25 Jan 2021

P2P Lending saat ini mengalami pertumbuhan di dalam negeri. Terutama bagi pihak-pihak yang mempunyai aktivitas penting di dalamnya. Seperti dua di antaranya yaitu peminjam atau borrower dan investor modal. Keduanya sama-sama berperan penting dalam kemajuan dan pertumbuhan financial technology era digitalisasi.
Sebelum menanamkan modal berupa uang setiap orang perlu membekali diri dengan beragam informasi. Fungsinya agar terhindar dari ajang penanaman modal bodong yang terkesan menggiurkan. Seperti namanya modal investasi tersebut tidak membuahkan hasil maksimal. Melainkan terkadang justru uang Anda tidak kembali sesuai jatuh tempo.
Baca juga: Dessert Box: Peluang Usaha dengan Omzet Senikmat Rasanya
Tugas memperluas informasi secara mandiri tidak hanya menjadi kewajiban sang pemberi modal dana. Langkah aman tersebut juga perlu dilakukan oleh calon peminjam di dalam penanaman modal P2P Lending. Setiap orang yang memberi dan menerima manfaat modal sama-sama perlu membekali diri dengan pemahaman yang luas.
Terkadang ada berbagai ulasan yang justru membingungkan mengenai penanaman modal secara online tersebut. Akibatnya Anda hanya menerima sebagian informasi penting terkait investasi jangka panjang maupun pendek. Oleh sebab itulah tidak ada salahnya menambah pengetahuan Anda dengan melihat makna sesungguhnya dari investasi peer-to peer-lending.
Baca juga: Menjadi Pendana P2P Lending yang Menghasilkan Profit Bulanan
Bagi seorang investor kegiatan menanam modal adalah aktivitas rutin. Kebiasaan tersebut bertujuan mendapatkan cuan dari setiap investasi yang ditanam. Jumlah keuntungannya bervariasi dan dipengaruhi oleh beragam faktor. Satu di antaranya berkaitan dengan besaran modal yang dikeluarkan pada saat masa investasi berlangsung.
Aktivitas tersebut dilakukan di sebuah wadah berbentuk platform khusus. Wadah tersebut dijembatani oleh perusahaan financial technology yang telah mendapat pengawasan ketat OJK. Sehingga kegiatan penanaman modal dapat dipertanggungjawabkan. Para investor P2P Lending dalam ini menentukan jalannya penanaman modal.
Baca juga: 7 Ide Passive Income yang Bisa Anda Coba Tahun 2021
Lantas apa keterikatan peer to peer lending dengan investor? Lender memiliki hak penuh terhadap setiap keuntungan modal yang telah dipinjamkan. Singkatnya pemberi pinjaman adalah tonggak dari keberlangsungan sistem penanaman modal tersebut. Dana yang telah terkumpul dari lender kemudian disalurkan ke penerimanya.
Makna sistem pendanaan tersebut bagi seorang investor terlihat dari track record. Setiap pendana dapat menganggapnya sebagai wadah dalam berinvestasi secara online. Untuk itu biasanya pendana tidak tanggung-tanggung menganggarkan uangnya. Alasannya sama yaitu mendapatkan profit tinggi dari bantuan pinjaman modal yang mereka anggarkan.
Baca juga: Modal Rakyat Dukung Perencanaan Keuangan untuk Modal Usaha
Seorang peminjam dana atau borrower juga memiliki peran yang sama dengan lender. Mereka merupakan tonggak kegiatan penanaman modal. Sederhananya para borrower merupakan target bagi lender yang ingin mendapatkan keuntungan tinggi. Berkat peminjam dana tersebutlah seorang lender nantinya bisa mencapai profit maksimal.
Borrower dalam hal ini merupakan pihak-pihak yang memiliki permasalahan pemenuhan kebutuhan usaha. Salah satunya kebutuhan modal yang nominalnya variatif. Untuk mendapatkan bantuan modal mereka memanfaatkan pendanaan P2P Lending. Biasanya pengumpulan dana untuk masing-masing borrower berbeda.
