Finansial

Menghadapi Sulitnya Menjadi Sandwich Generation

Kabrina Rian Ferdiani-

03 Sep 2020

Menghadapi Sulitnya Menjadi Sandwich Generation

Apa yang terlintas di benakmu ketika mendengar tentang sandwich generation? Istilah ini masih cukup awam di telinga khalayak. Menyertakan embel-embel sandwich, tidak lantas membuatnya diartikan secara harfiah sebagai generasi penyuka roti lapis tersebut. Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan istilah itu?


Baca juga: Cara Cerdas Mengatur Keuangan Gaji UMR


Mengenal Sandwich Generation dan Dampaknya

Sebagaimana roti lapis, sandwich generation maksudnya adalah milenial yang terhimpit antara kebutuhan finansial pribadi dengan keperluan keluarga – bisa orang tua maupun saudara. Secara otomatis, pengeluaran menjadi dua kali lipat lebih banyak. Tentu situasi ini cukup sulit bagi yang memiliki pemasukan terbatas.

Bagaimana dampak yang harus dihadapi bila membiarkan situasi tersebut berlangsung? Ada beberapa konsekuensi :

Tidak Memiliki Tabungan

Berada di posisi terhimpit antara dua kebutuhan tentu sulit bagi kamu untuk memiliki simpanan. Padahal, tabungan sendiri sangat penting untuk disiapkan sejak dini. Bukan sekadar persiapan hari tua, namun juga berguna sebagai dana cadangan bila terjadi sesuatu yang tidak terduga sehingga membutuhkan dana cukup besar.

Terlilit Utang

Ketika penghasilan kamu tidak cukup besar untuk memberi support finansial secara bersamaan untuk diri sendiri dan keluarga, kemungkinan terlilit utang sangat besar. Meskipun tampak menjadi solusi, sejatinya pinjaman justru menambah beban yang harus kamu tanggung. Sebab, kamu harus mengembalikan uang pokok berikut bunganya.

Mengalami Defisit Keuangan

Tidak punya simpanan, harus pula menanggung utang, tidak berlebihan ketika menyebut kamu sudah berada di ambang kebangkrutan finansial akibat defisit keuangan yang dialami. Hal ini disebabkan pemasukan yang terus berkurang hingga pengeluaran yang menghasilkan minus. Jika situasi semacam ini sampai terjadi, sulit untuk dapat bangkit kembali.


Solusi Ketika Menghadapi Jeratan Sandwich Generation

Dampak-dampak yang mungkin kamu hadapi ketika terjerat sandwich generation bukan sesuatu yang sepele, ‘kan? Sehingga, menghindari hingga mengatasi hal tersebut merupakan solusi terbaik. Cara pertama yang paling umum terbesit tidak lain dengan menghentikan segala dukungan finansial pada keluarga dan fokus pada kebutuhan pribadi.

Namun, tepatkah hal tersebut untuk dilakukan? Keputusan tersebut bukan tidak mungkin justru menimbulkan perselisihan internal keluarga. Masih ada cara-cara yang lebih bijak untuk kamu coba terkait jeratan sandwich generation ini :

Mengidentifikasi Keuangan Seluruh Keluarga

Supaya tidak megalami himpitan finansial akibat situasi di atas, hal pertama yang wajib kamu lakukan yaitu mengidentifikasi kondisi keuangan keluarga secara menyeluruh. Jadi, bukan hanya menghitung pemasukan dan pengeluaranmu, tetapi juga keseluruhan anggota keluarga yang menjadi tanggung jawabmu secara finansial. Mengapa harus demikian?

Sebab, dengan begitu kamu bisa mengetahui bila ada kemungkinan sumber dana yang dapat membantumu dalam menyokong keuangan keluarga. Contohnya aset, investasi, dan asuransi. Jika menemukannya, setidaknya kamu dapat menghindari situasi terburuk seperti harus berutang hingga mengalami defisit akibat beban pengeluaran berlebih.

