Finansial

Gaya Hidup

KPR adalah: Jenis, Syarat, dan Pertimbangan Mengajukan

Brigitta Winasis-

30 Aug 2021

KPR adalah: Jenis, Syarat, dan Pertimbangan Mengajukan

Seperti namanya, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) adalah program pinjaman yang ditujukan kepada pembeli rumah menggunakan skema leasing. Suatu pihak dapat membeli rumah dengan dana pinjaman yang akan dikembalikan dalam jangka waktu tertentu dengan syarat bunga tertentu. 

Sebenarnya, tidak hanya bangunan berbentuk rumah saja yang dapat di kredit. Pihak yang memenuhi syarat dapat menggunakan pendanaan KPR untuk membeli kepemilikan rumah, ruko, rumah kantor, tanah, atau apartemen. Properti yang dibeli juga tidak harus baru, melainkan bisa merupakan rumah bekas pakai. 

Di Indonesia, Anda bisa mendaftar program KPR melalui beberapa bank, seperti KPR Bank Tabungan Negara (BTN), KPR BRI, KPR Bank BNI, KPR Mandiri, KPR Standard Chartered Bank, KPR Maybank Indonesia, KPR Panin Bank, dan KPR BCA.

 

Jenis-jenis KPR di Indonesia 

Ada berbagai jenis KPR yang bisa dinikmati oleh masyarakat Indonesia, sesuai dengan golongan dan kemampuan. Setiap jenis KPR tentunya akan memiliki kelebihan. Namun, pastikan untuk memilih jenis KPR yang sesuai dengan latar belakang.

KPR Subsidi 

Seperti namanya, pemohon KPR subsidi akan mendapatkan potongan dana atau bantuan dari pemerintah. Pemerintah melalui bank penyedia KPR akan memberikan bantuan berupa pengurangan uang muka ataupun suku bunga kredit. Dengan program KPR ini, nasabah perorangan hanya perlu membayarkan uang muka kurang dari 1% dan membayar uang bunga pertahun sekitar 5% saja. 

KPR Non Subsidi 

KPR non subsidi merupakan KPR yang prosesnya hanya melibatkan pemohon dan bank. Persyaratan yang berlaku merupakan kebijakan yang diatur oleh masing-masing bank penyedia KPR. Meskipun begitu, pelaksanaannya tetap beracuan pada peraturan pemerintah atau undang-undang yang berlaku. 

KPR Syariah 

Seperti namanya, penyedia KPR Syariah umumnya adalah bank syariah. Maka dari itu, tidak ada istilah suku bunga dalam sistem ini. Aturan yang berlaku dalam KPR syariah adalah sistem bagi hasil atau apa yang disebut sebagai nisbah.

KPR Refinancing 

Ketika seseorang mengalami kesulitan untuk menyelesaikan kredit di suatu bank, maka cara yang dapat ditempuh adalah meminta bantuan bank lain. Artinya, bank baru akan menutup biaya hutang pada bank lama. Selanjutnya, seseorang yang berhutang tersebut melakukan cicilan biaya pada bank baru dengan bunga yang lebih rendah. 

KPR Berjenjang 

KPR berjenjang atau KPR angsuran berjenjang adalah sistem KPR yang dapat dijeda pembayarannya. Setelah melakukan pembelian KPR, Anda dapat mengajukan penundaan bayar sampai tahun ketiga. Setelah itu, pada tahun keempat, pembayaran cicilan KPR dilakukan secara normal. 

KPR Take Over 

Pada intinya, KPR take over mencakup pemahaman tentang KPR yang diambil alih pembiayaannya oleh pihak lain. Yang termasuk ke dalam KPR take over adalah seperti: pindah penyedia KPR karena suku bunga lebih rendah, suatu pihak meneruskan KPR yang tidak dapat dilanjutkan oleh pihak lain, dan suatu pihak melakukan kesepakatan dengan pihak lain tanpa sepengetahuan bank untuk melanjutkan KPR yang telah dimulai. 

KPR Pembelian 

Sederhananya, KPR pembelian adalah jenis KPR yang menjadikan rumah terbeli sebagai jaminan KPR yang dilakukan. Anda sudah bisa menempati rumah tersebut sambil terus membayar angsuran.

KPR Duo 

Tidak banyak bank yang menawarkan jenis KPR ini karena bukan merupakan KPR untuk mendapatkan kebutuhan pokok. KPR Duo adalah kredit pemilikan untuk membeli furniture, kendaraan, dan tempat usaha. 

