Gaya Hidup

Bisnis

Mengenal Sistem Laissez Faire dalam Perekonomian

Pretty Angelia Wuisan-

28 Jul 2021

Mengenal Sistem Laissez Faire dalam Perekonomian

Laissez faire adalah salah satu istilah yang terkenal dalam dunia ekonomi. Mungkin Anda baru mendengar istilah ini. Sebenarnya istilah tersebut sudah ada sejak abad 18.

Istilah ini hadir membentuk kapitalisme dalam ekonomi yang menolak batasan-batasan yang dianggap membuat ekonomi tidak berkembang. Untuk mengenal istilah ini lebih jauh, di sini Anda akan mengetahui tentang sejarah laissez faire, konsep, kelebihan, serta kekurangannya.

 

Baca juga: Memahami Apa itu MEA dan Manfaatnya untuk Indonesia

 

Sejarah Laissez Faire

Laissez faire lahir dari kejadian yang cukup unik karena yang menyebarkannya bukan seorang ekonom atau ilmuwan dalam bidang ekonomi, tapi perkumpulan fisikawan asal Prancis.

Berawal dari tahun 1681 ketika Menteri Keuangan Prancis pada saat itu yang bernama Jean-Baptiste Colbert berdiskusi dengan pebisnis Le Gandre. Ia bertanya langsung pada pebisnis itu, apa yang pemerintah harus perbuat untuk membantu memajukan perekonomian di Prancis.

Lalu, Le Gandre memberikan jawaban, “Laissez-nous faire.” Atau bisa kita terjemahkan ke bahasa Indonesia sebagai, “Biarkan apa adanya saja.”

Istilah ini kemudian semakin populer pada tahun 1.700 setelah kumpulan fisikawan menyebarkannya. Pada saat itu mereka sedang mencoba mengaplikasikan prinsip sains ke dalam ilmu yang membicarakan tentang kekayaan, berpendapat bahwa pasar yang bebas adalah jalan keluar untuk menuju kebebasan bagi banyak orang.

Menurut mereka sudah seharusnya pemerintah tidak mengganggu jalannya bisnis yang ada di Prancis dengan membuatnya jadi lebih bebas. Pebisnis jadi bisa berkompetisi sesukanya. Pemerintah hanya cukup menjamin adanya kebebasan ekonomi itu dan menjaga harta yang dimiliki oleh bangsanya.

Akhirnya sistem ini dicoba dengan lebih membebaskan ekspor dan impor gandum antarprovinsi.  Awalnya disangka akan berhasil, tapi ketika itu panen gandum gagal, sehingga hasilnya lebih sedikit dari yang diperkirakan. Gandum yang tersedia pun ditimbun dan akhirnya membuat harga gandum melesat tidak terkira.

Akibatnya, perekonomian Prancis kala itu berantakan. Karena gandum langka, ratusan ribu penduduknya kelaparan. Pemerintah Prancis pun mengontrol kembali produksi gandum, hingga membuat keadaan bisa kondusif lagi setahun kemudian.

Laissez faire akhirnya tidak disetujui oleh pemerintah Prancis karena sistem ekonomi yang seperti itu dianggap tidak bisa diterapkan di Prancis.

Hanya saja setelah terjadinya revolusi industri, Amerika Serikat dan Inggris mempraktikkan sistem ekonomi ini pada abad ke-19. Namun, pada abad ke 20 Amerika Serikat membuat peraturan perdagangan pertama yang ideal untuk negaranya bahwa para pekerja juga membutuhkan perlindungan.  

 

Konsep Laissez Faire

Sistem ini yang membuat lahirnya sistem kapitalisme ekonomi yang saat ini dipraktikkan oleh Amerika Serikat.

Dari sejarahnya di atas, dapat kita simpulkan bahwa sistem ini punya konsep-konsep ekonomi sebagai berikut.

  1. Kompetisi bukanlah hal yang baru di kehidupan manusia, jadi tidak perlu membatasi kompetisi ekonomi juga karena hal itu hanya membatasi manusia untuk berkembang.
  2. Konsep ini menolak berbagai aturan pemerintah seperti penentuan UMR bagi para pekerja, penentuan pajak untuk pengusaha, dan aturan perdagangan lainnya yang dianggap merugikan para pebisnis.
  3. Pemerintah juga tidak diperbolehkan untuk menentukan harga jual. Semuanya ditentukan oleh pasar.
  4. Pebisnis akan menciptakan produk terbaik untuk konsumen karena persaingan yang cukup ketat.
  5. Konsumen pun dapat memilih produk yang paling baik untuknya.

