Finansial

Investasi Obligasi: Menguntungkan untuk Masa Depan

Kabrina Rian Ferdiani-

16 Dec 2020

Investasi Obligasi: Menguntungkan untuk Masa Depan

Ada beberapa jenis instrumen keuangan yang bisa dipilih investor untuk pendanaan, salah satunya obligasi. Berbagai jenis produk investasi tersebut mampu memberikan keuntungan finansial bagi siapa saja yang menjalankannya. Sehingga aktivitas ini telah menjadi semacam tren baru bagi kaum milenial yang tentunya memiliki dampak positif.

Obligasi merupakan instrumen investasi yang sering dikenal dengan surat pernyataan utang. Sama halnya seperti saham, reksa dana, ataupun deposito, produk keuangan satu ini juga memberikan kesempatan bagi investor untuk memperoleh imbal hasil menarik. Meskipun popularitasnya tidak secerah saham, namun surat utang juga memiliki peminat yang cukup banyak. 

Hal ini terlihat dari banyaknya pemain yang kian meningkat dari tahun ke tahun. Namun, masih banyak orang yang belum mengetahui tentang surat utang dan bagaimana cara kerjanya. Sehingga tidak dapat merasakan keuntungan dari produk tersebut. Untuk itu, tidak ada salahnya Anda menyimak hal-hal berkaitan dengan surat utang berikut. 


Baca juga: Obligasi vs Saham, Investasi Mana yang Lebih Menguntungkan?


Mengenal Pengertian dari Obligasi

Obligasi adalah produk keuangan berupa surat pernyataan utang yang merupakan bagian atau elemen penting di pasar modal. Surat pernyataan tersebut melibatkan dua pihak, yakni penerbit dan pemegang. Penerbit ialah pihak yang menerima pendanaan alias debitur. Sedangkan yang dimaksud pemegang surat adalah pihak pemberi pendanaan atau kreditur.

Di surat tersebut, biasanya terdapat waktu jatuh tempo pembayaran pokok utang beserta bunga yang dikenakan. Dalam obligasi, bunga yang dimaksud sering dikenal dengan istilah kupon (coupon). Kupon tersebut menjadi tanggungan penerbit terhadap pemberi utang. Produk keuangan ini memiliki pemberlakuan jangka waktu yang rentangnya bisa 1-10 tahun atau lebih.

Nantinya kupon tersebutlah yang menjadi sumber keuntungan bagi investor. Penerbitan surat ini merupakan upaya untuk menghimpun dana yang dilakukan oleh perusahaan tertentu. Dengan adanya penerbitan ini, perusahaan akan mampu menjalankan kegiatan bisnisnya karena memiliki suntikan dana segar. Dengan demikian bisnis juga dapat berjalan dengan sangat baik.

Pengertian Obligasi

Obligasi tidak hanya melibatkan perusahaan-perusahaan swasta tetapi juga terdapat perusahaan milik pemerintah (BUMN). Negara juga dapat menerbitkan surat ini untuk mendapatkan pendanaan guna menutup defisit APBN. Jenis investasi ini juga dapat diperjualbelikan seperti layaknya saham. Investasi ini dianggap aman sehingga peminatnya kian meluas. 


Baca juga: Keuntungan Investasi Jangka Panjang dalam Obligasi


Cara Kerja dari Produk Keuangan ini

Peran penting yang terkandung dalam surat utang diantaranya adalah untuk menunjang meningkatkan aset kekayaan melalui aktivitas investasi. Keuntungannya diperoleh dari besarnya bunga (kupon). Instrumen ini tidak hanya penting bagi investor tetapi juga bagi entitas perusahaan (korporasi), pemerintah, hingga sebuah negara sebagai sumber permodalan.

Cara kerja obligasi diawali dari adanya kebutuhan sumber dana oleh perusahaan atau pemerintah. Baik itu untuk keperluan menjalankan usaha, pembangunan infrastruktur, dan sebagainya. Untuk memperoleh dana, entitas tersebut akan menerbitkan surat pernyataan utang melalui beberapa cara. Antara lain mekanisme lelang, penjaminan emisi, atau penerbitan khusus.

