Finansial

Bisnis

Liabilitas adalah Pasiva, ini yang Pemilik Bisnis Wajib Tahu

Pretty Angelia Wuisan-

03 Aug 2021

Liabilitas adalah Pasiva, ini yang Pemilik Bisnis Wajib Tahu

Liabilitas adalah istilah yang harus dipahami oleh pemilik usaha karena pemilik usaha akan sering menghadapinya. Dalam sebuah usaha, liabilitas menjadi salah satu komponen yang dihitung dan harus ditampilkan di laporan keuangan.

Liabilitas juga memiliki karakteristik dan jenis-jenisnya yang mempengaruhi kinerja perusahaan. Oleh karena itu di sini akan dibahas mengenai liabilitas, karakteristik, jenis-jenis, cara analisis, dan contohnya

 

Baca juga: Aktiva adalah: Pengertian, Jenis-jenis, dan Contohnya

 

Liabilitas adalah

Liabilitas adalah utang yang dimiliki perusahaan yang digunakan untuk menunjang usaha perusahaan. Di dalam laporan keuangan perusahaan, liabilitas disebut dengan pasiva. Kita bisa juga menyebutnya sebagai kewajiban.

Alasannya karena perusahaan memiliki kewajiban untuk membayar utang-utang tersebut. Selain itu, perusahaan akan dinilai oleh investor dari utang yang dimilikinya. Maka dari itu, liabilitas akan selalu dicatat oleh perusahaan di laporan keuangan.

Namun, bukan berarti perusahaan yang berutang itu tidak bagus. Perusahaan yang berutang tetap bisa berjalan sebagaimana mestinya asalkan dapat mengelola bisnisnya dengan baik. Sulit juga menemukan perusahaan yang tidak mempunyai utang di zaman sekarang.

Namun, perusahaan tentu harus mengontrol keuangannya dengan baik supaya tidak memiliki utang yang besar. Yang harus diperhatikan perusahaan adalah besaran utangnya tidak melebihi nilai aset. Apabila melebihi nilai aset, tentu akan sulit mengembalikannya.

Liabilitas juga berbeda dengan beban. Ini yang perlu pelaku bisnis ingat karena sering menyamakannya dengan beban usaha atau expense.

Yang dimaksud beban usaha itu adalah pajak, sewa bangunan, listrik, air, dan berbagai komponen lain yang perusahaan keluarkan demi mendapatkan keuntungan dalam bisnisnya.

Sedangkan liabilitas harus dikeluarkan oleh perusahaan karena ada jatuh temponya. Dalam kondisi apapun itu, perusahaan harus mampu membayar kewajibannya sesuai dengan aturan. Selain itu, liabilitas tidak hanya berupa uang, bisa juga berupa barang atau jasa.

 

Karakteristik Liabilitas adalah

Supaya Anda lebih bisa membedakan beban dan liabilitas. Di sini akan dibahas mengenai karakteristik liabilitas.

  1. Biasanya berbentuk pinjaman yang didapatkan perusahaan dari bank, lembaga keuangan lain, dari perorangan yang perusahaan gunakan untuk meningkatkan kinerja perusahaan.
  2. Memiliki jangka waktu pembayaran yang tertulis jelas.
  3. Menjadi kewajiban terhadap pihak lain yang harus diselesaikan sesuai dengan aturan atau kesepakatan yang berlaku dengan pihak tersebut.

 

Jenis Liabilitas

Liabilitas adalah utang yang dibagi menjadi beberapa jenis sesuai dengan jatuh temponya dan kebutuhannya untuk perusahaan.

 Waktu jatuh tempo itu penting bagi perusahaan. Dengan begitu, perusahaan akan bisa memprioritaskan mana kewajiban yang harus dibayarkan dalam waktu dekat dan mana yang bisa ditangguhkan.

Seperti inilah jenis liabilitas.

1. Liabilitas Lancar

Liabilitas lancar adalah utang yang perlu dibayarkan dalam waktu singkat (liabilitas jangka pendek). Biasanya utang yang harus dibayar kurang dari satu tahun masuk ke kategori ini.

Pemilik usaha mengambil kewajiban ini untuk hal yang tidak mendesak, tapi bisa tetap berpengaruh pada jalannya bisnis.

Contoh dari liabilitas adalah berikut ini:

  • Utang dagang. Utang yang didapatkan dari transaksi barang atau jasa.
  • Utang tagihan. Kewajiban yang didapatkan dari beban yang belum dibayar oleh perusahaan.
  • Utang wesel. Kewajiban perusahaan berupa pinjaman yang memiliki bunga dan harus dilunasi kurang dari setahun.
  • Pendapatan dimuka. Merupakan kewajiban perusahaan berupa barang atau jasa. Perusahaan sudah menerima uangnya, tapi barang atau jasa belum diterima oleh klien.
  • Utang dividen. Perusahaan yang memperoleh laba, biasanya akan memberikan dividen pada pemilik saham. Ini dilakukan sesuai dengan kesepakatan di RUPS.
  • Utang jangka panjang yang sudah harus dibayarkan di masa sekarang. Utang ini akan dimasukkan ke perhitungan periode saat ini.

