Finansial

Tabungan Pensiun: Jenis, Contoh, dan Tips Sebelum Mendaftar

Kabrina Rian Ferdiani-

13 May 2022

Tabungan Pensiun: Jenis, Contoh, dan Tips Sebelum Mendaftar

Salah satu capaian finansial yang harus direncanakan sejak dini adalah dana atau tabungan pensiun. Bentuk tabungan ini berguna untuk pembiayaan hidup setelah Anda tidak lagi produktif bekerja. Dengan begitu, Anda dapat menikmati masa tua dengan lebih sejahtera. 


Apa itu Tabungan Dana Pensiun?

Seperti namanya, dana atau tabungan pensiun adalah bentuk tabungan yang dibuat dengan tujuan simpanan persiapan masa pascakerja. Bagi pekerja swasta atau pekerja di ranah non formal, tabungan ini penting karena akan menjadi sumber pendapatan setelah tidak lagi aktif bekerja. 

Tabungan dana pensiun sebenarnya tidak hanya dapat dinikmati ketika sudah tua atau tidak produktif, melainkan ketika Anda sudah mencapainya. Dengan kata lain, semakin cepat Anda mencapai dana pensiun, maka semakin cepat pula Anda dapat berhenti bekerja tetapi masih memiliki penghasilan. 


Baca Juga: Sebelum Pensiun Dini, Lakukan 6 Persiapan Berikut


Mengapa Perlu Mempersiapkan Tabungan Pensiun?

Setiap pribadi harus menyadari bahwa tidak dapat bekerja secara maksimal selama seumur hidup. Pada usia dan batas kemampuan tertentu, manusia sudah harus berhenti bekerja. Nah, pada saat itulah dana pensiun digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. 

Tidak hanya untuk diri sendiri, dana pensiun juga dapat bermanfaat bagi keluarga. Dengan pengelolaan uang yang tepat, dana pensiun yang Anda kumpulkan sendiri dapat dinikmati oleh anak dan cucu. Jika jumlahnya cukup besar, dana tersebut bahkan dapat digunakan untuk modal usaha berkelanjutan.  

Bagi anak muda, mempersiapkan tabungan pensiun sangat perlu dilakukan sebagai upaya financial freedom. Semakin cepat mencapai dana pensiun, maka semakin cepat pula berhenti dari rutinitas pekerjaan. Di sisi lain, waktu dapat dimanfaatkan untuk kegiatan produktif yang menjadi passion. 


Berbagai Jenis Dana Pensiun

Tabungan dana pensiun dapat Anda mulai melalui cara mandiri atau dengan mengikuti kerja sama dengan perusahaan pemberi kerja atau lembaga keuangan. Semuanya memiliki keunggulan masing-masing. 

Sebagai upaya memulai tabungan pensiun secara mandiri, banyak orang yang menyisihkan dananya untuk dimasukkan ke dalam instrumen pengelolaan uang. Salah satunya adalah dengan cara menjadi pendana di Modal Rakyat. 

Modal Rakyat adalah platform fintech P2P Lending yang menjadi mediator kerja sama antara penyumbang modal dengan UMKM atau pelaku bisnis. Dalam skema kerja sama yang dibentuk, pemilik usaha akan mendapat tambahan modal untuk mengembangkan usahanya, sementara pendana akan memperoleh bagian untung dari usaha tersebut. 

Modal Rakyat akan menjamin imbal hasil hingga 18% per tahun dari dana yang Anda modalkan. Selain itu, ada asuransi modal hingga 95% yang biayanya ditanggung oleh Modal Rakyat. 

Pendanaan di Modal Rakyat menjadi sesuai dengan semua kalangan yang ingin memulai tabungan pensiun sejak dini karena dapat dimulai dengan modal yang sangat kecil. Anda dapat memulainya dengan Rp 25 ribu di awal dan menambahnya secara berkala. 

Tertarik menjadi pendana di Modal Rakyat? Klik link berikut ini: mempersiapkan dana pensiun dengan menjadi pendana di Modal Rakyat. 

