Finansial

Tips Membeli Rumah KPR yang Sesuai dengan Kemampuan

Pretty Angelia Wuisan-

31 Mar 2022

Tips Membeli Rumah KPR yang Sesuai dengan Kemampuan

Memiliki rumah yang bisa ditinggal sampai tua nanti adalah impian kita. Dulu membeli rumah itu sulit, hingga ada produk KPR bank. Anda juga bisa memanfaatkannya dengan mengikuti tips membeli rumah KPR yang benar.

Di sini akan dijelaskan hal-hal penting yang berkaitan dengan KPR. Anda yang berencana untuk membeli rumah dengan sistem KPR, perlu menyimak penjelasan di bawah ini.


Baca juga: KPR adalah: Jenis, Syarat, dan Pertimbangan Mengajukan


Apa itu KPR?

KPR rumah adalah cara membeli rumah yang dilakukan dengan cicilan dalam beberapa waktu tertentu dengan melibatkan pihak bank dan lembaga keuangan di luar bank yang meminjamkan uang. KPR dikenal juga sebagai Kredit Kepemilikan Rumah.

Dengan KPR, Anda bisa membeli rumah dan menempatinya tanpa harus menunggu sampai cicilan lunas. Inilah yang membuat KPR dipilih sebagai alternatif beli rumah.

Anda yang memutuskan untuk ikut KPR, wajib melakukan pembayaran rumah sesuai dengan ketentuan setiap bulannya. Anda juga wajib melunasi cicilan sesuai dengan tenor yang dipilih.


Apa Saja Rincian Biaya Membeli Rumah KPR?

Sebelum membeli rumah lewat KPR, Anda harus mengetahui bermacam biaya yang harus Anda keluarkan. Alasannya karena biaya KPR tidak sebatas cicilan bulanan. Ini dia rincian biayanya.

  • Biaya DP KPR
  • Biaya untuk notaris
  • Biaya administrasi dan provisi
  • Biaya untuk asuransi rumah
  • Booking fee pada developer
  • Biaya untuk appraisal
  • Biaya BPHTB
  • Biaya APHT

1. Biaya DP KPR

Down payment atau dikenal juga sebagai uang muka adalah biaya yang perlu Anda bayarkan di awal pembelian rumah.

Jumlah biaya DP itu termasuk besar. Anda perlu mempersiapkannya dari jauh hari agar bisa cukup ketika mau melakukan pembelian. 

Besaran uang muka ini diatur oleh Bank Indonesia yang menetapkan DP rumah secara KPR minimal 30% dari harga rumah.

2. Biaya untuk notaris

Untuk segala urusan dokumen pembelian rumah, Anda perlu mempercayakannya pada notaris. Tidak ada patokan khusus berapa banyak yang harus Anda bayar ke notaris, tapi Anda boleh mengalokasikannya sendiri sesuai dengan beban kerja notaris dan sepak terjangnya. 

3. Biaya administrasi dan provisi

Pihak bank biasanya akan membebankan debitur KPR dengan biaya administrasi dan provisi. Biaya administrasi biasanya akan ditagih di awal kepada debitur KPR.

Sementara itu biaya provisi adalah biaya yang dikeluarkan untuk proses KPR seperti marketing, fotokopi, dan lainnya. Biasanya bank akan mengambil 1% dari total KPR.

4. Biaya untuk asuransi rumah

Biaya asuransi sebenarnya tidak wajib diikuti, tapi akan sangat membantu Anda melakukan KPR dengan tenang karena untuk memproteksi Anda dari berbagai masalah.

Asuransi yang ditawarkan biasanya adalah asuransi kebakaran, asuransi jiwa, dan asuransi kerugian. Anda bisa memilih semua jenis asuransi atau beberapa saja sesuai dengan kebutuhan.

Anda yang memutuskan untuk mengikuti asuransi tidak perlu bingung karena pihak bank yang akan mengurus asuransinya.

5. Booking fee pada developer

Ada lagi jenis bayaran yang bernama booking fee yang biasanya akan diminta oleh pihak developer. Biaya untuk hadir untuk menunjukkan komitmen debitur dalam pembelian rumah. Biayanya tidak tentu, tergantung dari kebijakan developer. Bisa dimulai dari 500 ribu hingga 25 juta rupiah.

6. Biaya untuk appraisal

Ada lagi biaya appraisal yang harus disiapkan di awal juga. Biaya ini diberikan pada bank yang akan melakukan penilaian bersama Kantor Jasa Penilai Publik. 

Penilaian ini bertujuan untuk menaksir harga rumah yang mau Anda beli apakah sesuai dengan yang Anda ajukan atau tidak. Nanti pihak bank akan meminjamkan uang sesuai dengan harga taksiran rumah yang mereka temukan.

7. Biaya BPHTB

Biaya yang wajib Anda bayarkan selanjutnya adalah Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. Biaya ini adalah kewajiban bagi siapa saja yang membeli properti baru ataupun yang lama. Biaya ini harus dilunasi di awal sebelum memulai cicilan KPR.

