Bisnis

Gaya Hidup

Perusahaan Afiliasi dan Bedanya dengan Perusahaan Induk

Pretty Angelia Wuisan-

14 Feb 2022

Perusahaan Afiliasi dan Bedanya dengan Perusahaan Induk

Perusahaan afiliasi adalah jenis praktik kepemilikan perusahaan yang hadir juga di Indonesia. Perusahaan afiliasi sering dikira sama dengan anak perusahaan, padahal keduanya berbeda. Perusahaan afiliasi juga berbeda dengan perusahaan induk.

Untuk lebih memahami pengertian afiliasi khusus untuk perusahaan dan perbedaannya dengan perusahaan induk maupun anak perusahaan, simak penjelasannya di bawah ini.


Baca juga: Memahami Apa itu Afiliasi dan Keuntungannya


Pengertian Perusahaan Afiliasi

Perusahaan afiliasi adalah perusahaan yang punya hubungan atau kerja sama dengan perusahaan induk yang memiliki kurang lebih 50% saham perusahaan tersebut. Artinya, perusahaan afiliasi berada di bawah penguasaan perusahaan induk

Perusahaan afiliasi (affiliated company) hadir untuk memperoleh keuntungan yang lebih besar. Sistem afiliasi juga bertujuan membuat perusahaan afiliasi bisa bebas dari utang yang melilitnya.

Perusahaan afiliasi adalah jenis perusahaan yang sering disangka sama dengan anak perusahaan. Perbedaan hubungan antara perusahaan afiliasi dan anak perusahaan ada pada wewenang perusahaan induk.

Perusahaan afiliasi adalah perusahaan yang cenderung bergerak secara independen. Perusahaan induk tidak sepenuhnya memiliki kendali, walaupun mempunyai penyertaan modal yang besar di perusahaan afiliasi.

Sedangkan, anak perusahaan lebih dari 50% sahamnya dimiliki perusahaan induk. Sehingga, perusahaan induk punya kendali penuh atas keputusan-keputusan bisnis pada anak perusahaan.


Ciri-ciri Perusahaan Afiliasi

Perusahaan afiliasi umumnya mempunyai ciri-ciri berikut ini:

  • Kepemilikan saham perusahaan induk kurang dari 50%
  • Direktur dari suatu perusahaan, bisa jadi direktur perusahaan lain
  • Petinggi di perusahaan induk bisa menghentikan pejabat tinggi yang ada di perusahaan afiliasi
  • Ada hubungan keluarga di antara petinggi perusahaan

1. Kepemilikan saham perusahaan induk kurang dari 50%

Ciri pertama dari perusahaan afiliasi adalah perusahaan induk punya saham perusahaan afiliasi tidak lebih dari 50%. Itu yang membuatnya tidak dikendalikan oleh perusahaan induk sepenuhnya.

2. Direktur di perusahaan satu, bisa jadi direktur perusahaan lain

Ciri khas kedua, direktur atau komisaris perusahaan induk bisa menjabat posisi yang sama di perusahaan afiliasi. Hal ini tentunya atas persetujuan petinggi dan para pemegang saham.

3. Petinggi di perusahaan induk bisa menghentikan pejabat tinggi yang ada di perusahaan afiliasi

Direktur atau komisaris suatu perusahaan afiliasi bisa diberhentikan oleh petinggi yang ada di perusahaan induk jika evaluasi kinerjanya tidak memuaskan. Hal ini juga biasanya sudah disetujui oleh para pemegang saham 

4. Ada hubungan keluarga antara dua perusahaan

Sangat wajar apabila perusahaan yang terafiliasi memiliki hubungan istimewa, misalnya hubungan keluarga. Itulah yang membuat dua pihak tersebut bisa bekerja sama. 


Perbedaan Perusahaan Afiliasi dan Perusahaan Induk

Perbedaan perusahaan afiliasi dengan perusahaan induk sebenarnya cukup jelas. Perusahaan afiliasi berada di bawah perusahaan induk, dan perusahaan induk yang jadi bos.

