Bisnis

Gaya Hidup

Ancaman di Bidang Ekonomi yang Perlu Diwaspadai

Pretty Angelia Wuisan-

11 Jun 2021

Ancaman di Bidang Ekonomi yang Perlu Diwaspadai

Masyarakat bisa memenuhi kebutuhan karena melakukan kegiatan ekonomi. Sayangnya kegiatan ekonomi ini tidak selamanya mulus. Bisa saja ada ancaman di bidang ekonomi yang terjadi dan berpengaruh terhadap kestabilan perekonomian suatu negara. 

Untuk itulah, Indonesia khususnya, memiliki berbagai macam aturan dan kebijakan untuk mengatasinya. Apabila ancaman ekonomi tidak diatasi dengan baik, akan memberikan dampak yang buruk bagi negara secara keseluruhan. Di sini akan dijelaskan mengenai ancaman tersebut dan solusi untuk menyelesaikannya.


Baca juga: Inilah Sejarah, Fungsi, dan Tugas Bank Indonesia


Ancaman di bidang ekonomi yang melanda Indonesia

Ancaman di bidang ekonomi ini jika dibiarkan terjadi, akan mendatangkan masalah yang serius, yaitu krisis ekonomi nasional. Indonesia pernah mengalami krisis ekonomi yang hebat, yaitu pada tahun 1998 dan tahun 2020 kemarin akibat dari pandemi.

Krisis ekonomi tahun 1998 ditandai dengan jatuhnya sistem perbankan Indonesia akibat kredit macet. Ditambah lagi dengan kolapsnya banyak perusahaan, sampai memicu kesenjangan sosial yang memantik terjadinya kerusuhan besar. Namun, Indonesia akhirnya bisa keluar dari krisis tersebut.

Sayangnya di tahun 2020, krisis kembali terjadi akibat pandemi yang melanda seluruh dunia. Banyak perusahaan yang jatuh, masyarakat kehilangan pekerjaan dan usahanya, sampai membuat perekonomian Indonesia jatuh ke lubang resesi.

Ancaman di bidang ekonomi itu memang akan selalu ada dan perlu diperhatikan secara serius. Apa saja contoh ancaman di bidang ekonomi?

1. Angka pengangguran yang tinggi

Contoh ancaman di bidang ekonomi yang pertama adalah masalah yang selalu ada hingga sekarang dan hampir setiap negara mengalaminya. Angka pengangguran yang tinggi menandakan bahwa banyak orang di luar sana tidak memiliki penghasilan yang bisa memenuhi kebutuhan hariannya. Sedangkan untuk membeli kebutuhan seperti makanan, pakaian, dan lainnya mereka memerlukan uang.

Contohnya nyatanya adalah krisis yang terjadi saat ini. Banyak perusahaan yang bangkrut atau perusahaan yang terpaksa mengurangi jumlah karyawannya demi efisiensi. Akibatnya angka pengangguran di Indonesia berada pada jumlah yang mengkhawatirkan.

2. Meningkatnya angka kemiskinan

Masalah kemiskinan ini sejak dulu menjadi PR yang terus ingin diselesaikan oleh pemerintah kita karena memang sulit untuk menyelesaikannya. Meningkatnya kemiskinan berarti meningkatnya jumlah masyarakat yang tidak hidup dengan layak, seperti mengalami kelaparan dan tidak memiliki tempat tinggal.

Kemiskinan dapat kita jumpai di sekitar kita, tidak hanya di tempat yang jauh dari pusat. Contoh terdekatnya adalah di Jakarta. Anda pasti akan bisa membedakan mana kawasan elit dan kawasan kumuh karena keduanya ada dan mudah Anda temukan.

3. Korupsi yang merajalela

Indonesia disebut sebagai negara yang angka korupsinya tertinggi di dunia, Walaupun sudah hadir Komisi Pemberantas Korupsi (KPK), tetap saja pejabat di sini bisa melakukan korupsi tanpa takut. Rasa-rasanya ini sudah menjadi kebiasaan yang sulit untuk diubah. Pelakunya senang-senang saja melakukan korupsi, tapi rakyat kecil yang kena imbasnya.

Contoh ancaman di bidang ekonomi ini yang bisa Anda lihat adalah kasus korupsi bantuan sosial yang terjadi di tahun lalu. Negara menyediakan sejumlah dana untuk disampaikan pada masyarakat yang membutuhkan, tapi ternyata banyak masyarakat yang tidak menerimanya karena uang itu diambil oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Sudah seharusnya hal ini tidak bisa dibiarkan terus-menerus terjadi.