Namun, konsep tersebut tidak sesempurna yang dibayangkan karena menciptakan masalah-masalah sebagai berikut:

  1. Harus diakui bahwa konsep ini hanya menguntungkan para pebisnis yang berhasil. Yang gagal berbisnis, bisa semakin tekor. Sedangkan, para pekerjanya juga tidak akan mendapatkan hak-hak yang sudah sepatutnya mereka peroleh. Sistem ini hanya menguntungkan segelintir pihak saja.
  2. Laissez faire tidak bisa sepenuhnya diterapkan sebebas-bebasnya karena terbukti merugikan masyarakat kecil dan para pekerja buruh karena mengakibatkan mereka tidak mendapatkan jaminan keamanan selama bekerja.
  3. Akhirnya pemerintah harus tetap menentukan aturan yang bijak untuk melindungi seluruh lapisan masyarakatnya dari ketidakadilan sistem ini. Negara paling kapitalis di dunia, Amerika Serikat saja memiliki aturan yang jelas untuk melindungi para pekerja.

 

Kelebihan dan Kekurangan Konsep Laissez Faire

Dari pembahasan di atas, kita dapat menyimpulkan konsep ini punya kelebihan dan kekurangan  yang dijabarkan sebagai berikut:

Kelebihan

  1. Pebisnis akan semakin terpacu untuk menciptakan produk yang paling berkualitas.
  2. Masyarakat akan lebih dimanjakan karena produk yang tersedia disesuaikan dengan kebutuhannya.
  3. Pebisnis pun akan semakin kreatif untuk menciptakan produk yang berbeda dari saingannya. Apalagi di sini kompetisinya sangat ketat.
  4. Pengusaha tidak akan dibebani pajak.
  5. Pengusaha diberikan kesempatan untuk memperluas cakupan bisnisnya. Tidak hanya domestik, tapi mudah juga berbisnis di luar negeri.

Kekurangan

  1. Eksploitasi sumber daya alam seperti pembuangan limbah berlebihan, hutan gundul, pembukaan lahan yang masif, dan kegiatan merusak alam lainnya akan tidak terkontrol. Bisa menyebabkan bencana alam yang mengerikan.
  2. Yang untung hanya pebisnis, sedangkan para pekerja dan rakyat biasa akan menderita apabila terjadi kelangkaan barang.
  3. Ketimpangan antara yang kaya dan miskin semakin terlihat di dalam sistem ini.
  4. Bisa menimbulkan persaingan yang tidak sehat karena masing-masing pengusaha ingin menjadi nomor satu di sektor mereka.
  5. Tidak adanya pemasukan negara berupa pajak yang selama ini menjadi salah satu pemasukan utama untuk APBN.

 

Baca juga: Peran Pelaku Ekonomi Terhadap Perekonomian Indonesia

 

Terlepas dari konsepnya yang tampak menarik, laissez faire sepertinya tidak bisa sepenuhnya dipraktikkan di seluruh dunia. Pemerintah tetap berhak mengintervensi untuk melindungi masyarakatnya, terutama kaum masyarakat kecil.

Perekonomian yang baik seharusnya tidak hanya menguntungkan bagi yang kaya, tapi yang hidupnya di bawah garis kemiskinan pun bisa terbantu.

 

UMKM Kembangkan Bisnis dengan Pengajuan Pinjaman di Modal Rakyat

Pelaku UMKM yang ingin meningkatkan kinerja bisnisnya, tapi terkendala modal, dapat mengajukan pinjaman di Modal Rakyat. P2P Lending Modal Rakyat akan mempertemukan Anda dengan pendana yang bersedia meminjamkan dana untuk Anda. Anda dapat mengajukan pinjaman di Rp500 ribu sampai Rp2 miliar.

Tidak perlu mencemaskan besaran bunga karena bunga yang dibebankan pada Anda akan disesuaikan dengan risiko usaha. Proses pengajuan pinjaman termasuk mudah karena bisa dilakukan secara online, oleh karena itu prosesnya cenderung cepat. Modal Rakyat juga sudah memperoleh izin dari OJK, jadi aman dan terpercaya.

Anda bisa memulai pengajuan pinjaman dengan berkunjung ke tautan ini.

 



Artikel Terkait
image image
Artikel Baru