Baca juga: Tips Ampuh Menjalankan Bisnis Online bagi Pemula
Hal tersebut dikarenakan total kebutuhan modal pada tiap pengusaha tidaklah sama. Seperti kebutuhan modal yang hanya berkisar Rp500 ribu. Dana tersebut dapat ditanggulangi oleh satu orang investor atau lebih. Namun untuk pemenuhan modal berskala besar yang mencapai ratusan juta memerlukan bantuan lebih dari satu investor.
Hal tersebut juga berdampak pada durasi pengumpulan dana dari lender. Secara umum nominal pengumpulan modal kecil membutuhkan waktu singkat. Sebaliknya untuk mengumpulkan dana yang jumlahnya besar memerlukan durasi lebih lama. Pengumpulan pinjaman modal dari investor tersebut bisa berhari-hari lamanya.
Baca juga: Mudahnya Pendanaan P2P Lending di Era Digital
Sistem pendanaan peer to peer pada dasarnya relevan dengan kebutuhan masyarakat milenial. Saat ini semua hal dapat dilakukan dengan praktis dan cepat. Begitu pula yang ada pada sistem pinjam meminjam tersebut. Hal-hal yang dilakukan di dalamnya dilakukan dengan cepat dan mengedepankan kepraktisan.
Bagi seorang investor tentunya menemukan peminjam modal yang tepat adalah sebuah tantangan. Ketersediaan modal besar tanpa dukungan peminjam yang tepat tentu kurang efektif. Hal ini karena alokasi dana tersebut akan dilimpahkan ke pihak yang sebenarnya kurang tepat. Dampaknya target hasil investasi tidak tercapai tepat waktu.
Baca juga: Menciptakan Peluang Usaha Kreatif dan Berpotensi Sukses
Untuk itulah dukungan sistem financial technology P2P Lending menguntungkan para lender. Mereka tidak perlu memusingkan pencarian peminjam yang tepat dan benar-benar membutuhkan. Bahkan dalam hal ini sistem tersebut dapat disebut sebagai penghubung lender dengan borrower yang mempunyai track record bagus.
Mengapa track record yang bagus penting dipertimbangkan? Alasannya berkaitan dengan pelunasan modal di setiap tanggal jatuh tempo. Borrower yang dikenal memiliki rekam jejak bagus sudah pasti dapat mengangsur pinjaman modal tepat waktu. Dengan demikian sang investor juga mendapat jaminan pengembalian modal dan profit sesuai harapan.
Baca juga: Yuk, Mengenal Fintech dan Jenis-Jenisnya
Bukan hal tabu apabila setiap investor mendambakan return tinggi dari setiap nilai transaksi penanaman modal yang telah berhasil dilakukan. Semakin tinggi return investasi maka bagus untuk meningkatkan financial. Namun tidak semua jenis dan instrumen pembiayaan menghasilkan perolehan imbal hasil tinggi.
Untuk itu lender tetap harus memilah karakteristik sistem penanaman modal yang mampu mendongkrak financial. Salah satunya dengan sistem P2P Lending yang memberikan return tinggi kepada setiap lender. Bahkan karakteristiknya cocok bagi kalangan investor milenial karena basis penanaman modalnya dilakukan dengan memanfaatkan sistem digital.
Baca juga: Hidup Hemat ala Orang Jepang ini Bikin Cepat Kaya
Pemanfaatan sistem digital memberikan manfaat besar bagi lender masa kini. Mereka tidak perlu melakukan perjanjian yang cenderung ribet dan berbelit-belit. Alasannya dikarenakan sistem yang dianut oleh penyelenggara layanan financial technology mengedepankan prinsip serba praktis namun tetap aman.
Modal Rakyat sebagai tumpuan bagi para lender dan borrower untuk saling bertemu. Mereka dipertemukan di sebuah wadah platform. Calon lender dapat menginvestasikan modal awal sekitar Rp25 ribu. Meski minim namun return investasi P2P Lending di Modal Rakyat mencapai 15-25 per tahunnya.