Finansial

Tenor adalah Jangka Waktu Pinjaman, ini Pengertian Lengkapnya

Brigitta Winasis-

01 Jun 2021

Tenor adalah Jangka Waktu Pinjaman, ini Pengertian Lengkapnya

Kita sering mendengar istilah tenor dalam dunia finansial, terutama dalam pinjaman. Namun apakah sebenarnya tenor itu?

Kebutuhan akan pinjaman semakin meningkat di masyarakat untuk berbagai keperluan, terutama bagi mereka yang kesulitan ekonomi maupun yang sedang mengembangkan bisnis. Hal itu membuat orang pergi ke bank atau lembaga kredit lainnya untuk meminjam uang.

Namun mendapatkan pinjaman tidak segampang yang dibayangkan. Apalagi jika kita tidak memahami seluk-beluk peminjaman secara lengkap. Ada banyak istilah di dalamnya, sehingga Anda harus mempelajari terlebih dulu sebelum meminjam dana.

Salah satu yang harus Anda mengerti adalah istilah tenor. Apa itu tenor? Di bawah ini akan dipaparkan lebih jelas karena hal ini penting dalam peminjaman.



Baca juga: Cara Hidup Hemat saat Menggunakan Kartu Kredit


Definisi Tenor

Tenor adalah satuan waktu dalam pinjaman. Tenor juga bisa disebut jangka waktu pinjaman.

Pada saat Anda mengajukan pinjaman ke bank atau lembaga kredit lainnya, Anda akan diberi pertanyaan tentang tenor yang hendak diambil, misalnya 6 bulan hingga 24 bulan. Jadi tenor adalah masa lamanya angsuran.

Dalam kurun waktu tersebut, Anda membayar angsuran sampai jumlah cicilan terpenuhi. Tenor juga terbagi menjadi dua kriteria, yakni panjang dan pendek.


Jenis Tenor

Ada dua jenis tenor yang diterapkan dalam pembayaran cicilan. Keduanya disesuaikan dengan kemampuan finansial peminjam. Hal ini dilakukan untuk menghindari potensi gagal bayar.

Berikut penjelasan dua jenis tenor.


Baca juga: Keuntungan Memilih Pinjaman Online Bunga Kecil untuk Bisnis


Tenor Panjang

Tenor yang pertama ini memiliki jangka waktu relatif lebih panjang, yakni mencapai 5 tahunan. Biasanya tenor jenis ini diterapkan pada kredit kendaraan bermotor. Lalu tenor hingga 20 tahun bagi mereka yang mengambil KPR.

Tenor panjang diberikan bagi mereka yang bekerja tetap sebagai karyawan, sehingga memiliki penghasilan bulanan. Tujuannya untuk menghindari gagal bayar atau kredit macet.

Bank memberikan total pinjaman yang berbeda. Hal ini dipengaruhi berbagai faktor, misalnya suku bunga dan biaya lainnya.

Tenor panjang dapat jadi opsi bagi mereka yang berpenghasilan pas-pasan. Sebabnya mereka punya cukup waktu agar kreditnya terbayarkan tiap bulan dengan tepat waktu. Hal ini merupakan kelebihan tenor panjang.

Sementara itu kekurangan tenor panjang adalah total dana pinjaman keseluruhan menjadi membengkak. Pasalnya peminjam harus membayar cicilan beserta bunga dalam waktu panjang. Jika tenor semakin lama, bunga yang harus ditanggung semakin besar.

Dilihat dari kelebihannya, tenor jangka panjang dapat meringankan debitur. Terutama bagi Anda yang berpenghasilan minimalis.

Namun pertimbangan ini tentunya kembali ke Anda. Pasalnya tenor merupakan salah satu daya tarik yang ditawarkan bank untuk menarik minat calon nasabah.


Tenor Pendek

Tenor pendek terbilang lebih cepat waktu pinjamannya. Misalnya setengah tahun sampai 2 tahun. Tenor singkat ini tepat bagi Anda yang tidak ingin terlalu lama berutang.

Bagi Anda yang meminta tenor pendek, umumnya angsuran yang dibayar menjadi lebih ringan. Jumlah dana yang dipinjam juga tidak terlalu besar.

Total keseluruhan dana yang dipinjam lebih ringan daripada tenor panjang. Beban bunga yang dikenakan juga lebih ringan. Hal ini menjadi kelebihan yang diperhitungkan bagi nasabah.

Selain itu, kekurangan tenor ini adalah jumlah cicilan setiap bulan lebih besar. Hal ini disebabkan kurun waktunya yang lebih cepat.