Sebelum memperoleh dana dari investor atau kreditur, debitur alias penerbit obligasi akan membuat beberapa rincian. Rincian tersebut berupa jumlah dana yang diperlukan, penentuan waktu jatuh tempo, besarnya kupon tanggungan debitur, dan ketentuan lainnya. Berikutnya, debitur akan menentukan jenis mekanisme penerbitannya.

Cara Kerja Investasi Obligasi

Mekanisme lelang yaitu proses di mana pihak perbankan maupun lembaga keuangan mengajukan penawaran obligasi. Besarnya keuntungan atau imbal hasil nantinya disesuaikan dengan aturan berlaku. Kupon atau bunga umumnya ditentukan oleh debitur di awal. Sementara penentuan harga berdasarkan kondisi berlaku di pasar modal.

Mekanisme lainnya yaitu melalui apa yang disebut underwriting atau penjaminan emisi. Sistem pada mekanisme ini ialah adanya sindikasi dari perbankan, lembaga keuangan, atau perusahaan sekuritas untuk melakukan pembelian surat utang dari debitur. Kemudian produk keuangan tersebut dijual kembali pada investor. Namun risiko penjualan tidak habis ditanggung sindikasi.

Sedangkan mekanisme penerbitan khusus atau private placement merupakan cara penjualan obligasi yang ditujukan kepada pihak-pihak tertentu secara terbatas. Jadi, instrumen ini tidak diperdagangkan secara bebas. Umumnya, mekanisme private placement dilakukan pada penerbitan surat utang yang skalanya termasuk kecil.


Baca juga: Inilah Risiko Investasi Obligasi yang Patut Anda Waspadai


Memahami Jenis-jenis Obligasi

Surat berharga tersebut dibagi menjadi beberapa jenis yang harus Anda ketahui antara lain sebagai berikut ini :

Obligasi Pemerintah (Government Bond)

Jenis produk keuangan satu ini merupakan surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah khususnya Kementerian Keuangan. Dana pinjaman atau utang yang diperoleh kemudian dipakai untuk keperluan mendanai APBN pemerintah. Jenis surat ini terbilang sangat aman karena terdapat jaminan langsung dari negara.

Obligasi Korporasi (Corporate Bond)

Seperti namanya, jenis ini diterbitkan oleh korporat alias perusahaan, baik itu milik pemerintah maupun swasta. Jika dilihat dari sisi risikonya, corporate bond memiliki risiko yang lebih besar dibanding government bond. Itulah mengapa nilai kupon atau bunganya relatif lebih besar. Pemegang berhak memperoleh pengembalian dari pokok dan bunga.

Obligasi Ritel

Sesuai namanya, surat utang satu ini diperjualbelikan secara ritel. Instrumen keuangan jenis ini diterbitkan oleh pemerintah dan selanjutnya dijual kepada investor individu alias perseorangan. Penjualan produk ini biasanya dilakukan melalui agen yang telah ditunjuk oleh pemerintah. 

Surat utang menjadi salah satu instrumen melakukan investasi yang memiliki banyak sekali peminat. Meskipun tidak sepopuler saham maupun reksa dana, investor bisa memperoleh keuntungan yang tidak bisa dianggap remeh. Namun jika Anda kurang tertarik dengan investasi ini, tidak ada salahnya mencoba instrumen lain seperti P2P Lending. 

P2P Lending adalah pendanaan untuk membantu permodalan UMKM. Contoh P2P Lending yaitu Modal Rakyat. Dengan modal awal mulai Rp25.000 dan suku bunga 15-25% per tahun, keuntungannya sangat menarik. Jadi, selain obligasi Anda bisa memilih investasi P2P Lending.


Baca juga: Cara Kerja P2P Lending dan Manfaatnya untuk Masyarakat

Artikel Terkait
image image
Artikel Baru