Selain menyiapkan tabungan dana pensiun secara mandiri, Anda juga dapat mengikuti program yang diadakan oleh perusahaan atau lembaga keuangan. Berkaitan dengan itu, dana pensiun dapat dibedakan setidaknya menjadi dua kategori, yaitu berdasarkan program dan berdasarkan penyelenggara. Dari dua kategori tersebut, masing-masing terbagi lagi menjadi beberapa jenis dana pensiun. Berbagai jenis dana pensiun adalah sebagai berikut:

  • Jenis Dana Pensiun Berdasarkan Program
  • Dana Pensiun Manfaat Pasti
  • Dana Pensiun Iuran Pasti
  • Jenis Dana Pensiun Berdasarkan Penyelenggara
  • Dana Pensiun Pemberi Kerja (Dppk)
  • Dana Pensiun Lembaga Keuangan (Dplk)


Jenis Dana Pensiun Berdasarkan Program

Dana pensiun dapat diselenggarakan berdasarkan program tertentu. Hal ini biasanya diselenggarakan oleh perusahaan kepada karyawannya. Ada dua program dana pensiun yang lazim diterima oleh karyawan di Indonesia, yaitu sebagai berikut:

a. Dana Pensiun Manfaat Pasti

Seperti namanya, jenis dana pensiun ini telah ditentukan jumlahnya sejak awal. Ketika seorang karyawan masih aktif bekerja, perusahaan dan karyawan akan menyepakati perjanjian mengenai hal-hal yang berkaitan dengan dana pensiun. Misalnya, perjanjian tersebut tertulis bahwa karyawan akan memperoleh dana pensiun sebanyak 90% dari gaji dan ditambahkan 2% tiap 5 tahun. 

Dari mana dana yang akan diberikan oleh perusahaan di masa depan atau ketika seorang karyawan dinyatakan pensiun? Dana tersebut berasal dari potongan gaji tiap bulan ketika masih aktif bekerja. Perusahaan atau pemberi kerja tentunya memiliki porsi tertentu untuk menambahi dana tersebut. 

Umumnya dana yang berasal dari potongan gaji karyawan dan tambahan dari perusahaan akan dimasukkan ke dalam instrumen keuangan tertentu. Hal itu dilakukan supaya dana akan berlipat ganda jumlahnya ketika tiba saatnya ditarik oleh karyawan. 

b. Dana Pensiun Iuran Pasti

Jika dana pensiun manfaat pasti menetapkan dengan jelas berapa jumlah dana yang akan diterima karyawan, jenis dana pensiun iuran pasti menetapkan jumlah potongan gaji yang diterima karyawan. Misalnya, dalam perjanjian tertulis seorang karyawan harus mengeluarkan sejumlah 15% gajinya setiap bulan. Uang tersebut disimpan oleh perusahaan dan akan dikembalikan ketika karyawan dinyatakan pensiun. 

Jenis tabungan pensiun ini bisa jadi salah satu yang paling beresiko merugikan karyawan. Apabila perusahaan memasukkan dana tersebut ke dalam instrumen yang gagal, maka seorang karyawan bisa saja menerima dana pensiun yang lebih sedikit dari yang diperkirakan. 


Jenis Dana Pensiun Berdasarkan Penyelenggara

Penyelenggaraan dana pensiun bagi seorang karyawan sebenarnya telah diatur oleh undang-undang, sehingga dapat diklaim secara hukum. Dalam Undang-Undang tahun 1992 Nomor 11, ada dua penyelenggara dana pensiun dan menjadi jenis dana pensiun itu sendiri, yaitu sebagai berikut:

a. Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK)

Seorang karyawan di sebuah perusahaan umumnya akan secara otomatis mengikuti jenis dana pensiun pemberi kerja. Gaji yang diterima akan dipotong setiap bulan dan akan dapat diambil ketika sudah pensiun. Untungnya, karyawan akan menerima dana sesuai pemotongan gaji dan tidak perlu mempertimbangkan apakah perusahaan sedang mengalami kerugian atau gagal investasi dana pensiun. 

b. Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK)

Seorang karyawan atau bahkan pengusaha dapat mempersiapkan dana pensiun di luar program perusahaan. Hal itu dilakukan melalui perusahaan asuransi, lembaga keuangan, dan perusahaan khusus penyelenggara dana pensiun. 

