Finansial

Receivable Financing, Kenali Apa Saja yang Harus Disiapkan oleh Nasabah

Kabrina Rian Ferdiani-

30 Jun 2021

Receivable Financing, Kenali Apa Saja yang Harus Disiapkan oleh Nasabah

Receivable financing adalah bentuk pembiayaan yang diberikan oleh bank atau lembaga tertentu untuk mendukung segala bentuk transaksi ekonomi. Langkah tersebut juga dilakukan agar cash flow perusahaan tetap berjalan dan tidak terganggu.

Pembiayaan piutang memang langkah agar cash flow sebuah perusahaan berjalan lancar. Perusahaan juga memiliki dana cukup untuk memproduksi barang dan memberikan jasa untuk pelanggan.


Baca juga: Kelebihan Receivable Financing dan Kendalanya


Keuntungan dan Risiko Receivable Financing Bagi Peminjam Dana

Receivable financing atau pembiayaan tentu saja memiliki keuntungan bagi sebuah perusahaan. Keuntungan tersebut tentu saja bisa mendukung kegiatan operasional sebuah perusahaan, berikut di antaranya.

Cash Flow Semakin Lancar

Sudah bukan menjadi rahasia umum bahwa adanya pembiayaan piutang mampu membuat cash flow perusahaan semakin lancar. Hal ini dikarenakan saat perusahaan Anda tidak memiliki dana segar, ada pihak pemberi pinjaman atau investor yang dapat membantu.

Dengan Anda memiliki investor yang bersedia membantu, maka permasalahan terkait dengan dana operasional perusahaan juga akan teratasi. Hal ini dikarenakan Anda memiliki jaminan piutang yang belum diberikan oleh perusahaan lain.

Dengan adanya keuntungan yang diterima peminjam dari program receivable financing, tidak mengherankan jika banyak perusahaan tertarik menggunakan program tersebut. Aliran dana perusahaan semakin lancar sehingga operasional perusahaan bisa dilanjutkan.

Proses Mendapatkan Pembiayaan Lebih Cepat

Keuntungan lain dari proses pembiayaan piutang adalah peminjam mendapatkan dana pinjaman dalam waktu cepat. Hal ini dikarenakan investor mampu memberikan dana sesuai dengan piutang kita kepada customer secara cepat.

Jika Anda melakukan penagihan terlebih dahulu kepada pemilik utang, tentu saja membutuhkan proses dan waktu tidak sebentar. Melalui program receivable financing, investor mampu memberikan pinjaman kepada Anda dalam waktu singkat.

Melihat catatan piutang, investor juga akan semakin percaya bahwa memang Anda bisa melaksanakan tanggung jawab untuk membayar hutang. Investor juga akan percaya terhadap kemampuan Anda dalam menagih utang.

Risiko Pembiayaan Piutang

Segala sesuatu memiliki kelebihan dan keuntungan masing-masing. Termasuk halnya dengan receivable financing, program tersebut juga mampu berisiko. 

Risiko pembiayaan piutang yang perlu dipahami adalah Anda harus membayar sejumlah nilai pokok utang dan bunga kepada investor. Hal tersebut tentu saja bisa menguras lebih banyak dana yang dimiliki.

Anda juga sebaiknya memikirkan risiko pembiayaan piutang sebelum mengambil program tersebut. Pertimbangan seperti kemampuan membayar dari pemilik utang juga penting dipikirkan agar Anda tidak menyesal di kemudian hari. 


Baca juga: Cek Kelebihan dan Kekurangan WhatsApp Business di Sini


Dokumen Purchase Order dan Invoice sebagai Bukti Piutang yang Dimiliki sebuah Perusahaan 

Dalam proses receivable financing, tentu saja investor membutuhkan bukti bahwa Anda memang memiliki piutang yang belum dibayar oleh klien atau pemilik utang. Anda bisa membuktikannya dengan menyerahkan purchase order serta invoice.

Purchase order atau surat pesanan diterbitkan oleh customer Anda. Mereka membeli produk Anda dengan cara menerbitkan purchase order terlebih dahulu.

Purchase order berisi secara jelas daftar item atau barang apa saja yang dibeli olah customer Anda. Tidak hanya itu, nominal atau harga masing-masing item serta total harga barang juga dicantumkan di surat pesanan.