Berkomunikasi dengan Keluarga 

Ketika kamu merasa kesulitan dalam memenuhi kebutuhan keluarga, tidak ada yang salah bila mengajak pihak-pihak yang terlibat untuk berkomunikasi. Jujur dengan situasi finansialmu terhadap mereka akan meringankan bebanmu. Sebab dengan begitu, keluarga juga akan membantu mencari jalan keluar untuk kepentingan bersama.

Menggalakkan Investasi

Terakhir, guna menghindari atau terlepas dari jeratan sandwich generation ini, kamu wajib menggalakkan investasi. Bukan untuk dirimu pribadi saja, tetapi juga seluruh keluarga. Investasi dapat menghasilkan profit yang bisa dijadikan sumber pendapatan utama atau penghasilan pasif. Metode efektif untuk menghasilkan kestabilan finansial dalam keluarga tanpa saling merepotkan.


Mengapa Investasi Dapat Membantu dalam Situasi Sandwich Generation?

Sebesar itukah impact atau efek dari berinvestasi sehingga dapat mencegahmu terjerat sebagai sandwich generation sekaligus menjadi solusi bila hal tersebut terlanjur terjadi? Tentu saja. Hal ini tidak terlepas dari pembagian kategori investasi berdasarkan jangka waktunya, mulai pendek, menengah, hingga panjang. Mengapa bisa demikian?

  • Investasi jangka pendek menghasilkan profit yang dapat digunakan untuk kebutuhan bersifat mendesak sehingga memperkecil kemungkinan kamu untuk berutang.
  • Investasi jangka menengah memberi manfaat untuk kebutuhan-kebutuhan tidak terduga atau dapat disebut juga menjadi sumber dana darurat.
  • Investasi jangka panjang dapat dijadikan sebagai pedoman untuk mempersiapkan hari tua yang makmur secara mandiri.

Jadi, tanpa utang, tersedianya dana darurat serta simpanan hari tua, kecil kemungkinan kamu terjerat sandwich generation. Bahkan meski kamu menanggung kebutuhan keluarga, defisit finansial memiliki peluang kejadian yang relatif rendah. Meskipun alangkah lebih baik bila berinvestasi sekeluarga agar manfaat yang dirasakan juga lebih besar.


Memilih Investasi Bijak dari Jerat Sandwich Generation

Lantas, apakah segala macam investasi dapat menyelamatkan kamu dari jerat sandwich generation? Tidak, karena investasi yang kamu pilih harus memenuhi klasifikasi berikut :

Poin-poin sederhana di atas dapat menjamin investasi yang kamu lakukan menghasilkan profit sesuai harapan dan tidak berbalik membebanimu. Namun, adakah investasi yang memenuhi kriteria di atas, khususnya poin pertama mengingat objek-objek yang ada cenderung terikat dengan perkembangan dunia secara general? Jawabannya hanya satu, yaitu investasi emas.


Investasi Emas IndoGold untuk Milenial Cerdas Finansial

Terlebih jika kamu memilih berinvestasi emas kekinian melalui platform IndoGold. Apa maksud dari deskripsi kekinian? Yaitu transformasi lebih baik dari segi kepraktisan dan keamanan investasi dengan mengandalkan kemajuan teknologi sesuai kebutuhan milenial. Jadi, kamu tidak berinvestasi dengan membeli perhiasan emas, melainkan sistem menabung daring.

Sebuah konsep yang menarik, bukan? Cukup dengan menyetorkan dana minimal Rp500,- saja, kamu sudah bisa memiliki tabungan emas yang perkembangan nilainya terus merangkak stabil. Bisa menjadi investasi jangka pendek – panjang, kamu dijamin tidak lagi kesulitan menyokong keuangan keluarga sehingga tidak lagi menghadapi bayang-bayang jeratan sandwich generation.


Baca juga: 5 Tips Agar Sukses Sebelum Usia 30 Tahun

Artikel Terkait
image image
Artikel Baru