Finansial

Bisnis

Receivable Financing: Kenali Siapa Saja Pihak yang Terlibat

Kabrina Rian Ferdiani-

09 Jun 2021

Receivable Financing: Kenali Siapa Saja Pihak yang Terlibat

Bagi Anda yang ingin mengajukan fasilitas receivable financing, tentu saja wajib mengetahui hak dan kewajiban. Jika hak dan kewajiban dipenuhi dengan baik, maka akan memperlancar proses pembiayaan piutang.

Tidak dapat dipungkiri, fasilitas pembiayaan piutang memang sangat menguntungkan bagi pengusaha. Pengusaha yang mengalami kendala pada cash flow bisa mengatasi hal tersebut sehingga kegiatan operasional tetap berjalan dengan baik.


Baca juga: Biaya Variabel dan Biaya Tetap: Penjelasan Secara Lengkap


Instansi atau Lembaga Pembiayaan Piutang

Seperti halnya proses hutang piutang, tentu ada pihak yang memberi pinjaman dan menerima pinjaman. Berikut di antaranya beberapa karakter dari pihak pemberi pinjaman yang perlu dipahami oleh penerima dana.

Jenis Instansi Pembiayaan Piutang

Pihak pertama yang perlu diketahui dalam proses receivable financing adalah instansi atau lembaga pembiayaan piutang. Lembaga pembiayaan piutang atau pemberi pinjaman ini bisa berbentuk lembaga keuangan seperti bank atau instansi tertentu. 

Ketika ingin mengajukan proses pembiayaan hutang, Anda bisa memilih instansi atau lembaga terpercaya. Misalnya saja lembaga keuangan seperti bank, hal ini dikarenakan instansi tersebut sudah dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan.

Sehingga Anda tidak perlu takut mengenai proses pembiayaan piutang yang berjalan. Anda juga tidak perlu khawatir jika tiba-tiba instansi atau lembaga tersebut secara tiba-tiba menaikkan besaran bunga utang.

Namun, jika Anda memilih instansi non-bank seperti platform digital tertentu, tentu saja penting melakukan riset dan analisis mendalam. Seperti apakah instansi tersebut dapat dipercaya dan melaksanakan kewajibannya atau tidak.

Tugas dan Tanggung Jawab Instansi Pembiayaan Piutang

Selain memahami proses receivable financing terkait dengan jenis instansi yang memberikan pinjaman, Anda juga perlu memahami tugas dan tanggung jawab lembaga tersebut. Hal ini dilakukan agar proses pembiayaan piutang berjalan lancar.

Tugas dan tanggung jawab instansi pembiayaan piutang tentu saja memberikan dana. Bahkan ada juga instansi yang sanggup memberikan pinjaman dana hingga sebesar 100% dari total nilai invoice atau tagihan.

Jika sebuah perusahaan sanggup memberikan pembiayaan piutang sebesar 100%, tentu sangat menguntungkan pengusaha. Segala permasalahan terkait cash flow tentu saja dapat teratasi.

Hak Instansi Pembiayaan Piutang

Di balik sebuah tugas serta tanggung jawab, terdapat juga hak yang diterima. Dalam proses receivable financing, tentu hak instansi pembiayaan piutang adalah mendapatkan nilai pokok piutang beserta besar bunga yang sudah disepakati.

Instansi yang memberikan pembiayaan berhak mendapatkan piutang beserta bunga sesuai dengan waktu jatuh tempo. Atau dengan kata lain dilunasi tepat waktu.


Pihak Penerima Pembiayaan dalam Receivable Financing

Pihak yang tidak kalah penting dipahami dalam proses receivable financing adalah penerima pinjaman. Jika Anda sebagai pihak yang mendapatkan pembiayaan atau pinjaman, tentu saja perlu dipahami tugas, tanggung jawab beserta hak.

Sebagai penerima pinjaman, tentu saja Anda memiliki tugas mengembalikan hutang sesuai dengan nilai pokok serta bunganya. Anda juga sebaiknya membayar hutang dalam waktu yang sudah disepakati bersama.

Tenor waktu dalam proses pembiayaan piutang bermacam-macam, ada yang enam bulan maupun satu tahun. Anda wajib mempelajari hal tersebut beserta ketentuan besar bunga. 