Anda bisa menggunakan purchase order tersebut sebagai bukti untuk meminta pembiayaan atau receivable financing kepada investor. Investor tentu saja akan percaya dikarenakan purchase order atau PO juga memuat tanda tangan resmi dari pembeli.

Dokumen lain yang harus disiapkan nasabah atau peminjam adalah invoice. Invoice merupakan dokumen keuangan untuk penagihan terhadap barang yang dibeli customer. 

Di dalam invoice juga tercantum sangat jelas jumlah barang apa saja yang dibeli customer, nilai barang, serta total keseluruhan. Invoice juga melampirkan purchase order yang sudah diterima supplier. 

Agar receivable financing berhasil disetujui oleh investor, tentu saja Anda harus menyiapkan seluruh dokumen dengan baik. Seperti dokumen resmi, serta terdapat materai bahwa memang Anda memiliki piutang.

Jika Anda tidak menyiapkan seluruh dokumen yang dibutuhkan untuk pembiayaan utang, tentu saja investor sulit percaya. Pembiayaan juga bisa saja tidak dapat diberikan.


Baca juga: Womenpreneur Pemula, ini Tips Sukses untuk Anda


SPK Bisa Digunakan sebagai Jaminan Pembiayaan Piutang

Dokumen lain yang digunakan dalam proses receivable financing atau pembiayaan utang adalah SPK atau Surat Perintah Kerja. Surat perintah kerja pada umumnya juga berisi nilai kontrak kerja yang sudah disepakati.

Misalnya saja perusahaan Anda menawarkan jasa service mobil kepada klien. Di SPK tertulis secara jelas lingkup pekerjaan apa saja yang harus dilakukan oleh pemilik usaha dan nasabah, serta terdapat nilai kontrak.

Nilai kontrak menjadi bukti kepada investor bahwa memang Anda memiliki piutang yang belum terbayar. Dokumen tersebut termasuk bukti kuat, dikarenakan dalam SPK terdapat tanda tangan dan materai kedua belah pihak yang terlibat.

Investor tentu saja akan memeriksa seluruh dokumen sebagai bukti bahwa memang Anda layak menjadi pinjaman. Selain itu, investor juga bisa saja menganalisis pihak yang berhutang dan potensinya dalam membayar hutang.

Pembiayaan hutang memang dapat dipandang sebagai alternatif pilihan terbaik untuk mendapatkan pinjaman. Anda hanya perlu melampirkan dokumen yang dibutuhkan agar mendapatkan persetujuan investor.

Jika Anda mengajukan pembiayaan piutang di bank, pada umumnya bank akan menganalisis dalam perspektif yang lebih makro atau luas. Termasuk salah satunya dari fundamental perusahaan dan prospek perusahaan dalam jangka panjang.

Besaran jumlah pinjaman juga pada umumnya berbeda. Anda bisa mempelajari dengan seksama berapa jumlah dana yang dipinjamkan oleh investor untuk membiayai usaha.

Saat ini, bentuk pinjaman di masyarakat sangat beragam. Salah satunya adalah pembiayaan piutang untuk memenuhi kebutuhan operasional perusahaan.

Namun, Anda harus menyiapkan dokumen yang dibutuhkan seperti purchase order, invoice maupun surat perintah kerja agar investor bersedia memberikan pinjaman. Hal ini dikarenakan receivable financing tidak mudah diberikan jika tidak ada bukti kuat terkait piutang.


Baca juga: 7 Cara Cerdas Menangani Keluhan Pelanggan dengan Cepat


Dapatkan Modal Tambahan untuk Bisnis Anda

Sebagai pebisnis, Anda pasti ingin mengembangkan usaha agar semakin menambah keuntungan. Untuk melakukannya Anda tentu membutuhkan modal lebih.

Anda dapat mendaftarkan diri sebagai peminjam layanan P2P lending Modal Rakyat. Dengan pelayanan yang cepat dan praktis, Anda akan memperoleh modal dalam waktu lima hari kerja. P2P lending ini juga sudah berizin OJK, sehingga keamanannya akan dijamin.

Artikel Terkait
image image
Artikel Baru