Modal Inspirasi

Gaya Hidup

Kisah Sukses Jeff Bezos, Pendiri Amazon yang Inspiratif

Brigitta Winasis-

27 Jul 2021

Kisah Sukses Jeff Bezos, Pendiri Amazon yang Inspiratif

Orang terkaya di dunia yang baru-baru ini melakukan wisata luar angkasa, Jeff Bezos, adalah sosok sukses yang bakal menginspirasi Anda. Ia adalah seorang pengusaha asal Amerika Serikat yang memiliki beberapa bisnis sekaligus.

Pada 2021, Forbes menyatakan Jeff Bezos sebagai orang terkaya di dunia dengan total harta 177 miliar Dolar AS. Seperti apa kisah sukses Jeff Bezos? Berikut ulasannya.


Baca juga: 7 Cerita Pengusaha Sukses Indonesia dan Kiat Mereka


Biografi

Pengusaha bernama asli Jeffrey Preston ini dilahirkan pada 12 Januari 1964 di Albuquerque, New Mexico. Keluarganya memiliki usaha di bidang peternakan.

Walaupun usaha keluarganya tidak berkaitan dengan teknologi, Jeff sedari kecil sudah menunjukkan ketertarikan di dunia teknologi.

Ia pun melanjutkan pendidikan di Bachelor of Science in Engineering (BSE) dari Princeton University. Lulus dengan summa cum laude, ia dikenal sebagai anggota Phi Beta Kappa dan Tau Beta Pi.


Pernah Bekerja di McDonald's

Di masa mudanya, Jeff tidak lepas dari kata perjuangan. Ia pernah bekerja di restoran cepat saji McDonald's pada usia 16 tahun.

Di sana ia belajar banyak hal, tidak hanya terkait memasak makanan. Salah satunya terkait melayani pelanggan yang datang.

Ia memperhatikan segala detail selama bekerja. Terutama Jeff tertarik dengan otomatisasi pekerjaan melalui mesin.

Jeff mengaku senang memperhatikan manajernya saat bekerja di McDonald's. Selama itu ia belajar tentang kepemimpinan yang baik.

Manajernya selalu tenang dan tidak terburu-buru, bahkan saat banyak pelanggan. Mereka tetap dapat bersenang-senang saat bekerja.

Jeff adalah sosok yang cerdas. Ia memperhatikan detail kecil pekerjaannya. Seperti cara memanggang patty burger, penggunaan mesin otomatis, dan momen yang pas untuk mengangkat kentang dari penggorengan.

Semua perhatiannya itu ternyata bermanfaat untuk pekerjaannya sekarang. Ia menyadari dalam bisnis hal yang paling penting adalah pelayanan.

Setelah mendirikan Amazon, pelayanan kepada pelanggan menjadi prinsip utamanya. Jeff yakin setiap orang dapat belajar apa saja dari mana saja. Dengan demikian, ilmu dapat diperoleh dari mana pun dan bisa diaplikasikan di masa mendatang.


Karier di Perusahaan

Lulus dari kuliah, Jeff menerima tawaran bekerja di perusahaan yang menawarkan gaji tinggi. Ia juga sempat bekerja di perusahaan pialang saham ternama. Walaupun statusnya hanya karyawan biasa, posisinya menjanjikan.

Namun ia tetap tidak puas. Ia ingin berkarier di bidang teknologi. Jeff pun mengundurkan diri dari perusahaan investasi Bankers Trust. Setelah itu ia pulang ke kampung halamannya.

Jeff menggunakan tabungan ibunya. Ia hendak mengembangkan bisnis teknologinya sendiri. Dari sini Amazon.com lahir pada 1995.


Baca juga: Belajar dari 10 Kebiasaan Orang Sukses di Dunia


Pendiri Amazon

Di akhir 1993, Jeff ingin mendirikan toko buku online. Ia meninggalkan pekerjaannya dan membuat Amazon.com di garasinya pada 5 Juli 1994. Perusahaannya di-setting di sebuah tempat reservasi suku Indian dekat San Fransisco untuk menghindari bayar pajak.

Awalnya ia ingin menamai bisnis tersebut Cadabra, tetapi kemudian digantinya menjadi Amazon, sesuai nama sungai raksasa di Amerika Selatan. Pasalnya Amazon diawali huruf A, huruf pertama dalam alfabet.

Saat itu pencarian di mesin pencari berdasarkan alfabet, sehingga nama berawal A akan muncul di bagian atas mesin pencari.

