Gaya Hidup

Apa itu Fixed Mindset dan Cara Mengubah Jadi Growth Mindset

Brigitta Winasis-

31 May 2021

Apa itu Fixed Mindset dan Cara Mengubah Jadi Growth Mindset

"Apa gunanya mencoba jika akhirnya saya sama saja akan gagal?" Apakah Anda pernah merasa seperti ini terhadap diri sendiri? Ada waktu ketika kita merasa kegagalan tidak bisa dielakkan dan tidak ada yang dapat kita lakukan untuk mengubah konsekuensinya.

Kita semua sudah pernah mengalami takut gagal pada satu titik di hidup kita. Kenyataannya adalah kita tidak pernah tahu pasti apakah kita akan gagal.


Baca juga: Apa itu Mindset? Berikut Penjelasan Lengkapnya


Walaupun begitu, kadang ada waktunya kita merasa lebih baik tidak melakukan apa-apa daripada mencoba dan gagal. Rasa takut akan kegagalan adalah kepercayaan untuk membatasi diri, yang terjadi karena adanya fixed mindset.

Mari kita mempelajari lebih jauh makna dari fixed mindset dan hal-hal yang terbatasi olehnya.


Apa itu Fixed Mindset?

Seseorang yang memiliki fixed mindset berasumsi bahwa kecerdasan dan kemampuan sifatnya relatif dan merupakan keturunan. Mereka meyakini bahwa, "Anda pasti sudah tahu cara untuk sukses atau tidak sama sekali."

Mereka melihat kompetensi sebagai kualitas bawaan, sesuatu yang dibawa sejak lahir dan dapat dikembangkan di kemudian hari. Orang dengan fixed mindset akan mengatakan, "Saya secara alami berbakat dalam bermain tenis."

Definisi fixed mindset pertama kali dicetuskan Carol Dweck, seorang psikolog asal Stanford University. Pada risetnya, ia menemukan bahwa manusia dipengaruhi dua bentuk mindset, growth dan fixed.

Ia lalu menguraikan kedua konsep ini di buku berjudul Mindset: Psikologi Baru dari Kesuksesan. Growth mindset adalah kebalikan dari fixed mindset. Dalam growth mindset, seseorang percaya akan pengembangan diri.


Baca juga: 5 Mindset Ini Bikin Kamu Gagal Merdeka Finansial


Contoh Nyata Fixed Mindset

Ada sejumlah contoh nyata dalam hidup tentang pemilik fixed mindset ini. Berikut dua di antaranya.


Nokia

Pada 2011, perusahaan pelopor ponsel mobile Nokia menolak mengubah sistem operasinya. Mereka berargumen tidak ingin menjadi seperti Samsung, yang notabene adalah kompetitor mereka di pasaran.

Pada akhirnya, Nokia mengalami penurunan. Ia gagal mengimbangi laju perkembangan teknologi dalam industri ponsel mobile.


Ford

Ketika Henry Ford II terpilih untuk memimpin Ford Motor Company, ia memecat Presiden Lee Iacocca. Penyebabnya adalah pertengkaran pribadi.

Iacocca lalu menghidupkan kembali Chrysler Corporations, salah satu industri pembuatan automobile terbesar. Beredar kabar bahwa Iacocca melakukan hal ini untuk menantang Ford.

Iacocca lalu terobsesi dengan citranya di mata publik. Perusahaannya akhirnya menderita dan bangkrut.


Dua contoh di atas menunjukkan bahwa orang dengan fixed mindset adalah bukti bahwa rasa tidak aman (insecurity) dan kecemburuan tidak menuntun Anda ke mana-mana. Memaksakan diri sendiri menunjukkan pola pikir yang tertutup. Walaupun demikian, pola pikir ini sebetulnya dapat diubah.


Dampak Fixed Mindset di Dunia Kerja

Jika Anda masih menggunakan pola pikir fixed mindset di dunia kerja, mungkin Anda tidak suka menghadapi tantangan atau merasa selalu bekerja terlalu keras. Namun dengan meyakini bahwa kemampuan Anda tidak bisa diubah, Anda justru menciptakan pola pikir yang negatif. Anda berubah menjadi orang yang stagnan.

Memang sulit mendeteksi fixed mindset. Pasalnya terkadang kita merasa berada di zona nyaman dengan menjalani pemikiran dan pola hidup yang sama.

Sayangnya, hal ini dapat berpengaruh pada karier Anda dalam jangka waktu panjang. Hal ini membuat Anda tertatih-tatih dalam karier dan tujuan hidup.

Untungnya, setiap orang memiliki kekuatan untuk mengubah mindset ke arah yang lebih baik. Perubahan dapat dimulai dari bagaimana Anda memanajemen diri untuk mengambil kesempatan menjadi pemimpin, bahkan jika Anda mendapat banyak kritik. Mindset Anda banyak dipengaruhi tentan bagaimana anda berinteraksi dengan orang lain.


Bagaimana Mengubah Fixed Mindset?

Bukannya tidak mungkin untuk menjadi orang yang selalu open minded. Situasi berbeda mungkin memaksa Anda menjadi seseorang dengan fixed mindset.

Berikut beberapa strategi untuk merenungi kembali perilaku Anda dan beralih dari fixed mindset menjadi growth mindset.


Sugesti Diri Sendiri

Ada banyak kekuatan sugesti dalam kata-kata yang kita utarakan kepada diri sendiri. Belajarlah untuk melihat dari perspektif dan situasi lain.

Sebagai contoh, hindari kata-kata seperti, "Saya akan mencoba yang saya ketahui saja." Namun cobalah mengatakan, "Saya tidak masalah mencoba hal-hal baru."


Tetapkan Tujuan Belajar

Ketika Anda fokus pada belajar bukan pada performa, Anda memilih prosesnya. Selalu perhatikan dan ulas kembali proses agar dapat menemukan perkembangan Anda.

Sebagai contoh, hindari kata-kata, "Saya tidak cukup kompeten," dan katakan, "Saya akan belajar dan menjadi lebih baik."


Manfaatkan Kegagalan Anda

Kegagalan mungkin terasa seperti akhir dari segalanya. Namun kegagalan berarti ada kemungkinan untuk belajar dan bertumbuh.

Manfaatkan kegagalan dengan mengulas kembali, cari tahu apa yang kurang dari proses Anda. Lalu buatlah rencana untuk mengatasi kesalahan Anda.


Jadilah Konsisten dan Fleksibel

Anda tidak dapat mengubah mindset dalam waktu sehari. Semuanya adalah proses berkelanjutan yang membutuhkan kesabaran dan keteguhan.

Tanyakan kepada diri Anda setiap harinya untuk merefleksikan tindakan Anda. Apakah saya mudah menyerah? Apakah saya bereaksi terlalu cepat? Apakah saya membuat perubahan?


Demikian penjelasan tentang fixed mindset dan cara mengubahnya. Teori Dweck membuat kita menyadari bahwa pikiran memiliki kekuatan dan Anda dapat mengontrolnya. Percayalah pada diri Anda dan selalu kembangkan diri. Selamat mencoba.

Artikel Terkait
image image
Artikel Baru