Dalam proses receivable financing, jika Anda mengalami kendala dalam proses pembayaran, sebaiknya segera menyampaikan kepada pihak pemberi pinjaman. Hal ini dilakukan agar pihak pemberi pinjaman juga bisa memberikan solusi atas masalah tersebut.

Misalnya saja jangka waktu atau tenor dalam perjanjian kredit diperpanjang. Namun Anda harus memahami kebijakan dari setiap instansi atau lembaga pembiayaan, dikarenakan bisa saja aturannya berbeda.

Sebagai pihak penerima pembiayaan, Anda juga wajib melakukan penagihan kepada payor atau customer yang berhutang agar proses receivable financing tidak mengalai kendala. Setelah invoice dikirimkan kepada customer, Anda sebaiknya selalu follow up dan melakukan penagihan agar tagihan segera dibayar.

Pihak penerima pinjaman juga wajib melunasi seluruh biaya dalam proses perjanjian hutang piutang. Misalnya saja biaya administrasi maupun provisi yang sudah ditetapkan oleh lembaga tertentu.

Di sisi lain, proses pembiayaan hutang juga menawarkan hak yang bisa diterima oleh penerima dana. Yakni mendapatkan pembiayaan dengan besar sesuai kebijakan instansi atau lembaga tertentu.

Tidak hanya itu, pada receivable financing pihak penerima pinjaman juga berhak mengetahui besar bunga yang harus ditanggung setiap periodenya. Jika memang terjadi kenaikan bunga, instansi juga wajib memberikan informasi kepada penerima dana.

Penerima pinjaman juga penting memahami tanggung jawab serta hak yang didapatkan dalam proses hutang piutang. Hal ini dilakukan agar selama proses perjanjian kredit berlangsung, tidak ada masalah atau kasus yang berarti, bahkan hingga ke ranah hukum.


Baca juga: Rasio Profitabilitas adalah: Fungsi, Jenis, dan Contohnya


Pihak Payor atau Customer serta Tanggung Jawabnya

Dalam proses receivable financing juga terdapat pihak ketiga atau payor. Pihak ketiga atau customer ini memiliki tanggung jawab untuk membayar seluruh tagihan keuangan yang sudah dikirimkan.

Invoice yang sudah dikirimkan kepada payor atau customer memang digunakan sebagai jaminan oleh pihak penerima pembiayaan. Oleh karena itu Anda harus sering melakukan follow up dan penagihan secara berkala agar invoice dapat segera dibayar oleh customer.

Anda bisa melakukan berbagai strategi agar pihak payor segera melaksanakan tanggung jawabnya untuk melakukan pembayaran tagihan. Hal ini sangat penting dikontrol agar proses pembayaran hutang kepada instansi pemberi pinjaman juga tidak macet.

Jika pembayaran tagihan dari payor macet, tentu yang rugi Anda sendiri. Nama Anda tentu saja akan buruk di mata instansi atau lembaga pemberi pinjaman, dan hal tersebut tentu saja tidak diinginkan.

Nama Anda bisa saja tidak dipertimbangkan dalam proses pengajuan kredit berikutnya. Maka untuk menghindari hal tersebut, payor atau customer juga harus melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik.

Sebelum mengambil langkah untuk mendapatkan modal dalam waktu cepat, Anda wajib mengetahui prosedur pengajuan pembiayaan piutang untuk operasional perusahaan. Seperti mengetahui siapa saja pihak yang terlibat dalam proses receivable financing termasuk memahami hak dan kewajibannya.


Dapatkan Modal Tambahan untuk Bisnis Anda

Sebagai pebisnis, Anda pasti ingin mengembangkan usaha agar semakin menambah keuntungan. Untuk melakukannya Anda tentu membutuhkan modal lebih.

Anda dapat mendaftarkan diri sebagai peminjam layanan P2P lending Modal Rakyat. Dengan pelayanan yang cepat dan praktis, Anda akan memperoleh modal dalam waktu lima hari kerja. P2P lending ini juga sudah berizin OJK, sehingga keamanannya akan dijamin.



Artikel Terkait
image image
Artikel Baru