4. Harga sumber daya alam yang jatuh di pasar dunia

Seperti yang sudah Anda ketahui, negara tidak hanya mengandalkan kegiatan ekonomi di dalam negeri, tapi juga di luar Indonesia. Hal ini terbukti dengan sumber daya alam yang diekspor ke luar negeri seperti minyak bumi, batubara, buah penghasil coklat, dan masih banyak lagi.

Sumber daya alam yang harganya yang jatuh di pasar dunia mengakibatkan negara terancam kehilangan potensi ekspornya. Ini juga berpengaruh terhadap perusahaan yang bergerak di bidang sumber daya alam itu yang bisa mengalami kerugian. Contoh sumber daya alam yang harganya belakangan ini anjlok adalah batubara. 

5. Angka ekspor lebih kecil dibandingkan impor

Produk dari luar banyak sekali yang ditemukan di Indonesia. Contoh yang paling mudah kita temukan adalah kendaraan bermotor dan produk makanan. Indonesia memang tidak melarang hadirnya produk luar negeri, tapi tentunya yang diinginkan adalah angka impor ini lebih kecil dibandingkan angka ekspor.

Jika suatu negara kebanyakan melakukan impor, itu artinya negara tersebut belum bisa memenuhi kebutuhannya sendiri untuk seluruh masyarakat. Ketergantungan terhadap produk dari luar negeri begitu terasa. Target yang harus dicapai untuk menyelesaikan masalah ini adalah membuat angka ekspor lebih tinggi dibandingkan angka impor.

6. Terjadinya peningkatan inflasi yang signifikan

Inflasi ditandai dengan harga barang dan jasa, terutama kebutuhan pokok yang semakin mahal. Hal ini akan gawat jika dibiarkan terjadi terus-menerus.

Tidak semua masyarakat Indonesia mampu membeli kebutuhan pokok yang harganya naik. Imbasnya masyarakat kecil yang kena. Angka kemiskinan pun akan naik. 

7. Distribusi yang belum merata ke seluruh Indonesia

Indonesia merupakan negara kepulauan yang menjadi salah satu negara terluas di dunia. Namun, hal tersebut mengakibatkan distribusi yang tidak merata. Fasilitas lengkap hanya ada di bagian pusat, sementara itu daerah terpencil tidak mendapatkan fasilitas yang sama dengan di pusat.

Contohnya adalah perusahaan makanan yang hanya memilih mendistribusikan produknya di Pulau Jawa karena belum memiliki sarana dan dana yang cukup untuk membawa produknya hadir di seluruh Indonesia.

8. Ekonomi dalam negeri dikuasai oleh asing

Contoh ancaman di bidang ekonomi selanjutnya adalah ketakutan akan terjadinya ekonomi yang dikuasai asing. Ciri khas dari kejadian ini adalah banyaknya perusahaan asing yang berdiri di suatu negara yang jumlahnya melebihi perusahan dalam negeri. 

Atau saham-saham perusahaan dalam negeri yang hampir dimiliki oleh asing. Padahal sudah seharusnya aset negara itu dikendalikan oleh negara, bukan oleh orang asing.


Faktor penyebab terjadi ancaman di bidang ekonomi

Ancaman ekonomi di atas bisa terjadi karena faktor-faktor di bawah ini.

1. Tingkat pendidikan yang rendah

Tingkat pendidikan yang rendah menyebabkan seseorang tidak memiliki daya saing yang sama dengan mereka yang punya pendidikan tinggi. Akibatnya mereka yang berpendidikan rendah kesulitan mendapatkan pekerjaan yang diinginkannya. 

Rendahnya tingkat pendidikan juga mengakibatkan rantai kemiskinan sulit diputus karena mereka lebih mendahulukan mencari penghasilan dibandingkan mengejar pendidikan. Ini yang menyebabkan banyak anak putus sekolah karena membantu keluarga mencari nafkah.

2. Tingkat tanggung jawab yang rendah

Korupsi umumnya terjadi karena pelakunya punya tanggung jawab yang rendah. Mereka tidak mampu membedakan mana uang pribadi, mana uang yang dimiliki oleh negara. Akibat sikap mereka tersebut, lagi-lagi orang kecil yang jadi korban.