Meskipun konsepnya hampir sama, tetapi umumnya tidak ada peraturan khusus mengenai program dana pensiun melalui lembaga non pemberi kerja. Anda dapat menentukan jumlah setoran bulanan, jangka waktu, dan hal-hal lain mengenai dana pensiun yang akan dicapai. Hal ini juga tidak berkaitan dengan berapapun jumlah gaji yang diterima setiap bulannya. 


Baca Juga: Berkenalan dengan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK)

 


Contoh Dana Pensiun Lembaga Keuangan

Selain seorang wiraswasta atau pekerja non formal, karyawan sebuah perusahaan juga tetap dapat mengikuti tabungan dana pensiun melalui lembaga keuangan. Hal itu biasanya dilakukan oleh seseorang yang ingin memiliki tabungan pensiun ganda. Nantinya, dana tersebut digunakan untuk memenuhi keperluan hidup yang tidak terjangkau oleh dana pensiun dari perusahaan. 

Dana Pensiun Lembaga Keuangan menjadi berbeda dengan Jaminan Hari Tua atau Jaminan Pensiun yang diadakan oleh pemerintah atau perusahaan karena tidak ada pemotongan dana otomatis. Artinya, Anda seperti melakukan tabungan biasa. Fitur dan keuntungannya pun akan berbeda-beda di setiap lembaga yang mengadakannya. 

Berikut ini adalah beberapa lembaga keuangan yang menyediakan layanan tabungan dana pensiun di Indonesia:

  1. DPLK Bank BRI
  2. BNI Simponi oleh Bank BNI
  3. DPLK Bank BCA
  4. Jiwasraya
  5. Equity Life Indonesia
  6. Asuransi Jiwa Tugu Mandiri
  7. AIG Lippo
  8. AXA
  9. Askrida Jiwa
  10. Miralife
  11. BPD Jawa Barat
  12. Panin Life
  13. Bank Maspion
  14. Bringin Jiwa Sejahtera
  15. Bumiputera
  16. Allianz Indonesia
  17. PT. BNI (Persero) Tbk
  18. Indolife Pensiontama
  19. AIA Indonesia
  20. PT Bank Muamalat Indonesia
  21. Winterthur Life Indonesia
  22. BPD Jawa Tengah
  23. Pasaraya
  24. Manulife Indonesia


Apa yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memilih Tabungan Pensiun?

Ada beberapa pertimbangan yang harus Anda lakukan ketika akan memilih tabungan pensiun. Hal ini penting ditimbang karena akan mempengaruhi alokasi finansial Anda di waktu sekarang. Beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum menentukan tabungan pensiun adalah:

  • nilai setoran awal. Jangan sampai terlalu membebani alokasi dana karena justru akan membuat keuangan hari ini kacau. 
  • nilai minimum saldo tabungan. 
  • potongan dana bulanan. Pilih penyelenggara tabungan pensiun yang menawarkan biaya administrasi ringan tetapi tetap terjamin aman. 
  • kemudahan pengajuan dan pencairan dana. 
  • skema bagi hasil atau bunga yang ditawarkan. 
  • berbagai biaya pelayanan seperti penutupan rekening atau pun biaya untuk hal tidak terduga seperti ganti kartu ATM. 
  • limit penarikan yang bisa dilakukan penabung. 

Memperhatikan kredibilitas penyelenggara tabungan dana pensiun juga sangat penting untuk dilakukan. Pilih penyelenggara yang telah memiliki manajemen terpercaya dan resmi diakui hukum Indonesia.

Artikel Terkait
image image
Artikel Baru