Namun karena cicilannya yang besar, nasabah menjadi harus menyisihkan uang lebih banyak tiap bulannya. Hal ini mungkin menjadi pertimbangan Anda saat mengajukan tenor pendek.

Anda juga perlu mengetahui faktor-faktor lainnya saat hendak meminjam. Misalnya limit kredit, bunga, biaya administrasi, dan lain-lain. Bunga yang ditawarkan pada lembaga perbankan konvensional adalah 1 sampai 3 persen per bulan.

Anda juga perlu menyesuaikan dengan kesanggupan finansial Anda. Dengan demikian, Anda dapat menghindari potensi gagal bayar yang mengakibatkan jumlah pinjaman semakin besar.


Menentukan Tenor

Dalam menentukan tenor, ada beberapa hal yang dipertimbangkan. Di antaranya besaran pinjaman, kemampuan membayar, dan permohonan debitur.

Misalkan Anda seorang pemilik usaha rumah makan. Anda saat ini berbasis di Jakarta.

Rumah makan itu cukup sukses, sehingga Anda ingin mengembangkan sayap bisnis. Sayangnya, Anda tidak memiliki cukup dana untuk membuka rumah makan baru di wilayah lain, misalnya Bandung.

Anda lalu mengajukan peminjaman senilai Rp300 juta. Awalnya Anda mengajukan tenor 1 tahun. Namun pihak bank menganalisis Anda hanya dapat meminjam Rp150 juta dengan tenor 2 tahun.

Mungkin pinjaman Anda dinilai cukup besar. Namun Anda kurang mampu membayarnya dalam kurun waktu tersebut.

Contoh lainnya adalah Andi mengajukan pinjaman online sebanyak Rp6 juta dengan tenor 3 bulan. Andi menggunakan dana ini untuk mengembangkan bisnis sampingan yang dimilikinya. Selama ini ia bekerja sebagai karyawan swasta.

Lalu untuk melakukan pre-order, Andi harus meminjam sejumlah uang. Bisnis jualan online tersebut menghasilkan keuntungan Rp5 juta per bulan. Selain itu, ia juga pernah melakukan pinjaman dan riwayat pengembaliannya baik.

Maka dari itu pinjamannya disetujui. Ia mendapat tambahan biaya Rp6 juta dengan tenor 3 bulan. Hal ini sesuai dengan kemampuan finansial Andi sebagai peminjam.

Dari dua contoh tersebut, dapat dilihat bagaimana bank dan lembaga kredit lainnya menerapkan tenor kepada nasabah mereka.

Peminjaman dengan nominal kecil biasanya disarankan untuk dicicil dalam waktu di bawah 24 bulan. Sementara itu nominal besar disarankan dicicil di atas 24 bulan.


Tips Mengajukan Kredit

Berdasarkan tenor, ada sejumlah tips yang dapat Anda terapkan untuk mengajukan pinjaman. Hal ini dapat Anda terapkan di lembaga keuangan konvensional maupun pinjaman online.


a. Memilih Lembaga Keuangan

Anda harus berhati-hati memilih lembaga keuangan. Pasalnya di luar sana banyak lembaga kredit bodong atau abal-abal.

Pastikan lembaga keuangan yang Anda pilih sudah terdaftar dan berizin di OJK. Lalu pilih lembaga keuangan yang menawarkan proses yang lebih mudah dan praktis.


b. Memilih Suku Bunga

Agar tidak memberatkan Anda, pilihlah lembaga keuangan yang menawarkan bunga kompetitif. Hal ini berlaku baik Anda peminjam individu maupun dari perusahaan.


c. Sesuai Kebutuhan dan Kemampuan

Tentukan tenor pinjaman sesuai kebutuhan Anda. Selain itu, sesuaikan dengan kemampuan finansial agar tidak memberatkan nantinya.

Sebagai acuan, Anda dapat mengajukan pinjaman tidak lebih dari sepertiga pendapatan per bulan. Pilihlah tenor sesuai kemampuan risiko Anda.


Salah satu layanan peminjaman yang bisa Anda pilih adalah P2P lending Modal Rakyat. Layanan berbasis fintech ini melayani peminjaman untuk Anda yang memiliki usaha berskala UMKM.

Anda dapat mengajukan proses secara mudah dan cepat. Jika semua persyaratan disetujui, Anda bisa memperoleh dana dalam lima hari kerja. Bunga yang ditawarkan pun relatif kompetitif dibandingkan layanan peminjaman lainnya. Modal Rakyat juga sudah berizin OJK, sehingga dijamin keamanannya.

Artikel Terkait
image image
Artikel Baru