Finansial

Perbedaan Pasar Uang dan Pasar Modal, ini Faktanya!

Pretty Angelia Wuisan-

09 May 2022

Perbedaan Pasar Uang dan Pasar Modal, ini Faktanya!

Ketika berbicara tentang investasi, Anda pasti sudah mengenal pasar uang dan pasar modal. Kedua pasar itu menjadi tempat untuk bertransaksi terkait investasi. Namun, ada perbedaan pasar uang dan pasar modal yang perlu diketahui agar Anda bisa melakukan investasi secara maksimal.

Anda perlu memahami perbedaan pasar uang dan pasar modal, jadi bisa menentukan mana instrumen yang tepat untuk berinvestasi. Ini dia penjelasannya.


Baca juga: Pengertian Pasar Modal dan Unsur-unsur di Dalamnya


Apa yang Dimaksud dengan Pasar Uang?

Pasar uang adalah jenis pasar yang menyediakan transaksi yang melibatkan bank atau lembaga lain non bank yang biasanya dilakukan untuk investasi jangka pendek

Di sini pihak yang membutuhkan dana dan yang memiliki dana bertemu untuk saling memperoleh keuntungan sesuai tujuannya masing-masing.

Untuk melakukan transaksi di pasar uang, pihak-pihak tersebut bisa melakukannya sendiri atau melalui perusahaan sekuritas yang menyediakan jasanya.


Apa itu Pasar Modal?

Pasar modal adalah pasar tempat bertemunya investor yang ingin menanamkan modal dan emiten atau perusahaan yang membutuhkan dana untuk perkembangan usahanya.

Untuk bisa bertransaksi di pasar modal, Anda tidak bisa melakukannya sendiri. Harus melalui jalur perantara, contohnya sekuritas dan manajer investasi.

Namun, sekarang proses pendaftaran untuk masuk ke perusahaan sekuritas mudah. Anda tidak perlu mendatangi kantor sekuritas langsung karena bisa melakukannya lewat online. Pendaftaran tersebut dilakukan melalui aplikasi yang dimiliki oleh perusahaan sekuritas.


Apa Perbedaan Pasar Uang dan Pasar Modal?

Perbedaan pasar modal dan pasar uang yang paling umum adalah pasar uang biasanya menjadi tempat transaksi surat berharga untuk jangka pendek. Sedangkan, pasar modal adalah pasar transaksi untuk surat berharga yang dilakukan pada jangka panjang.

Untuk tahu beda pasar uang dan pasar modal lainnya, berikut ini penjelasannya.

  • Perbedaan jenis instrumen
  • Perbedaan siapa perantaranya
  • Perbedaan di siapa yang mengawasinya
  • Perbedaan tingkat likuiditas
  • Perbedaan tingkat risiko
  • Perbedaan tingkat keuntungan

1. Perbedaan jenis instrumen

Perbedaan pasar uang dan pasar modal terlihat dari jenis instrumennya. Masing-masing instrumen menawarkan keuntungan yang nyata. Apa saja jenis instrumennya, nanti Anda bisa mengenalinya di bawah.

2. Perbedaan di siapa perantaranya

Perbedaan pasar uang dan pasar modal lainnya ada di bagian perantara. Kalau di pasar uang Anda bisa memasukinya sendiri tanpa perantara atau bekerja sama dengan lembaga keuangan legal lainnya, di pasar modal Anda harus bertransaksi lewat perantara, yaitu sekuritas legal di Indonesia.

3. Perbedaan siapa yang mengawasinya

Walaupun siapa saja bisa bertransaksi di pasar uang dan pasar modal, tapi transaksi yang dilakukan diawasi ketat oleh 2 lembaga besar di Indonesia.

Kegiatan transaksi di pasar uang diawasi langsung oleh Bank Indonesia, Sedangkan, pasar modal diawasi ketat oleh Bursa Efek Indonesia. Keduanya punya wewenang untuk mengatur jalannya transaksi pasar agar berjalan lancar.

4. Perbedaan tingkat likuiditas

Jika dilihat dari sisi likuiditasnya alias kemampuan instrumen diubah menjadi uang, instrumen di pasar uang lebih cepat cair dibandingkan instrumen yang tersedia di pasar modal.

5. Perbedaan tingkat risiko

Perbedaan pasar uang dan pasar modal pun dapat dilihat dari tingkat risikonya. Risiko berinvestasi di pasar uang cenderung rendah, sedangkan risiko berinvestasi di pasar modal termasuk tinggi.