 

Baca Juga: Syarat, Simulasi, hingga Cara agar KPR BRI Cepat Diterima


Keuntungan Mengambil Program KPR Ketika Membeli Rumah 

Program KPR adalah cara paling realistis untuk mendapatkan rumah di masa terkini. Ada berbagai keuntungan yang didapatkan ketika Anda memilih program KPR untuk membeli rumah.

1. Bentuk Investasi Properti 

Membeli rumah dengan cara KPR cukup menguntungkan bagi Anda meskipun sudah memiliki hunian utama. Properti rumah yang dibeli hari ini dengan cara dicicil dapat dijual dengan harga lebih mahal di masa mendatang.

2. Membeli Rumah dengan Uang Muka Kecil 

Rata-rata penyedia KPR akan memberlakukan uang muka sebesar 30% dari total harga rumah atau properti. Nilai ini tentu berbeda jika Anda beli rumah dengan cara lain. 

3.Mendapatkan Transaksi Legal 

Pembelian rumah melalui sistem program KPR dijamin oleh undang-undang. Hal ini membuat kejelasan surat-menyurat properti menjadi terjamin legalitasnya. 

 

Syarat Mengajukan Program KPR 

Masing-masing penyelenggara program KPR akan memberlakukan syarat tertentu. Namun, beberapa syarat berikut harus dimiliki oleh perorangan yang akan membeli rumah melalui cara KPR.

1. Warga negara Indonesia dengan bukti KTP 

2. Sudah menikah atau berusia lebih dari 21 tahun dan kurang dari 50 tahun 

3. Berstatus pegawai tetap dengan masa kerja lebih dari 2 tahun 

4. Memiliki berkas dokumen sebagai berikut:

KTP suami dan istri jika sudah menikah, kartu keluarga, surat keterangan kerja, slip gaji, NPWP, SIUP, rekening koran, buku tabungan, dan beberapa syarat khusus lainnya bergantung pada kebijakan masing-masing bank. 


Jenis Suku Bunga yang Ada pada Program KPR 

Setidaknya ada 3 jenis bunga yang ditawarkan oleh penyedia program KPR. Setiap penyedia program KPR akan menawarkan bunga yang berbeda sesuai produk yang dikredit dan masa peminjaman. Nah berikut ini adalah 3 jenis suku bunga yang harus Anda pahami.

Fixed Rate atau Bunga Tetap 

Bunga tetap adalah bunga yang jumlahnya tidak akan berubah dari waktu ke waktu selama masa kredit. Jenis bunga ini tentu yang paling menguntungkan bagi nasabah yang mengikuti program KPR. Namun, umumnya bunga tetap diberlakukan pada pinjaman yang memiliki jangka pendek. 

Pada skema pinjaman oleh bank-bank di Indonesia, bunga tetap diberlakukan untuk beberapa tahun awal. Setelah itu, bunga akan mengikuti fluktuasi ekonomi.

Floating Rate atau Bunga Mengambang 

Pada awal peminjaman, bank akan menerapkan bunga tetap yang membuat besaran bunga Tidak berubah walaupun ada fluktuasi ekonomi. Namun, setelah beberapa tahun, ada perubahan besaran bunga yang wajib dicicil nasabah. Nah, jumlah suku bunga yang berubah tersebut dinamakan dengan bunga mengambang.

Kebijakan bunga mengambang tidak harus didahului dengan bunga tetap. Tidak jarang penyedia program KPR memberlakukan bunga mengambang sejak awal dimulai angsuran. Meskipun besarannya jadi tidak pasti, Namun suku bunga ini biasanya ditawarkan untuk masa peminjaman yang lebih lama.

Capped Rate atau Bunga Cap

Seperti bunga mengambang, bunga cap adalah bunga yang jumlahnya mengikuti bunga acuan. Bedanya, pada bunga cap akan ada ada batasan maksimum jumlah suku bunga. Misal, apabila suku bunga pinjaman yang Anda lakukan adalah 20%, maka Anda harus membayar bunga sesuai suku bunga yang ditetapkan oleh bank Indonesia pada masa itu selama masih di bawah 20%. 

Perbedaan angsuran tiap bulan juga dipengaruhi oleh cara hitung bunga KPR. Pada metode bunga flat, biaya angsuran tiap bulan dihitung tidak berubah karena bunga dan pokok pinjaman bersifat tetap. Sementara itu, pada metode bunga efektif, angsuran tiap bulan akan berbeda-beda dengan catatan semakin lama akan semakin sedikit.

