Finansial

10 Cara Berinvestasi Menguntungkan dan Mengurangi Risiko

Pretty Angelia Wuisan-

18 Mar 2022

10 Cara Berinvestasi Menguntungkan dan Mengurangi Risiko

Berinvestasi adalah kegiatan meraih keuntungan yang bisa dilakukan siapa saja, termasuk Anda. Namun, Anda perlu tahu cara berinvestasi yang benar agar bisa sukses melakukannya.

Sebelum memulai investasi, ada baiknya Anda memahami dulu cara berinvestasi yang tepat untuk mendatangkan keuntungan maksimal. Anda juga akan tahu bagaimana caranya berhadapan dengan risiko.


Baca juga: Banjir Cuan! Ini Dia 7 Investasi Terbaik untuk Tahun 2022


Cara Berinvestasi yang Mendulang Profit dan Mengurangi Risiko

Untuk pemula, tidak perlu takut berinvestasi karena investasi dapat dipelajari. Ini cara berinvestasi yang perlu Anda ketahui ketika baru memulai:

  • Memahami keuntungan produk investasi
  • Memahami risiko instrumen yang dipilih
  • Mengetahui profil risiko investasi
  • Memiliki tujuan investasi
  • Pilih investasi yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan investasi
  • Pilih platform investasi yang legal
  • Alokasikan pendapatan untuk investasi 
  • Lakukan investasi secara rutin
  • Lakukan diversifikasi untuk mengurangi risiko
  • Lakukan evaluasi portofolio investasi

1. Memahami keuntungan produk investasi

Ada berbagai instrumen investasi yang dapat dipilih. Masing-masing instrumen punya kelebihan dan risikonya. Anda harus memahami potensi keuntungan dari instrumen tersebut. Ada investasi yang keuntungannya tinggi. Ada juga yang keuntungannya tidak seberapa. 

Keuntungan investasi pun beragam, ada yang investasi yang dibayarkan per bulan, per tahun, dan ada juga yang keuntungannya bisa Anda ambil kapan saja selama ada transaksi di sana.

2. Memahami risiko instrumen yang dipilih

Cara berinvestasi bagi pemula ini perlu diingat dengan baik. Semua investasi ada risikonya. Ada risiko tinggi, menengah, dan rendah. Pilihlah investasi yang risikonya Anda pahami.

Dengan memahami risiko, Anda bisa menyiapkan strategi cermat untuk menghadapinya. Mengelola risiko investasi akan membuat Anda siap untuk berinvestasi kapan saja.

Jenis investasi risiko rendah biasanya potensi keuntungannya juga rendah. Contohnya adalah produk reksa dana.

Sedangkan investasi yang risiko tinggi, menawarkan keuntungan tinggi atau high risk high return. Contohnya adalah investasi saham.

3. Mengetahui profil risiko investasi

Profil risiko investasi juga penting untuk dipahami karena bergantung pada sisi psikologis Anda. Anda tidak perlu memaksakan diri mengikuti orang lain. Ketika Anda memiliki investasi yang sesuai profil risiko, Anda akan mampu mulai berinvestasi secara lancar.

Ada 3 profil risiko yang biasanya dihubungkan dengan investor, yaitu tipe agresif, moderat, dan konservatif.

Tipe agresif biasanya menginginkan profit tinggi, jadi dia berani memilih investasi yang risikonya tinggi. Tipe moderat mengharapkan profit lumayan karena itu risiko yang berani diterima ada di pertengahan. Tipe konservatif adalah yang paling mencari aman, tidak masalah memperoleh keuntungan rendah.

4. Memiliki tujuan investasi

Tujuan investasi perlu Anda tentukan ketika mau memulai investasi. Tujuan ini akan membuat Anda tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk berinvestasi. Anda pun jadi bisa menemukan investasi yang tepat.

Tujuan investasi Anda yang tentukan sendiri. Bisa diproyeksikan dari impian terpendam. Mempunyai tujuan untuk berinvestasi akan membuat Anda termotivasi melakukan yang terbaik.

Catat tujuan tersebut agar Anda selalu mengingatnya. Walaupun banyak tantangannya, dengan mengingat tujuan, Anda akan berusaha bangkit kembali.

5. Pilih investasi yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan investasi

Profil risiko dan tujuan investasi memang perlu diperhitungkan ketika berinvestasi. Hal itu membuat Anda bisa menemukan instrumen terbaik.

Misalnya, Anda ingin mencairkan keuntungan dana untuk waktu yang singkat, Anda bisa memilih investasi jangka pendek yang dilakukan antara 1 tahun hingga 3 tahun. Contohnya adalah obligasi dan reksa dana.

Jika Anda mengharapkan imbal hasil untuk masa tua, Anda sebaiknya memilih investasi jangka panjang yang dilakukan minimal 5 tahun. Contohnya adalah investasi saham dan emas.

6. Pilih platform investasi yang legal

Cara investasi ini tidak bisa ditawar-tawar karena menyangkut keamanan dana yang Anda setorkan. Anda wajib memilih platform investasi yang berizin legal dari OJK, BAPPEBTI, Bank Indonesia, dan lembaga pemerintah lainnya.

