Finansial

Anda Seorang Trader? Wajib Tahu soal Support and Resistance

Brigitta Winasis-

31 Aug 2021

Anda Seorang Trader? Wajib Tahu soal Support and Resistance

Support and resistance adalah teori dalam dunia trading, baik itu saham, trading forex, crypto, komoditas, dan seterusnya. Maka dari itu, analisis teknikal ini sangat penting untuk dipahami.

Support and resistance bahkan termasuk ilmu dasar yang harus dipelajari dalam trading. Pastikan Anda juga memahami cara membaca candlestick chart.


Baca juga: Broker adalah Pialang Saham, Simak Penjelasannya Berikut ini


Apa itu support dan resistance?

Secara harfiah, support merupakan dukungan dan resistance adalah perlawanan. Dalam konteks pergerakan harga, support and resistance adalah poin di mana harga berbalik arah.

Hal ini adalah yang pertama kali perlu Anda pelajari saat membuka chart. Dengan begitu, Anda tahu kapan harus melakukan aksi beli dan jual. Saat harga naik, lakukan pembelian dan saat harga turun, lakukan penjualan.

Berikut penjelasan sederhana support and resistance.

a. Support

Area di mana harga menjadi naik. Terletak di bawah harga.

b. Resistance

Area di mana harga menjadi turun. Terletak di atas harga.

Tidak ada titik pasti di dalam support and resistance. Maka dari itu disebut area. Mengapa? Sebabnya ada ribuan bahkan jutaan orang yang terlibat trading.

Walaupun semua orang tahu titik di mana harga akan berbalik, tetap sulit untuk betul-betul berbalik di harga tersebut.

Sebagian orang yang tidak sabaran akan melakukan aksi terlebih dulu. Sementara itu orang yang kurang cepat akan ketinggalan melakukan aksi. Maka dari itu, support and resistance membutuhkan area.

Support and resistance juga kerap digambarkan menggunakan garis melengkung, horizontal, atau miring. Tujuannya adalah mempermudah gambaran.

Dengan adanya garis, maka akan ada toleransi error. Misalkan resistance digambarkan menggunakan garis lurus di harga 3000, rentang area resistance dianggap di kisaran 2950-3050.


Apa Fungsi Support dan Resistance?

Support dan resistance adalah pengukuran yang digunakan oleh seorang trader untuk menaksir tingkat harga saat ini. Support and resistance tidak hanya ada dalam pasar trading. Sebagai contoh, seorang pedagang pasar memiliki catatan terkait kapan harga naik atau turun.

Saat kondisi mendukung, banyak orang akan membeli barang ekonomi. Secara hukum ekonomi, saat supply tidak lagi bisa memenuhi demand yang semakin tinggi, harga barang akan melonjak.

Pedagang lalu akan berpikir bahwa sempat ada momen di mana harganya bisa mencapai titik X. Dengan begitu, ada kemungkinan bisa naik lagi ke harga tersebut. Titik X ini yang disebut resistance.

Contoh lainnya, pedagang mendengar daerah lain akan sangat membutuhkan barang tersebut karena suatu kondisi, misalnya akibat bencana alam. Pedagang lalu mulai melakukan stok sampai akhirnya barang menjadi langka.

Harga barang semakin melonjak dan menembus titik X terdahulu dan membuat harga tertinggi yang baru. Hal ini disebut dengan break out.

Sementara itu saat kondisi kurang kondusif, pedagang akan mulai menjual barang-barangnya terlebih dahulu. Namun tidak sampai membuat harga turun drastis, karena masih dipercaya harga barang akan naik.

Pedagang akan berpikir, harga barang suatu saat akan naik sehingga sebaiknya menahan penjualan. Pada posisi ini, harga ada di area support.

Jika situasi memburuk dan banyak yang menjual barang dagangannya, harga semakin anjlok. Biasanya pedagang melakukan jual rugi atau cut loss, daripada barang tidak laku.


Karakteristik Support and Resistance

Ada beberapa karakteristik support dan resistance yang perlu diperhatikan seorang trader.

a. Saat harga lewat area resistance, kemungkinan terjadi support.

b. Semakin sering area support atau resistance tersentuh tanpa tertembus breakout, kedua area tersebut semakin kuat.

c. Semakin sering area support dan resistance berhasil ditembus, kekuatan breakout bergantung pada seberapa lama area support dan resistance mampu bertahan.


Menentukan Support dan Resistance

Level support and resistance bukanlah sesuatu yang mutlak. Sering terjadi harga bergerak melewati area support dan resistance yang sudah ditandai.

Namun hal ini terjadi bukan karena harga tertembus. Level tersebut sedang diuji pasar. Hal ini bisa Anda lihat pada ekor grafik candlestick.

Dalam grafik, seolah-olah pasar menembus area harga support. Namun saat harga mulai menembus level support, banyak yang mengira akan terjadi breakout, ternyata tidak terjadi.