Metode penghitungan yang paling banyak digunakan program KPR di Indonesia adalah metode bunga anuitas. Biaya angsuran tiap bulan pada metode bunga anuitas akan sama, namun bunga dan cicilan pokoknya berbeda. 


Baca Juga:  Penjelasan Jenis, Persyaratan, dan Link KPR BCA


Pertimbangan Sebelum Mengambil KPR 

Sebagai cara yang paling realistis untuk mendapatkan rumah, mengambil program KPR adalah cara yang tepat. Namun, sebaiknya ketahui terlebih dahulu beberapa pertimbangan berikut ini. 

Letak dan Kondisi Perumahan 

Kondisi perumahan berada tentu sangat penting untuk dipertimbangkan. Hal ini juga yang akan mempengaruhi harga yang Anda dapatkan. Selain bentuk rumah dan kemudahan akses menuju ke suatu tempat, keamanan dari potensi bencana alam (seperti banjir) adalah nilai pertimbangan yang utama. 

Perhitungan Biaya Cicil KPR 

Harus dipahami bahwa biaya yang dikeluarkan untuk mengambil program KPR tidak hanya biaya angsuran. Ada beberapa macam biaya yang harus dipertimbangkan dan harus disesuaikan dengan kemampuan. Biaya yang harus ditanggung oleh pihak yang mengambil KPR adalah sebagai berikut.

1. uang muka 

2. biaya kredit pokok 

3. biaya provisi 

4. pajak pembelian 

5. biaya balik nama 

6. biaya penerimaan negara bukan pajak 

7. flat rate dan sliding rate

Jangan ragu untuk meminta bantuan petugas pelayanan program KPR untuk mendapatkan gambaran pembiayaan angsuran. Sebagai simulasi, Anda bisa menggunakan penghitung biaya KPR yang disediakan beberapa bank secara online

Jangka Waktu Angsuran 

Bank penyedia program KPR memiliki kebijakan masing-masing. Umumnya, jangka waktu yang diberikan kepada nasabah pengambil program KPR adalah 15 tahun sampai 25 tahun. Semakin lama waktu yang diberikan tentu akan semakin menguntungkan bagi nasabah, namun tentu akan ada syarat tertentu yang harus dipenuhi.

Coverage Penyedia KPR 

Ada beberapa bank penyedia program KPR yang menawarkan beberapa keuntungan. Namun, salah satu pertimbangan yang bisa digunakan untuk menilai kualitas bank penyedia program KPR tersebut adalah dengan melihat developer yang bekerjasama. Semakin banyak developer yang melakukan kerjasama dengan suatu bank, maka Anda bisa lebih percaya kepada pelayanan bank tersebut. 

Kecepatan Proses Pengajuan 

Proses pengajuan KPR membutuhkan waktu dua minggu sampai satu bulan. Semakin cepat proses pengajuan ditangani, maka semakin menguntungkan bagi Anda. Jangan ragu untuk meminta kepastian mengenai ini sebelum mengambil program KPR.

Biaya Penalti 

Harus dipahami bahwa biaya penalti tidak hanya dikenakan apabila Anda telat membayar angsuran, tetapi juga akan diberlakukan ketika Anda terlalu cepat melunasi angsuran. Oleh karena itu, pertimbangkan juga biaya penalti jika Anda di masa mendatang berpotensi memiliki kemampuan untuk melunasi pembayaran sebelum waktu yang ditentukan. 


Baca Juga: 4 Cara Cepat Memiliki Rumah Pribadi di Usia Muda


Kumpulkan Uang untuk Membangun Rumah dengan Mendanai di P2P Lending Modal Rakyat

Untuk membangun rumah, Anda perlu mengumpulkan uang yang banyak. Tidak hanya melalui menabung, Anda juga bisa mengumpulkan uang dengan cara menanam aset.

Salah satunya adalah dengan mendanai P2P lending melalui Modal Rakyat. Layanan ini menawarkan imbal hasil bunga yang menarik dibandingkan P2P lending lainnya, yakni mencapai 25 persen per tahun. Layanan ini telah berizin OJK, sehingga aset Anda dijamin keamanannya. Anda dapat berinvestasi mulai dari Rp25.000 saja.

Demikian penjelasan rincian biaya membangun rumah. Semoga membantu.

Artikel Terkait
image image
Artikel Baru