan oleh pemerintah. Government bonds dibagi kembali menjadi beberapa jenis, misalnya Obligasi Ritel Indonesia, Sukuk Ritel, Sukuk Negara Tabungan, dan Saving Bond Ritel.

Municipal Bonds

Jenis obligasi ini dikeluarkan pemerintah daerah. Fungsinya untuk mendanai pembangunan publik.

Berdasarkan Mekanisme Pembayaran Bunga

Zero Coupon Bond

Jenis surat utang yang tidak menggunakan sistem bunga dan tidak ada bunga secara rutin. Keuntungan didapatkan dari perbedaan harga jual diskonto nilai awal ketika surat diperdagangkan. Tenggat waktu obligasi ini bervariasi, mulai dari 1 sampai 10 tahun.

Obligasi Kupon

Jenis surat utang ini memberikan bunga atau kupon secara rutin kepada investor. Setiap kupon mewakili suatu nominal yang sudah disepakati antara kedua belah pihak.

Obligasi Fixed Coupon (Kupon Tetap)

Jenis obligasi ini menggunakan tingkat suku bunga bernilai tetap sampai tenggat waktu tiba.

Obligasi Floating Coupon (Kupon Mengambang)

Pada jenis obligasi ini, besaran suku bunga dapat berubah-ubah sesuai sesuai indeks pasar uang.

Berdasarkan Imbal Hasil

Obligasi Konvensional

Jenis surat utang yang dikeluarkan pihak tertentu untuk memperoleh pinjaman sebagai tambahan dana. Peminjam lalu memberikan imbal hasil berupa bunga kepada investor dalam kurun waktu yang disepakati.

Obligasi Syariah

Jenis surat utang yang memberi bunga dalam bentuk uang sewa. Perhitungannya menggunakan prinsip syariah dan tanpa unsur riba. Imbal hasil akan diserahkan secara rutin dengan periode tertentu.


Cara Kerja Obligasi

Penerbit obligasi akan menjalankan sistem lelang, penerbitan khusus, atau penjaminan emisi. Biasanya surat utang ini dikeluarkan ketika perusahaan memerlukan dana segar untuk menjalankan proyek atau melakukan ekspansi usaha, baik terkait operasional maupun membayar utang.

Kemudian penerbit obligasi akan menetapkan detail seberapa banyak dana yang dibutuhkan, persyaratan pinjaman, tenggat waktu, besaran bunga, dan kesepakatan lainnya.

Pemegang obligasi akan memperoleh kupon saat sudah meminjamkan dana untuk membantu bisnis milik penerbit. Sebelum memperoleh kupon, investor harus mengucurkan dana dengan besaran yang sudah ditentukan sebelumnya.

Setelah itu, investor baru dapat memperoleh imbal hasil saat tenggat waktu. Biasanya mulai dari tahun pertama sampai tenggat waktu selesai. Obligasi ritel bisa diperjualbelikan di pasar sekunder yang tercatat dalam BEI.


Mulai Pendanaan Sekarang Juga Melalui Modal Rakyat

Selain berinvestasi obligasi, Anda juga bisa menanam aset dengan melakukan pendanaan. Salah satunya adalah dengan mendaftarkan diri sebagai pendana di P2P lending Modal Rakyat.

Layanan ini sudah berizin OJK, sehingga aset Anda dijamin keamanannya. Imbal hasil yang ditawarkan mencapai 18 persen per tahun.

Selanjutnya, minimal pendanaan yang bisa dilakukan rendah. Anda bisa mendanai mulai dari Rp25.000 saja.

Likuiditas yang ditawarkan juga tinggi. Anda bisa memilih durasi pendanaan, misalnya mulai dari satu bulan saja.


Pertanyaan Umum Tentang Obligasi

1. Apa itu obligasi?

Obligasi adalah surat yang menyatakan bahwa pihak yang menerbitkannya berutang terhadap pemegang obligasi. Penerbit adalah pihak yang berutang dan pemegang adalah pihak yang berpiutang.

2. Apa kegunaan dari obligasi?

Obligasi bermanfaat sebagai cara memperoleh pembiayaan jangka panjang dengan biaya relatif murah dibandingkan dengan saham yang risikonya lebih besar.

3. Apa itu investasi dalam obligasi?

Investasi dalam obligasi berarti meminjamkan sejumlah uang kepada penerbit, misalnya perusahaan atau pemerintah.

4. Obligasi apa saja yang ada di Indonesia?

Dalam obligasi pemerintah, ada beberapa jenis. Yaitu Obligasi Negara Ritel Indonesia (ORI), Sukuk Ritel, Sukuk Negara Tabungan, dan Saving Bond Ritel.

Artikel Terkait
image image
Artikel Baru