Tidak dapat diketahui dengan pasti bahwa terjadi pengujian level support atau terjadi breakout. Beberapa teori menyebutkan area support dan resistance tertembus jika melebihi harga penutupan. Namun hal ini tidak selalu terjadi.

Jangan sampai Anda tertipu "breakout palsu". Anggaplah area support dan resistance sebagai kisaran harga, bukan titik pasti.

Anda harus bisa menentukan level support atau resistance melalui grafik K-line. Grafik ini berfokus pada harga penutupan, berbeda dengan grafik candlestick yang menunjukkan harga informasi harga tertinggi dan terendah.

Harga terendah dan tertinggi pada candlestick sering "menipu" trader. Biasanya harga tersebut terjadi akibat reaksi pasar.

Saat menetapkan area support dan resistance, sebaiknya jangan menggunakan reaksi pasar. Ketahuilah pergerakan harga yang sesungguhnya, salah satunya dengan grafik K-line. Cari tahu di mana pergerakan harga membuat lebih dari satu puncak (area resistance) atau lembah (area support).


Baca juga: Dilusi Saham adalah: ini Penjelasan Lengkapnya


Strategi Penerapan

Setelah mengetahui cara menentukan support dan resistance, kini saatnya Anda mengetahui cara penerapannya agar bisa mendapatkan profit.

Stop Loss dan Take Profit

Stop loss dilakukan agar tidak semakin merugi. Stop loss dipasang dengan auto order. Jika harga turun, otomatis akan dilakukan penjualan.

Jika dijual secara manual, maka disebut cut loss. Hal ini sebaiknya Anda lakukan jika harga sudah menembus support cukup jauh.

Apabila Anda ragu-ragu, Anda bisa merugi karena harga akan terus turun. Stop loss sebaiknya dilakukan di area bawah support lebih sedikit.

Sementara itu Target Profit adalah di bawah resistance sedikit. Ingatlah bahwa area ini abu-abu. Apabila Anda tidak yakin, jual sebagian untuk mengambil profit. Sekalipun harga turun, Anda sudah untung sedikit.

Breakout dan Rebound

Breakout berarti harganya sudah menembus resistance. Artinya terjadi tren kenaikan. Anda bisa membeli di sini, baik dengan auto order maupun secara manual.

Periksa kembali apakah ada resistance yang dilewatkan. Jika ternyata muncul resistance lainnya, tunggu sampai tembus. Jika terjadi breakout tetapi harga turun kembali, artinya fake out.

Rebound berarti harga berbalik arah di support. Belilah saat harga sudah benar-benar naik dari support. Jangan langsung membeli di area support karena kemungkinan harga akan turun.

Trailing Stop

Trailing stop berarti Anda menarik stop loss ke titik yang baru. Stop loss akan terus-menerus diperbarui saat ada support baru yang muncul.

Tujuan trailing stop adalah bersiaga jika harga terjun atau tren berakhir.

Swing Trading

Swing trading artinya ayunan. Tujuannya yaitu mencari keuntungan dari harga yang turun naik antara support dan resistance.

Kelebihan swing trading adalah Anda bisa melakukan trading dalam kondisi apapun, termasuk sideways. Yang penting adalah Anda mengetahui support and resistance-nya.

Swing trading juga sebaiknya dilakukan menggunakan auto order, agar Anda dapat membeli sebanyak-banyaknya di harga support dan menjual di harga resistance.

Scalping/ODT

Pada dasarnya, support dan resistance dapat digambar menggunakan timeframe apapun. Misalnya untuk scalping, gunakan timeframe singkat seperti 1 menit hingga 1 jam. Carilah support dan resistance yang kuat di timeframe yang besar.

Mencicil Beli

Cara ini kurang lebih sama dengan swing trading. Perbedaannya adalah Anda tidak menjual pada harga resistance swing.

Namun saat harga mencapai support maka Anda membeli lagi. Tujuannya adalah menambah posisi selagi harga masih murah. Analisis support dan resistance dilakukan untuk menghindari membeli saat harga mahal.


Jadilah Pendana UMKM Indonesia Melalui Modal Rakyat

Pendanaan tidak hanya dapat dilakukan melalui trading, tetapi juga melalui P2P lending seperti Modal Rakyat. Apa saja keuntungannya?

Layanan ini sudah berizin OJK, sehingga aset Anda dijamin keamanannya. Imbal hasil yang ditawarkan mencapai 18 persen per tahun.

Selanjutnya, minimal pendanaan yang bisa dilakukan rendah. Anda bisa mendanai mulai dari Rp25.000 saja.

Likuiditas yang ditawarkan juga tinggi. Anda bisa memilih durasi pendanaan, misalnya mulai dari satu bulan saja.

Artikel Terkait
image image
Artikel Baru