Finansial

Tips Perencanaan Keuangan untuk Pendidikan Anak sejak Dini

Brigitta Winasis-

28 May 2021

Tips Perencanaan Keuangan untuk Pendidikan Anak sejak Dini

Perencanaan keuangan meliputi banyak hal, mulai dari untuk kebutuhan sehari-hari hingga jangka panjang, seperti cicilan rumah, mobil, hingga biaya pendidikan anak. Menyusun rencana ini tentu tak mudah, apalagi jenjang pendidikan cukup panjang, minimal mulai dari SD, SMP, dan SMA.

Terutama biaya pendidikan anak di masa sekarang akan kemungkinan lebih besar di masa depan. Bila tidak disiapkan dengan baik, bisa jadi pendidikan itu tidak dapat dibiayai dengan semestinya. Maka dari itu perlu ada persiapan sedari dini terkait biaya pendidikan anak.

Apa yang harus Anda siapkan untuk pendidikan anak? Simak penjelasannya.


Baca juga: Lakukan Perencanaan Keuangan dalam Keluarga Mulai Sekarang


Prediksi Biaya Sekolah

Para orang tua harus memperkirakan jumlah atau biaya yang harus dikeluarkan di masa depan untuk pendidikan anak. Hal ini adalah yang pertama harus dilakukan.

Bagi orang tua, mungkin langkah ini agak sulit karena tidak ada yang bisa memprediksi kondisi keuangan di masa depan. Selain itu, belum tentu kondisi ekonomi di masa depan masih stabil seperti sekarang.

Namun ada cara yang bisa digunakan untuk memperkirakan hal ini. Anda bisa melihat jumlah inflasi setiap tahunnya. Besaran inflasi bervariasi. Untuk simpelnya, kita ambil angka 10 persen per tahun alias biaya pendidikan akan naik 10 persen per tahun.

Misalkan biaya pendidikan anak saat ini Rp2 juta per tahun. Kita prediksi tahun berikutnya akan naik Rp200 ribu. Lalu pada 10 tahun ke depan akan naik menjadi sebesar Rp4 juta per tahun pada tingkat pendidikan yang sama.

Perhitungan ini memerlukan beberapa perkiraan. Berikut penjelasannya.


Tingkat Pendidikan

Kita ketahui jenjang pendidikan sangat panjang, mulai dari pendidikan dasar 12 tahun sampai kuliah. Biaya kuliah sendiri cukup besar dan dapat dijadikan acuan dalam mempersiapkan rencana keuangan. Biaya kuliah pun bervariasi terkait jurusannya.


Baca juga: Tips Menabung Emas untuk Penuhi Dana Pendidikan Anak


Lokasi Pendidikan

Tempat pendidikan biasanya menjadi acuan lain dalam mempersiapkan pendidikan. Apakah anak Anda hendak disekolahkan di sekolah negeri? Atau di sekolah swasta? Atau justru di luar negeri?

Masing-masing di antaranya akan sangat berbeda. Bisa jadi sekolah swasta lebih mahal daripada sekolah negeri. Namun ingat pula lokasi pendidikan ini menentukan kualitasnya.


Biaya Pendidikan Lainnya

Biaya pendidikan lain yang juga harus Anda perhitungkan adalah perlengkapan anak selama bersekolah. Misalkan anak Anda memerlukan buku, seragam, alat tulis, biaya asrama, indekos, biaya kursus, dan lain-lain.


Setelah memperkirakan semuanya, akan terlihat gambaran kasar dari angka total yang harus Anda persiapkan sedari dini. Namun Anda tidak perlu takut dengan hal ini.

Anda ketahui bukan, pendidikan adalah bentuk investasi? Masa depan anak Anda dapat ditentukan dari pendidikan yang ditempuhnya saat ini.

Selain itu, ada banyak jalan lain yang bisa dilakukan dalam membiayai pendidikan anak. Misalkan mendorong anak mencari beasiswa.

Selain itu, ingatlah selain biaya pendidikan anak selalu naik setiap tahun, penghasilan orang tua juga meningkat.


Siapkan Tabungan Pendidikan

Setelah mengetahui gambaran kasar dari jumlah yang diperlukan, saatnya Anda merencanakan pendidikan. Anda bisa mulai dari menentukan jenis tabungan yang akan digunakan. Simak penjelasannya.


Tabungan Biasa

Anda dapat menyisihkan uang dengan memasukkannya dalam rekening tabungan biasa. Rekening ini khusus untuk pendidikan anak. Cara yang paling sederhana adalah menyisihkan uang, bahkan sedari anak lahir.

Masukkan uang tersebut secara teratur dalam periode waktu yang sudah disepakati bersama pasangan, misalnya per bulan. Sebaiknya anda berusaha agar jumlah uang yang disetor naik dari waktu ke waktu sesuai inflasi.