3. Krisis ekonomi dunia

Krisis ekonomi yang terjadi secara global bisa menyebabkan ancaman ekonomi yang perlu diwaspadai. Contohnya krisis yang melanda akibat pandemi hampir dua tahun ini. Banyak sektor yang lumpuh, perusahaan yang terpaksa gulung tikar, dan orang-orang yang kehilangan pekerjaan.

4. Peraturan yang tidak tegas

Peraturan yang tidak tegas pun bisa membuat ancaman ekonomi seperti maraknya penambangan liar yang merusak alam sampai ke korupsi akan terus terjadi. 

5. Kurangnya sarana infrastruktur

Kurangnya sarana infrastruktur dapat mengakibatkan ancaman ekonomi seperti distribusi yang tidak merata akibat dari sarana transportasi yang tidak memadai.


Baca juga: Ingin Ajukan Pinjaman Modal Tanpa Masalah? Perhatikan Hal Ini


Solusi untuk Menyelesaikan Ancaman Ekonomi

Solusi yang bisa dilakukan untuk mengatasi ancaman ekonomi adalah sebagai berikut.

1. Meningkatkan taraf pendidikan masyarakat

Masyarakat atau tenaga kerja yang berpendidikan tinggi akan memiliki ilmu dan kemampuan yang berkualitas, sehingga di dunia kerja mereka bisa bersaing secara seimbang dengan orang lain. Untuk itu, cara meningkatkan taraf pendidikan adalah dengan memperbanyak program beasiswa untuk masyarakat tidak mampu.

2. Meningkatkan pembangunan infrastruktur dalam negeri

Agar distribusi tidak memiliki kendala lagi, perlu dilakukan pembangunan sarana transportasi yang memadai. Tidak hanya mengandalkan darat saja, tapi bisa laut dan udara juga. Contohnya, membangun transportasi di laut dengan kehadiran tol laut.

3. Mengatasi masalah inflasi

Indonesia memiliki tim sendiri dalam memantau pergerakan inflasi. Ketika inflasi terjadi, pemerintah akan menaikkan suku bunga bank untuk memancing masyarakat menabung di bank, mengatur harga maksimal produksi barang dan jasa, dan kebijakan moneter lainnya.

4. Mengurangi impor dan menggalakkan ekspor

Indonesia perlu mengurangi impor dan menggalakkan ekspor untuk membuat neraca perdagangan bernilai positif. Caranya adalah dengan memperketat kriteria barang yang bisa diimpor ke Indonesia. 

5. Membuat hukum yang tegas

Membuat hukum yang tegas untuk koruptor dan untuk mereka yang menyalahi wewenang sampai merusak alam secara berlebihan demi keuntungan mereka sendiri.

6. Menjaga aset dalam negeri dikuasai oleh negara

Contohnya adalah BUMN yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh pemerintah, walaupun sebagian dimiliki oleh publik. Hal ini perlu dipertahankan dengan sebaik-baiknya karena kehadiran BUMN itu juga memberikan pemasukan yang besar untuk negara.


Strategi Dalam Mengatasi Ancaman di Bidang Ekonomi

Lalu, bagaimana cara mengatasi ancaman di bidang ekonomi yang sudah dipaparkan tersebut? Berikut beberapa contoh strategi mengatasi ancaman di bidang ekonomi


  1. Menekan angka pengangguran melalui pelatihan kerja dan keterampilan berbisnis
  2. Mengatasi ketergantungan impor melalui insentif peningkatan produksi dalam negeri dan penerapan regulasi pembatasan impor
  3. Mengurangi angka korupsi melalui penegakan supremasi hukum
  4. Mengatasi kesenjangan ekonomi melalui akses pinjaman, perlindungan sosial, serta meningkatkan kualitas pendidikan
  5. Meningkatkan jangkauan distribusi melalui pembangunan infrastruktur untuk memfasilitasi distribusi


Bantu UMKM Semakin Berkembang Bersama Modal Rakyat

Kehadiran UMKM merupakan salah satu solusi yang tepat untuk mengurangi tingkat pengangguran di Indonesia. Namun, pelaku UMKM sering terkendala modal. Untuk itu Anda bisa membantu mereka yang membutuhkan modal. Menyalurkan dana untuk UMKM di Modal Rakyat termasuk mudah karena Anda dapat melakukannya lewat online.

Anda bisa mulai berinvestasi dari Rp500.000. Imbal hasil yang didapatkan bisa mencapai 18% per tahun. Kunjungi halaman berikut ini untuk memulai pendanaan.

Artikel Terkait
image image
Artikel Baru