Finansial

Peer-to-Peer, Apartemen, atau Rumah? Pilih Mana, ya?

Kabrina Rian Ferdiani-

02 Oct 2020

Peer-to-Peer, Apartemen, atau Rumah? Pilih Mana, ya?

Bingung memilih investasi antara peer-to-peer lending, rumah, atau apartemen? Karena investasi merupakan salah satu hal yang sangat penting untuk memenuhi kebutuhan keuangan dalam jangka panjang. Dengan melakukan investasi diharapkan dapat mendatangkan penghasilan tambahan dalam jumlah besar. Sehingga keuangan stabil dan semakin kuat di masa mendatang.

Hanya saja di balik semuanya itu, Anda harus bisa memilih instrumen investasi yang tepat supaya tidak merugikan. Bagaimanapun juga semua orang pasti berharap agar hasil investasinya bisa maksimal. Maka dari itu calon investor harus lebih cerdas memilih jenis investasi yang cocok untuknya.

Investasi berbentuk properti seperti rumah dan apartemen memang sudah diminati sejak lama oleh sebagian besar orang. Namun meskipun begitu justru belakangan ini peer-to-peer lending menjadi alternatif investasi yang disukai semua orang, khususnya generasi milenial. Karena selain praktis dan simple, investasi ini mudah dilakukan.

Padahal sebenarnya ketiga jenis investasi tersebut punya kelebihan dan kekurangan tersendiri. Sehingga Anda harus memperhitungkan dengan matang sebelum memilih salah satunya. Maka dari itu untuk membantu Anda dalam mempertimbangkan ketiga investasi tersebut, berikut akan kami bahas seputar perhitungannya, antara lain


Baca juga: Siapkan Rencana daripada Tujuan Finansial


Perhitungan Investasi Rumah

Salah satu hal harus diperhitungkan bila melakukan investasi rumah adalah lokasinya. Anda harus bisa memilih lokasi yang strategis bila ingin mendapatkan hasil tinggi di kemudian hari. Hanya saja untuk melakukannya butuh modal besar. Untuk itu umumnya yang menjadi investor bukan sembarangan orang.

Ini berbeda dengan investasi peer-to-peer lending online yang modalnya bisa puluhan ribu rupiah saja. Hasil investasi rumah ini bisa didapatkan dari kenaikan harga jual di masa yang akan datang. Itu bila Anda berniat untuk menjualnya kembali. Anda juga dapat mendapat keuntungan dari biaya sewa rumah.

Dengan catatan dari awal Anda memang berniat untuk menyewakan rumah tersebut. Untuk jumlah keuntungan biaya sewa ini bisa bermacam-macam, tergantung dari lokasi dan fasilitas yang disediakan di rumah tersebut. Jadi meskipun terlihat menjanjikan, namun ternyata investasi ini cukup beresiko tinggi bagi pemula.

Kesalahan memilih lokasi tidak strategis justru akan membuat Anda semakin rugi. Karena bisa jadi harganya justru menurun drastis di masa mendatang sehingga bisa menimbulkan kerugian besar. Selain itu, Anda juga tidak bisa menjual rumahnya terburu-buru saat kondisi mendesak.

Karena saat Anda melakukannya, justru itu membuat harga jualnya semakin turun. Akibatnya ini bisa berisiko menyebabkan kerugian semakin besar. Mengingat dari awal Anda harus menanam modal cukup besar untuk melakukan investasi rumah. Itulah sebabnya investasi ini sekarang kalah populer dari peer-to-peer lending online.


Perhitungan Investasi Apartemen 

Bila Anda ingin melakukan investasi apartemen, artinya uang yang perlu disiapkan bisa kurang dari harga rumah tapak. Meskipun lokasinya bisa mempengaruhi harga, namun biasanya apartemen selalu dibangun di tempat yang strategis. Sehingga pasarnya lebih menjanjikan karena sudah diperhitungkan oleh developernya terlebih dahulu.

Saat melakukan investasi apartemen, Anda dapat mendapatkan penghasilan tambahan dari biaya sewanya setiap bulan atau tahunan. Hal ini tergantung dari kesepakatan Anda dengan pihak penyewa. Selain itu bila Anda ingin menjualnya, kemungkinan bisa mendapatkan keuntungan dari selisih harga jualnya. Dengan catatan kondisi pasarnya harus bagus.

Namun meskipun begitu, investasi ini sama seperti instrumen rumah karena cukup beresiko tinggi. Bahkan resikonya masih melebihi dari investasi peer-to-peer lending online yang biasanya bisa dimulai dari modal puluhan ribu rupiah saja. Salah satu resiko kerugian dialami investor apartemen adalah tidak menemukan penyewa.

Buruknya lagi adalah kondisi seperti ini biasanya dapat berlangsung cukup lama. Sehingga meskipun tidak sedang digunakan, Anda tetap harus membayar biaya tagihan yang dibebankan selama memiliki apartemen tersebut. Misalnya saja biaya tagihan listrik, keamanan, dan kebersihan.

Tentunya hal seperti ini sangat merugikan sekali. Belum lagi bila ingin menjualnya dalam waktu cepat karena sedang membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan mendadak, tentunya ini bisa berisiko tinggi mengalami kerugian. Karena bisa saja harga jualnya mengalami penurunan besar ketika ingin menjualnya.


Perhitungan Investasi Peer-to-Peer Lending Online 

Peer-to-peer lending online sering dijadikan sebagai pilihan untuk mereka yang baru memulai melakukan investasi. Karena investasi berbasis online ini selain mudah juga tidak beresiko tinggi. Karena saat ini sudah banyak penyedia P2P lending yang bekerja secara profesional. Sehingga Anda bisa merasa aman ketika memilihnya.

Untuk keuntungan yang ditawarkan dalam peer-to-peer lending bisa beraneka ragam. Besaran bunga yang ditawarkan bervariasi mulai dari 16 - 25% per tahun. Tentunya jumlah keuntungannya cukup menjanjikan karena terbilang besar. Lebih menariknya lagi adalah investasi ini sangat mudah dilakukan, bisa dimulai dari puluhan ribu rupiah saja.

Hal ini tergantung dari kebijakan penyedia layanan peer-to-peer lending online. Misalnya saja seperti Modal Rakyat yang menawarkan kemudahan menjadi lender mulai dari Rp25.000 saja. Maka dari itu pilih situs yang legal dan terpercaya. Selain itu perhatikan reputasi perusahaan tersebut supaya dana investasinya lebih aman.

Hal penting lainnya harus diperhatikan dalam melakukan investasi peer-to-peer lending online adalah sesuaikan dengan kondisi keuangan Anda. Jangan hanya memikirkan investasi saja hingga lupa memenuhi kebutuhan yang lain. Hal tersebut bisa membuat kondisi keuangan Anda berantakan.

Maka dari itu saat ini P2P lending merupakan alternatif investasi yang menjanjikan. Anda bisa mendapatkan keuntungan maksimal dengan menjadi lender Modal Rakyat sekarang juga. Karena Modal Rakyat telah menjadi peer-to-peer lending yang menawarkan keuntungan hingga 25% per tahun.


Baca juga: Perkembangan Peer-to-Peer di Berbagai Negara di Dunia

Artikel Terkait
image image
Artikel Baru