26 Jun 2020

Belakangan ini, topik tentang perbedaan baby boomers dengan milenial menjadi pembahasan yang hangat di berbagai kalangan. Meskipun menjadi cukup familier, beberapa pihak kadang masih bingung dengan definisi tepat antara keduanya. Jadi, istilah ‘baby boomers’ dan juga ‘milenial’ sejatinya adalah sebutan generasi didasarkan pada tahun kelahiran.
Baby boomers merupakan populasi yang lahir pada periode 1945 – 1976 di mana tingkat kelahiran di seluruh penjuru dunia mencapai puncak. Kamu bisa menyebutnya sebagai generasi ‘Papa Mama’, karena rata-rata orang tuamu pasti masuk dalam kategori tersebut. Sedangkan milenial disematkan untuk kelahiran 1981 – 1997 di mana kamu termasuk di dalamnya.
Baca juga: 4 Alasan Angkatan 2020 adalah Angkatan yang Hebat
Jadi, apa sih perbedaan dari kedua generasi tersebut? Cuma soal tahun kelahiran yang terpaut beberapa dekade saja? Tentu saja tidak, sebab ada banyak perbedaan mendasar lain antara baby boomers dan milenial. Tidak berlebihan jika menyebut keduanya memiliki banyak prinsip mendasar yang bertolak belakang. Apa saja, sih?
Baby boomers merupakan generasi yang identik dengan cara berpikir konservatif atau terlalu berpegang pada pakem yang sudah ada. Meski selalu mengambil keputusan dengan perhitungan matang, namun mereka enggan menerima perubahan. Berbeda dengan milenial yang termasuk kelompok progresif – menerima dan mengikuti perkembangan zaman.
Dalam bidang kerja, baby boomers dikenal sebagai sosok pekerja keras yang berorientasi pada pencapaian posisi lebih tinggi. Jadi, tidak heran mereka mampu loyal hingga puluhan tahun bekerja di sebuah perusahaan. Sedangkan generasi milenial lebih berjiwa bebas yang memikirkan cara menjadi bos untuk dirinya sendiri alias menjadi enterpreneur.
Soal masa depan, baby boomers berpedoman bahwa saat sudah bekerja dengan income yang bagus, maka itulah waktunya menikah. Jadi, usia 22 – 27, mayoritas generasi tersebut sudah membangun rumah tangga. Sementara bagi milenial, sekadar memiliki pekerjaan saja belum cukup. Mereka lebih suka mengejar banyak hal lebih dulu pada rentang usia tersebut.
Dari sisi finansial, bukan rahasia kalau baby boomers jauh lebih hemat dibandingkan dengan milenial. Baby boomers menghitung setiap pengeluaran dengan saksama, sedangkan milenial mempunyai tingkat konsumtivitas dua kali lipat lebih tinggi. Meskipun begitu, bukan rahasia kalau milenial lebih cakap soal investasi dan memaksimalkan manfaat aset yang dimiliki.
Sesuai uraian sebelumnya, baby boomers memiliki aturan finansial yang lebih ketat daripada milenial. Setiap sen yang dikeluarkan harus terencana dan sebisa mungkin mencari alternatif yang dapat meminimalisir pengeluaran. Sehingga, dana darurat dan modal investasi sangat jarang menjadi bagian dari alokasi dana. Terlebih investasi memiliki peluang risiko tinggi.
Bukan berarti baby boomers tidak pandai terkait investasi, namun biasanya mereka memilih objek dengan risiko rendah dan dibutuhkan, seperti properti. Sementara milenial memiliki keberanian untuk penanaman modal, namun didukung juga oleh kemajuan teknologi yang pesat. Sehingga, perkara investasi, manajemen finansial milenial lebih efektif.
Sebagai generasi milenial, kamu juga pasti mengakui kalau teknologi itu berperan sangat besar dalam setiap aspek kehidupan. Investasi tidak terlepas dari hal tersebut melalui inovasi fintech alias financial tech. Secara sederhana, fintech adalah inovasi teknologi yang dihadirkan untuk mempermudah kelompok milenial terkait kebutuhan finansialnya.
Berinvestasi dengan basis teknologi erat kaitannya dengan sistem daring. Jadi, sekarang kamu dapat melakukan investasi di mana saja dan kapan saja melalui akomodasi fintech ini. Sekarang, objek investasi yang sudah menerapkan konsep fintech semakin banyak. Kamu tinggal mengunduh aplikasi yang dirilis vendor, maka transaksi sudah bisa dilakukan.
Namun, meski sangat mudah, bukan berarti kamu menciptakan peluang untuk keteledoran. Terapkan prinsip generasi baby boomers untuk memastikan transaksi finansialmu dalam berinvestasi aman. Jadi, jangan asal menanam modal saja, pastikan dulu beberapa poin yang dapat menjamin sekuritas investasimu :
Menerapkan langkah pencegahan sebagaimana poin-poin di atas belum cukup, lho. Kamu juga harus memilih objek dengan potensi profit terbaik. Bagaimana kalau kamu mencoba investasi emas yang tidak hanya disukai oleh generasi ‘Papa Mama’, namun sudah diminati sejak zaman nenek buyutmu? Memangnya ada objek investasi setua itu? Ada, dong!
Logam mulia emas merupakan objek investasi legendaris yang sudah ada dan bertahan sejak zaman dahulu. Mengikuti perkembangan zaman, sekarang investasi emas juga sudah menerapkan konsep fintech, lho. Kamu tidak perlu lagi pergi ke toko perhiasan terdekat untuk membandingkan harga dan membeli untuk menyimpannya secara konvensional.
IndoGold memperkenalkan konsep investasi emas berbasis fintech yang memungkinkan nasabah membeli, menjual, dan menyimpan secara daring. Jadi, bukan sekadar membeli logam mulia dalam bentuk emas batangan lewat jalur online, lebih pada menabung dengan menyetor dana yang dimiliki secara berkala. Pas banget buat milenial sepertimu, ‘kan?
Tabungan emas IndoGold aman karena selain perusahaan sudah berdiri sejak lebih dari dua dekade, legalitas usahanya jelas dan yang pasti terdaftar OJK. Hanya dengan modal Rp10.000,- saja, kamu sudah bisa mulai menabung emas antam, lho! Yuk, mulai investasimu sejak dini! Bagus juga untuk dikenalkan ke generasi baby boomers di sekitarmu.
Baca juga: Jadi Bagian Cashless Society? Siapa Takut!?