6. Perbedaan tingkat keuntungan

Dilihat dari tingkat keuntungan, pasar uang tingkat keuntungannya biasanya rendah. Hal ini dipengaruhi dari risikonya yang memang tidak terlalu tinggi.

Sedangkan, pasar modal punya potensi tingkat profit yang lebih tinggi. Untuk itu cara kerjanya biasanya lebih rumit dan diperlukan analisis mendalam untuk segala keputusan terkait investasinya.

Untuk persamaan pasar uang dan pasar modal, Anda bisa memasukinya untuk meraih keuntungan sesuai tujuan. Selain itu, pasar modal dan pasar uang itu tidak kelihatan seperti pasar biasa, tapi keberadaannya nyata.

Jika Anda mau keuntungan dalam waktu cepat dan rendah risiko, Anda boleh memilih pasar uang. Jika Anda ingin keuntungan yang lebih lama, tapi risikonya lebih tinggi, Anda bisa memilih berinvestasi di pasar modal.


Contoh Instrumen Pasar Uang dan Pasar Modal

Contoh pasar uang dan pasar modal adalah berikut ini.

  • Instrumen pasar uang
  • Instrumen pasar modal

1. Instrumen pasar uang

Pasar uang punya instrumennya sendiri untuk diinvestasikan. Ini dia beberapa instrumen yang akan Anda temukan.

  • Sertifikat deposito: merupakan jenis surat atas unjuk yang diterbitkan oleh bank yang punya nilai nominal yang sudah ditentukan.
  • Valuta asing: merupakan jenis instrumen mata uang asing yang ikut ditransaksikan di pasar uang.  
  • Surat Berharga Pasar Uang (SPBU): merupakan jenis surat berharga yang dikeluarkan oleh bank komersial, dan biasanya dibeli oleh Bank Indonesia. Tujuan pembeliannya adalah untuk menekan tingkat inflasi yang tinggi dan meningkatkan likuiditas bank komersial tersebut.
  • Sertifikat Bank Indonesia (SBI): merupakan jenis surat berharga pasar uang yang diterbitkan oleh Bank Indonesia yang punya posisi sebagai bank sentral. Surat itu biasanya dibeli oleh bank komersial. Tujuan pembeliannya adalah untuk menekan peredaran uang yang terlalu banyak di masyarakat.

2. Instrumen pasar modal

Instrumen pasar modal hanya bisa ditransaksikan melalui perantara. Hal itu yang membuatnya lebih aman dan lebih teratur. Ini dia contoh instrumennya yang mudah Anda temukan.

  • Saham: merupakan jenis surat berharga yang diterbitkan oleh perusahaan yang sudah hadir di pasar modal. Saham ini bebas ditransaksikan di pasar modal oleh investor yang tertarik. 


Investor dapat memperoleh keuntungan berupa dividen yang akan dibagikan ketika tersedia laba, atau capital gain yang diperoleh dari perkembangan nilai saham.

  • Obligasi: surat utang yang disediakan oleh perusahaan untuk kebutuhan dana usahanya. Penawaran perdana biasanya akan dilakukan di pasar modal, kemudian baru di pasar sekunder.

Pengembaliannya untuk investor adalah pengembalian pokok pinjaman yang ditambah dengan kupon atau bunga.

  • Reksa dana: merupakan instrumen di pasar modal yang dana yang berasal dari masyarakat disebarkan pada instrumen lain seperti saham, obligasi, dan lainnya.


Investasi di reksa dana biasanya akan didampingi oleh manajer investasi yang juga melakukan analisis terhadap instrumen-instrumen potensial di pasar modal.


Baca juga: Memahami Pasar Uang Lebih Jauh dan Unsur-unsur di Dalamnya


Kesimpulan

Itu dia perbedaan pasar uang dan pasar modal. Tidak sulit kan membedakannya? Anda bisa memilih ingin berinvestasi di pasar yang mana, disesuaikan saja dengan tujuan investasi Anda.


Membantu UMKM Indonesia Berkembang melalui Modal Rakyat dan Dapatkan Imbal Hasilnya

Anda dapat memperoleh keuntungan dari pendanaan yang Anda lakukan untuk membantu UMKM berkembang. Anda bisa meminjamkan dana ke pelaku UMKM lewat Modal Rakyat dan mendapatkan pengembalian yang tentunya menarik.

Modal yang dipinjamkan mulai dari Rp25.000. Keuntungannya adalah 18% per tahun.

Modal Rakyat aman untuk pendanaan karena termasuk P2P lending legal OJK dan diawasi. Gunakan promo BLOG25 agar Anda memperoleh Rp25.000 gratis untuk isi saldo perdana.



Artikel Terkait
image image
Artikel Baru