Perusahaan induk merupakan perusahaan yang jadi perusahan utama, menjadi pengendali untuk anak perusahaan, mengawasi, dan mengatur seluruh lini bisnis yang ada di bawahnya.

Walaupun perusahaan afiliasi bisa bergerak sendiri, tetap punya kontrak terikat dengan sistem perusahaan induk. Misalnya, kemitraan untuk menghasilkan suatu produk dalam kurun waktu tertentu.

Sama seperti perusahaan afiliasi, perusahaan induk adalah perseroan terbatas. Perusahaan ini tidak tiba-tiba jadi perusahaan induk, tapi terjadi karena pertumbuhan ekonomi perusahaan dalam waktu yang begitu panjang.


Perusahaan Afiliasi Berdasarkan Pajak

Perusahaan mana saja diperbolehkan untuk berafiliasi selama memenuhi syarat seperti ini:

  • Punya penyertaan modal paling rendah 25%
  • Satu wajib pajak bisa menguasai wajib pajak yang lain
  • Ada hubungan keluarga untuk wajib pajak orang pribadi

1. Punya penyertaan modal paling rendah 25%

Salah satu pihak perusahaan bisa berafiliasi dengan perusahaan lain selama melakukan penyertaan modal minimal 25% saham. Persentase ini berlaku juga untuk 2 perusahaan afiliasi atau lebih.

2. Satu wajib pajak bisa menguasai wajib pajak yang lain

Satu wajib pajak bisa menguasai 1 atau lebih wajib pajak lainnya, yang artinya berada di satu payung pengawasan yang sama.

3. Ada hubungan keluarga bagi wajib pajak orang pribadi

Khusus wajib pajak orang pribadi, harus punya hubungan darah dengan perusahaan yang bekerja sama untuk afiliasi. 


Apa Contoh Perusahaan Afiliasi?

Perusahaan BUMN Indonesia banyak melakukan praktik afiliasi. Contoh perusahaan afiliasi BUMN adalah anak usaha Telkom Indonesia Telkomsel yang berafiliasi dengan Fintek Karya Nusantara yang kemudian menghasilkan dompet digital LinkAja.


Baca juga: Mau Bisnis Afiliasi? Cari Tahu Dulu Faktanya di Sini


Kesimpulan

Dari pembahasan di atas bisa disimpulkan bahwa keberadaan perusahaan afiliasi menguntungkan bagi perusahaan-perusahaan yang bekerja sama. Bahkan sampai bisa menghasilkan produk terbaru yang dimanfaatkan banyak konsumen.


Kembangkan UMKM Milik Anda dengan Pinjaman Produktif Modal Rakyat

Anda yang berencana mengembangkan UMKM, tapi masih punya kendala di modal, bisa mengandalkan Modal Rakyat untuk solusinya.

Modal Rakyat menyediakan pinjaman untuk para pelaku UMKM di seluruh Indonesia karena keseluruhan proses melalui online.

Anda bisa meminjam dari Rp500 ribu hingga modal terbesar Rp2 miliar. Persentase bunga yang jadi kewajiban pun kompetitif.

Modal Rakyat adalah P2P lending yang bisa dipercaya karena berizin legal OJK. Yuk, jangan ragu memulai pinjaman produktif di Modal Rakyat sekarang juga.


Pertanyaan Umum

1. Apa itu afiliasi dan contohnya?

Afiliasi adalah kerja sama antara dua pihak. Biasanya satu pihak merupakan perusahaan besar. Contohnya Disney-ABC Television Group, unit bisnis perusahaan Walt Disney yang berafiliasi dengan perusahaan penyiaran dan TV kabel A+E Networks.

2. Apa yang dimaksud transaksi afiliasi?

Transaksi afiliasi adalah transaksi yang terjadi antara perusahaan induk dengan perusahaan afiliasi sesuai dengan kerja sama yang telah ditetapkan. 



Artikel Terkait
image image
Artikel Baru