2. Liabilitas Tidak Lancar

Liabilitas jenis ini adalah kewajiban yang punya masa bayar yang cukup panjang (kewajiban jangka panjang). Kita bisa menyebutnya sebagai liabilitas tidak lancar.

Utang jangka panjang biasanya dipakai oleh perusahaan untuk melancarkan rencana bisnis untuk ke depannya. Kebanyakan dari utang ini jumlahnya pun besar.

Walaupun jangka waktunya panjang, perusahaan harus tetap menyediakan dana yang pas untuk membayar kewajiban ini. Apabila menunggak, BI checking perusahaan bisa turun dan mengakibatkan perusahaan bisa kesulitan untuk mengambil pinjaman baru.

Contoh dari kewajiban ini adalah: utang obligasi, utang hipotek, sewa modal, dan lain sebagainya.

3. Liabilitas Kontinjensi

Selama ini liabilitas hanya dikenal bagian lancar dan tidak lancarnya saja. Padahal liabilitas punya jenis lain, yaitu liabilitas kontinjensi.

Liabilitas ini nama lainnya adalah liabilitas luar biasa yang bisa dialami oleh perusahaan di masa nanti karena alasan tertentu. Liabilitas ini juga tidak punya waktu tempo.

Contoh dari liabilitas ini adalah: gugatan dan garansi produk perusahaan.

 

Cara Menganalisis Liabilitas

Liabilitas adalah komponen yang perlu diperhatikan oleh perusahaan. Perusahaan yang bagus adalah yang punya kemampuan membayar kewajibannya sesuai aturan.

Oleh sebab itu, perusahaan harus tahu cara menganalisis liabilitas. Cara yang bisa dilakukan untuk hal itu adalah:

1. Rasio Utang Terhadap Aset

Di atas sudah disebutkan bahwa utang sebaiknya tidak lebih besar dibandingkan kepemilikan aset perusahaan. Apabila lebih besar, maka perusahaan kesulitan mengembalikan utangnya.

Perusahaan dapat menghitung rasio tersebut dari persentase seluruh kewajiban yang dibandingkan dengan persentase total aset. Rasio utang ini bisa dipakai apabila utang ada di persentase 50%.

2. Rasio Utang Terhadap Ekuitas

Cara analisis liabilitas adalah dengan membandingkannya bersama ekuitas atau equity perusahaan. Anda dapat menghitungnya dengan menggabungkan liabilitas jangka pendek dan panjang, lalu dibandingkan dengan ekuitas perusahaan.

Anda harus berusaha mengurangi utang perusahaan apabila hasil dari perhitungan, rasio utangnya mencapai 40% sampai 50%.

 

Contoh Liabilitas adalah

Misalnya, perusahaan A baru saja melantai di bursa saham Indonesia dengan menyebar sekitar 500 ribu saham kepada publik dengan harga Rp400 per lembar saham.

Setahun setelah melantai di bursa saham, perusahaan mencatat laba bersih yang naik 40% dari tahun sebelumnya. Perusahaan pun akan membagikan dividen pada seluruh publik yang memiliki 500 ribu sahamnya sebanyak Rp75 per saham, sesuai dengan persentase laba bersih yang sudah disepakati.

Pembagian dividen tersebut termasuk ke dalam kewajiban lancar perusahaan dan harus dimasukkan di perhitungan akuntansi periode saat ini.

 

Baca juga: Aset adalah: Pengertian, Jenis, dan Manfaat Manajemennya

 

Sekarang Anda sudah tahu bahwa liabilitas adalah komponen yang tidak bisa dipisahkan dari perusahaan. Tidak masalah jika memiliki kewajiban, asalkan pemilik usaha bisa mengontrol dan menggunakannya secara optimal.

 

Pelaku UMKM, Yuk Kembangkan Bisnis Bersama Modal Rakyat

Pelaku UMKM yang ingin meningkatkan kinerja bisnisnya, tapi terkendala modal, dapat mengajukan pinjaman di Modal Rakyat. P2P Lending Modal Rakyat akan mempertemukan Anda dengan pendana yang bersedia meminjamkan dana untuk Anda. Anda dapat mengajukan pinjaman di Rp500 ribu sampai Rp2 miliar.

Tidak perlu mencemaskan besaran bunga karena bunga yang dibebankan pada Anda akan disesuaikan dengan risiko usaha. Proses pengajuan pinjaman termasuk mudah karena bisa dilakukan secara online, oleh karena itu prosesnya cenderung cepat. Modal Rakyat juga sudah memperoleh izin dari OJK, jadi aman dan terpercaya.

Anda bisa memulai pengajuan pinjaman dengan berkunjung ke tautan ini.

 

 



Artikel Terkait
image image
Artikel Baru