Tabungan Pendidikan

Banyak bank atau lembaga keuangan yang menawarkan program tabungan pendidikan. Anda dapat mempertimbangkannya dengan membandingkan terlebih dulu dengan rekening lainnya. Misalkan rekening ini menawarkan kelebihan, Anda bisa memilihnya. Sebaiknya Anda mencari tahu biaya administrasi dari rekening pendidikan ini agar tahu total tabungan yang akan dikumpulkan di kemudian hari.


Deposito

Banyak yang memilih deposito sebagai bentuk tabungan anak. Deposito mengajukan bunga yang lebih besar daripada bentuk metode penyimpanan lainnya.

Deposito memiliki jatuh tempo pengambilan uang. Maka dari itu, mungkin Anda bisa memikirkan hal ini sebelum memilih deposito.


Asuransi

Orang tua juga bisa menyiapkan biaya pendidikan anak melalui asuransi pendidikan. Saat ini sudah banyak asuransi yang menawarkan produk khusus pendidikan.

Asuransi jenis ini mirip dengan asuransi biasa, tetapi pemilik polis dapat memperoleh total uang yang jauh lebih besar daripada asuransi biasa.

Anda dapat membandingkan beberapa jenis asuransi pendidikan yang hendak diambil. Pastikan Anda membayar polis asuransi setiap waktu yang ditentukan agar mendapat jumlah yang sudah diperkirakan.


Investasi

Investasi juga dapat menjadi salah satu cara menabung untuk pendidikan anak. Ada banyak jenis asuransi yang dapat digunakan, mulai dari reksa dana, emas, saham, hingga properti. Masing-masing jenisnya disesuaikan dengan profil dan kebutuhan Anda sebagai investor.

Sebaiknya jangan memilih satu jenis investasi saja atau lakukan diversifikasi investasi.Hal ini dilakukan untuk meminimalkan kerugian yang mungkin terjadi.


Terlepas dari tabungan yang hendak Anda pilih, sebaiknya ketahui beberapa hal berikut.


a. Biaya administrasi dan pajak.

b. Cara mengakses uang tabungan atau simpanan.

c. Syarat untuk mengakses simpanan.

d. Mampu memenuhi biaya pendidikan anak dalam kurun waktu lama.

e. Besaran simpanan yang harus disetorkan agar mencapai target.


Kesalahan Orang Tua

Bukan tidak mungkin Anda melakukan kesalahan dalam menyiapkan kebutuhan biayanya. Hal ini wajar sebagai orang tua. Maka dari itu, hindari kesalahan umum yang dilakukan dalam menyiapkan dana pendidikan anak.


Meminjam Uang

Orang tua mungkin tergoda meminjam uang untuk menyekolahkan anak mereka. Hal ini wajar dilakukan jika dalam jumlah kecil. Namun jika dalam jumlah besar, dapat menjadi bencana.

Anda harus memikirkan cara untuk mengembalikannya di kemudian hari. Jika Anda hendak melakukan hal ini, perhitungkan baik-baik.


Tidak Cukup Menyimpan Uang

Orang tua bisa saja tidak menyiapkan cukup uang untuk sekolah anak. Penyebabnya bisa berbagai hal. Misalnya terlambat membayar deposito atau polis bulanan.

Ingat baik-baik bahwa pendidikan adalah investasi bagi anak Anda. Mulailah menyisihkan uang untuk mendanai pendidikan anak Anda dan kurangi biaya lainnya yang kurang penting.


Tidak Melibatkan Anak

Mengingat anak Anda adalah yang menjalani pendidikan, sebaiknya Anda selalu melibatkan mereka dalam rencana pendidikan. Misalkan jurusan yang dipilih anak tentu akan mempengaruhi biaya kuliahnya.

Selain itu, jika anak Anda sudah cukup dewasa, ajarkan cara mencari uang dengan bijak. Hal ini merupakan bagian dari pelajaran tanggung jawab kepada anak Anda. Anak akan belajar untuk tidak malas dan menyadari pentingnya mencari uang.

Anda dapat mengajarkannya dengan cara yang bijak dan tidak mengganggu pelajaran mereka. Misalkan dengan mendorong mereka mencari beasiswa atau penghasilan tambahan. Dengan begitu mereka tidak kaget jika suatu saat nanti harus mencari uang sendiri.


Mengingat investasi adalah salah satu bentuk upaya menabung demi pendidikan anak, Anda sebagai orang tua dapat mendaftarkan diri dalam investasi P2P lending Modal Rakyat. Bunga yang ditawarkan yaitu mencapai 25 persen. Layanan ini sudah berizin OJK, sehingga dijamin keamanannya.

Demikian penjelasan tentang perencanaan keuangan untuk pendidikan anak. Semoga membantu dan selamat mencoba.

Artikel Terkait
image image
Artikel Baru