Platform legal mudah ditemukan, jadi Anda tidak perlu cemas memilih yang mana. Masing-masing platform juga punya keunggulan salah satunya membolehkan Anda memulai dari modal minim.

Salah satu platform yang bisa Anda andalkan adalah Modal Rakyat. Modal Rakyat menyediakan pendanaan untuk UMKM dengan modal kecil. Pendanaan di Modal Rakyat berbeda dengan investasi, tapi sama-sama menguntungkan. 

Tugas Anda adalah meminjamkan dana pada UMKM yang membutuhkan modal untuk usahanya. Modal yang Anda bisa pinjamkan mulai Rp25.000 saja dengan imbal hasilnya 18% per tahun.

Modal Rakyat merupakan P2P lending berizin legal OJK, sehingga keamanannya sudah terjamin. Pendanaan dikelola secara profesional.

Manfaatkan promo BLOG25 untuk meraih Rp25.000 gratis di akun Modal Rakyat Anda.

7. Alokasikan pendapatan untuk investasi 

Cara untuk berinvestasi ini bisa melancarkan kegiatan investasi Anda. Investasi untuk tujuan apa saja pasti membutuhkan modal. Anda bisa mengalokasikan pendapatan per bulan. Misalnya, 20% dari penghasilan. Lama-kelamaan jumlah modal Anda pun naik.

Inilah yang membuat investasi tidak hanya bisa dilakukan oleh mereka yang kaya. Mereka yang masuk kategori menengah ke bawah pun bisa melakukannya.

Anda jadi tidak perlu repot mencari sumber modal. Cara ini bisa membuat Anda menghindari utang untuk berinvestasi. Utang hanya akan membuat risiko investasi Anda membesar dua kali lipat.

8. Lakukan investasi secara rutin

Cara berinvestasi berikutnya, Anda bisa berinvestasi rutin dengan menyetorkan modal dalam jumlah yang sama setiap kali memperoleh penghasilan. 

Cara ini membuat modal bertambah setiap bulannya. Keuntungan yang tinggi pun berpotensi Anda raih dengan catatan Anda berinvestasi dengan perhitungan dan strategi.

Namun, jangan lupa perhitungkan biaya untuk berinvestasi. Biaya investasi bisa membesar ketika jika Anda terlalu sering melakukan transaksi. 

9. Lakukan diversifikasi untuk mengurangi risiko

Untuk mengurangi risiko kerugian, lakukan diversifikasi investasi yang tepat. Anda bisa menggabungkan beberapa jenis investasi yang searah atau bisa menutupi kekurangan masing–masing. 

Contohnya saham dan emas. Saham punya keuntungan tinggi. Emas juga, tapi tidak setinggi saham. Pergerakan saham dipengaruhi ekonomi dunia. Ketika ekonomi dunia merosot, harga saham ikut anjlok.

Uniknya, harga emas biasanya naik ketika terjadi krisis ekonomi. Kerugian yang Anda alami di saham, bisa diselamatkan oleh emas yang mendatangkan keuntungan.

10. Lakukan evaluasi portofolio investasi

Evaluasi diperlukan untuk mengetahui hasil dari investasi Anda. Ketika Anda menemukan instrumen yang merugi terus, sebaiknya Anda melakukan cut loss, dan melirik instrumen lain. 

Portofolio investasi Anda harus selalu dalam keadaan seimbang. Sementara itu instrumen memiliki masa berjaya dan terpuruknya masing-masing. Anda perlu berani mengambil keputusan terbaik, bukan hanya menunggu keadaan berbalik.

Evaluasi ini bisa Anda lakukan setiap minggu, setiap bulan, atau di waktu-waktu yang menurut Anda krusial.


Baca juga: 11 Macam Investasi Masa Kini dengan Imbal Hasil Besar


Kesimpulan

Demikian penjelasan cara berinvestasi yang bisa diikuti oleh pemula. Banyak hal yang perlu Anda pelajari ketika memulai berinvestasi. Anda bisa mempelajarinya secara perlahan dan langsung mempraktikkannya. Mempratikkannya secara langsung membuat Anda mudah memahami cara kerja investasi yang sesungguhnya.


Pertanyaan Umum

1. Apa itu investasi?

Investasi merupakan kegiatan yang tujuannya menambah harta dengan cara menanamkan modal atau membeli suatu instrumen investasi yang menguntungkan. 

2. Mengapa harus berinvestasi?

Investasi menawarkan keuntungan yang berlimpah. Bisa Anda manfaatkan untuk persiapan dana pensiun, memperoleh kebebasan finansial, mempersiapkan dana pendidikan, dan memutus fenomena sandwich generation di keluarga Anda.

3. Apa perbedaan investasi jangka pendek dan investasi jangka panjang?

Investasi jangka pendek umumnya dilakukan paling lama 3 tahun dan keuntungannya dapat diambil di waktu singkat. Sedangkan investasi jangka panjang dilakukan lebih lama, minimal 5 tahun, bahkan bisa lebih dari 10 tahun. Keuntungannya pun bisa diambil di masa depan.



Artikel Terkait
image image
Artikel Baru