8. Biaya APHT

Ada lagi biaya Akta Pemberian Hak Tanggungan yang digunakan sebagai jaminan antara nasabah KPR dan pihak bank. Salah satu biaya KPR ini harus disetor sebelum memulai cicilan. Besarannya 0,25% dari biaya seluruh total kredit rumah.


Bagaimana Tips Membeli Rumah KPR?

Untuk Anda yang ingin punya rumah KPR, agar prosesnya berhasil, ini dia tips membeli rumah KPR untuk Anda lakukan.

  • Membeli rumah KPR sesuai dengan penghasilan
  • Memastikan lingkungan rumah nyaman ditinggali 
  • Memiliki penghasilan bulanan yang cukup stabil
  • Memastikan reputasi developer rumah bagus
  • Memastikan rekaman kredit Anda bernilai bagus
  • Baca kontrak KPR secara cermat

1. Membeli rumah KPR sesuai dengan penghasilan

Tips membeli rumah KPR yang pertama adalah pastikan harga rumah yang dipilih sesuai kemampuan. Anda juga harus tahu berapa cicilan yang berlaku.

Untuk mengetahui estimasi cicilan per bulan, Anda dapat memanfaatkan simulasi KPR di situs web resmi bank yang dipilih.

Jika nanti ada uang berlebih, Anda bisa merenovasinya sesuai dengan desain rumah yang Anda sukai.

2. Memastikan lingkungan rumah nyaman ditinggali 

Pertanyaan sebelum membeli rumah yang cukup penting, apakah lingkungan rumah itu nyaman untuk ditinggali? Anda bisa mengetahuinya dari interaksi para tetangga, fasilitas yang dimiliki komplek rumah, siskamling yang diatur dengan rapi, dan lainnya.

3. Memiliki penghasilan bulanan yang cukup stabil

Cara milenial beli rumah agar berhasil adalah memiliki penghasilan bulanan yang stabil. Hal itu karena pihak bank akan memikirkan kemampuan Anda dalam membayar cicilan sampai lunas. Apalagi membayar cicilan rumah tidak dilakukan di waktu yang sebentar. 

Selain itu, jumlah penghasilan per bulan Anda akan dibandingkan dengan cicilan yang harus dibayar. Tips membeli rumah KPR ini cukup krusial, jadi Anda perlu menyiapkannya secara serius.

4. Memastikan reputasi developer rumah bagus

Selain dengan pihak bank, Anda juga akan berurusan dengan pihak developer rumah, jika rumah yang Anda pilih baru dibangun.

Pilih developer terpercaya yang memberikan kerja sama menguntungkan. Anda sudah membayar sejumlah uang, developer yang baik tentunya akan membantu Anda menyelesaikan urusan KPR. 

Hal tersebut bisa dilihat dari keahlian mereka dalam mengurus beberapa hunian dan testimoni yang bisa Anda peroleh dari orang-orang yang tinggal di sana.

5. Memastikan rekaman kredit Anda bernilai bagus

Tips membeli rumah KPR berikutnya adalah pastikan Anda layak untuk mencicil rumah. Hal itu bisa diketahui dari kredit score Anda. Anda bisa memeriksanya sendiri dengan mengajukan SLIK OJK di situs web resmi.

Jika Anda masih ada utang yang harus dibayar, segera lunasi utang tersebut agar score Anda menjadi bagus. Setelah itu jalan Anda untuk mengambil KPR pun akan mulus.

6. Baca kontrak KPR secara cermat

Tips membeli rumah KPR yang jangan sampai dilewatkan adalah membaca kontrak KPR dengan teliti. Di sana mungkin ada istilah yang Anda kurang paham, jangan ragu bertanya pada mereka yang menyusun kontrak.

Setelah memastikan Anda menyetujui isi kontrak dan sesuai dengan kemampuan, barulah Anda bisa menandatanganinya.


Baca juga: APHT adalah Elemen Penting dalam KPR Rumah, ini Syaratnya


Kesimpulan

Itulah tips membeli rumah KPR yang bisa dipraktikkan. Pilih KPR sesuai dengan kemampuan Anda dalam membayar. Perhatikan syarat dan ketentuan agar Anda tidak melewatkannya satu pun. Semoga proses KPR Anda berjalan lancar!


Meraih Uang Tambahan untuk KPR dengan Pendanaan dari Modal Rakyat

Anda tidak harus hanya mengandalkan uang gajian untuk pembayaran KPR. Tambahan dana bisa diperoleh dengan mengikuti pendanaan UMKM di Modal Rakyat. Dengan meminjamkan sejumlah modal pada UMKM, Anda akan raih keuntungannya.

Modal yang disalurkan minimal Rp25.000. Keuntungannya 18% per tahun. 

Modal Rakyat terjamin keamanannya dan bisa dipercaya karena memperoleh izin legal OJK.

Manfaatkan promo BLOG25 ketika top up, Anda pun akan raih Rp25.000 secara cuma-cuma.



Artikel Terkait
image image
Artikel Baru