Selain itu, ia berharap Amazon akan mengikuti asal-usul namanya, yakni menjadi toko buku online terbesar. Awalnya Jeff hanya bermodalkan 300.000 Dollar AS dari orang tuanya yang kemudian diinvestasikan ke Amazon.

Banyak investor yang memperingatkan ada kemungkinan 70 persen Amazon akan gagal atau bangkrut. Walaupun awalnya berdiri sebagai toko buku online, Jeff mengekspansi dengan menjual produk-produk lain.

Tiga tahun setelah didirikan, Jeff membuatnya perusahaan publik lewat initial public offering (IPO). Hal itu dilakukannya untuk menangkis kritik dari Fortune dan Barron's. Jeff meyakini pertumbuhan internet akan mengalahkan retail buku besar lainnya seperti Borders dan Barnes & Noble.

Pada 1998, Jeff memperluas penjualan. Ia kini menjual musik dan video secara online. Pada akhir tahun ia mengekspansi produk perusahaan menjadi barang kebutuhan lainnya.

Pada 2002, Jeff meluncurkan Amazon Web Services. Layanan tersebut mengkompilasi data mulai dari cuaca sampai traffic website. Pada akhir 2002, pengeluaran yang besar membuat revenue stagnan.

Perusahaan nyaris bangkrut. Jeff menutup kanal distribusi dan memberhentikan 14 persen karyawannya.

Pada 2003 Amazin kembali bangkit dari ketidakstabilan keuangan dan memperoleh profit 400 juta Dollar AS. Pada November 2007, Jeff meluncurkan Amazon Kindle. Ia ingin menciptakan pengalaman membaca yang layaknya pengalaman bermain video game.

Jeff menandatangani kontrak senilai 600 juta Dollar AS dengan Central Intelligence Agency (CIA) untuk Amazon Web Services pada 2013. Pada Oktober tahun yang sama, Amazon dikenal sebagai retailer belanja online terbesar di seluruh dunia.

Seiring bertumbuhnya Alibaba di Tiongkok, Jeff mulai menunjukkan ketertarikan untuk mengekspansi bisnis ke India.

Pada 27 Juli 2017, Jeff Bezos mengalahkan co-founder Microsoft Bill Gates dengan menjadi orang terkaya di dunia. Saat itu diperkirakan jumlah kekayaannya 90 miliar Dollar AS. Pada 24 November 2017, untuk pertama kalinya hartanya melebihi angka 100 miliar Dollar AS.

Ia pun disebut sebagai orang terkaya di dunia versi majalah Forbes pada 6 Maret 2018. Kekayaannya mencapai 112 miliar Dollar AS.


Blue Origin

Pada September 2000, Jeff membangun usaha Blue Origin, startup yang menawarkan perjalanan wisata ke luar angkasa. Ia disandingkan dengan Richard Branson dan Elon Musk, tiga miliarder yang memprioritaskan bisnis perjalanan ke luar angkasanya dibandingkan bisnis lain.

Pada November 2015, pesawat New Shepard milik Blue Origin sukses melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mencapai 100,5 kilometer sebelum pulang ke bumi.

Jeff menjual 1 miliar Dollar AS saham Amazon untuk mengembangkan bisnis Blue Origin. Setelah dikomersialkan, satu kali perjalanan ke luar angkasa dipatok dengan harga 200.000 sampai 300.000 Dollar AS per orang.

Pada 20 Juli 2021, Jeff meluncurkan misi NS-16 bersama saudaranya Mark Bezos, Wally Funk, dan Oliver Daemen.


Mulai Kisah Sukses Anda Membangun Bisnis dengan Dana dari Modal Rakyat

Mulai kisah sukses dengan membangun usaha Anda sendiri. Anda dapat memulainya dengan mencari tambahan dana. Salah satunya adalah dari P2P lending Modal Rakyat.

Layanan ini sudah berizin OJK, sehingga dijamin keamanannya. Bunga yang ditawarkan relatif lebih kompetitif dibandingkan dibandingkan alternatif pinjaman lainnya.

Proses persetujuan cepat. Pinjaman Anda dapat disetujui dalam lima hari kerja jika syarat-syaratnya sudah terpenuhi. Selain itu, proses pengajuan pinjaman dilakukan secara online, sehingga lebih mudah dijangkau.

Artikel Terkait
image image
Artikel Baru